
Namun beda Hal nya dengan Arya, tak seperti biasanya, pekerjaan yang begitu menumpuk dan jadwal miting yang selalu padat, pada saat itu, kesibukan yang berada di ruang kantornya terhening, saat Ayah nya datang berkunjung.
"Hmm,. Ayah, kenapa ada disini?", tanya Arya.
"Ayah menagih hutang mu", sembari duduk di sofa.
"Hutang apa Ayah",
"Yah,. Antara dirimu dan Laras",
"Ayah sudah ku katakan, aku akan memikirkanya nanti",
"Tidak Arya, ingat janji mu pada ku, setengah aset Perusahaan mu ada di kendali ku, dan diri mu juga berjanji pada ku, ingat itu, jika kata ku harus maka kau harus mengikutinya",
"Ayah,.. janji itu sudah selesai", belum sempat Arya berbicara di potong oleh ayahnya.
"Tidak, kau ingin aku mencabut gugat semuanya, jika tidak ikuti aku", pergi meningalkan ruangan dan berbalik arak ke arya.
"Dan ingat satu hal aku, ibu mu dan juga keluarga laras maupun laras pasti menginginkan keturunan, aku akan menyuruh asisten ku untuk mengantikan mu, kau dan Laras akan pergi berlibur", lalu pergi meningalkan ruangan.
"Ayah!!!, ahhhhishhhhh", kata kesal Arya dan memukul meja dengan raut wajah yg membahara memerah di pipinya.
***
LARAS
Setelah selesai kuliah aku seperti biasa duduk di Caffe namun lain hal nya biasanya aku ditemani Ena sekarang tidak dia sibuk akan sidang Skripnya, sedangkan aku dua hari lagi akan sidang Skripsi rasanya jantung ku ingin copot akan hal ini, duduk sendiri dan meminun secangkir coffe lumayanlah bisa Menghibur ku.
"Darrrrrrrk",
Aku terkejut akan suara yang menyahut di telingga ku, mata ku seperti rasanya ingin keluar ku pikir siapa aku menoleh ke belakang, eh tak tau nya wanita gila ini muncul Di hadapan ku setelah ku memikir kanya.
"Lu,.!! Bukan ny sidang Skripsi yah?", tanya ku pada Ena.
"Sudah selesai, lihat lah sekarang jam berapa ini kan hampir sore masa sidang Skripsi harus sampai malam", Jawab Ena yang duduk di hadaoan ku.
"Bagaimana rada rasanya??".
"Waduhh,.!! Jangan di tanya, kepala gw rasanya kek di kukus".
"Lu pikir kue di kukus segala, Kenapa ngak sekalian lu rendang pala lu".
"Yaaee lah, begitu amat dah, ngomong-ngomong lu kapan Sidang nya?",
"Gw dua hari lagi, belum sidang jantung gw malah mintak dicopot",
"Sidang enak kok",
__ADS_1
"Hmm,. Kek rasa ayam bakar enak nya",
"Bunciiin,.!!".
~ting tring~(bunyi HP).
"Hp siapa?", tanya Ena.
"Hp gw",
"Siapa, suami kedua lu?",
"Eeed dah,. Lu pikir nikah gampang bambannk!!", sambil ku lihat pesan yang masuk di Hp ku, dan ternyata itu pesan dari Arya.
Laras sepertinya aku tidak pulang, aku akan miting ke luar kota.
ARYA.
Pesan yang singkat dan padat itu masuk di Hp ku, "jutek amat ni orang", pikir ku yang mengupat, Ena yag melihat bertanya pada ku.
"Kenapa elu,.! Siapa yang sms?".
~hhhmmm~, helakan nafas ku,
"Si Arya", balas ku,
"Kenapa dia?",
"Waduh, kasiaan,.!! Sabar yah, cieee yang LDR tua",
"LDR tua apaan",
"biasanya yang LDR anak muda zaman Now nah ini udah tua main LDR an",
"Ini namanya ngak LDR an O2N, kerja tau",
"Apaan O2N",
"OON", jawab kesal ku pada Ena.
"Ishhh", balasnya yang memperlihatkan bibir sumbing yang tak tau jelasnya.
"Sudah lah malas ngomong sama orang gila kek lu, gw pulang dulu, byee!!", jawabku melambaikan tangan pada Ena Dan meningalkan Tempat itu.
Sesampai di rumah aku melihat Cery baby kecil ku sedang bermain bersama bik minah, aku menghampirinya seperti biasa namun Cone Coller di lehernya masih terpasang hati ku begitu sedih melihat si kecil ku yang malang ini.
"Minah, besok bawa Cery ke Rumah sakit Hewan yah, aku tidak sempat untuk membawanya, coba periksa dia kesana mana tau Cone Coller nya bisa di lepas", sahut ku pada minah.
"Iya mbak, asiaaap!", balas minah dengan tertawa.
__ADS_1
"Kamu korban Youtube, aku kemar dulu".
Aku pergi ke kamar dan membersihkan diri, setelah selesai aku membuka leptop ku dan menyiapkan berkas sidang Skripsi ku, dan ternyata aku tidak sadar hari sudah malam, sepi dan sunyi hanya aku yang tinggal sendiri di rumah ini, rasanya keheningan mendengung di telingga ku, hidup ku benar-benar hampa tanpa siapa pu, kembali ku tutup leptop ku dan berbaring di ranjang ku, saat setengah tidur, tiba-tiba.
~tringggg~(suara Hp)
Aku terkejut dan tersadar, "hmmm!! Apa itu", sorak ku.
Aku menoleh dan ternyata itu Hp ku, saat ku lihat dan ternyata itu Arya yang menelfon.
"Hallo", jawab ku.
"Hai",
"Hmm",
"Kenapa menelpon", tanya Arya,
"Lah kamu yang menelfonku, dasar pikun",
"Hahah,. Aku Cuma bercanda",
"Hmm,. Ada apa",
"Tidak ada, kamu sedang apa?",
"Seperti biasa hanya tepar saja",
"Aku mengangu yah!!",
"Tidak, memangnya kenapa, kamu rindu yah", tanya ku sambil tertawa.
"Tidak!!,. Kamu yang rindu aku kali!!",
"Lalu mengapa menelfonku",
"Hanya kesepian saja, ngomong-gomong kapan sidang nya?",
"Hmm dua hari lagi, kapan kau pulang disini sangat sepi",
"Mungkin 3 sampai 4 hari aku juga tidak tau",
"Ya sudah",
"Jangan nakal disana, aku tutup telfon ny, aku harus kerja, dahh",
"Hmmm semangat".
~tuttttut~.
__ADS_1
"Dasarr!!.pria ini jika tidak suami ku, akan ku kubur hidup-hidup, lagian aku juga tidak ingin jadi janda, ehhh!!.ngomong-gomong janda laku loh zaman sekarang", sahut ku, sambil tertawa sendiri, sembari aku tertidur.
TBC.