
"Lo suka?" tanya seorang wanita kepada teman disebelahnya.
"Hm" respon wanita itu.
"Oh come on baby!! lupakanlah semua beban pikiran, mari kita bersenang-senang disini." ujar wanita yang menggenakan rok span pendek.
"Ayo kita kembali ke tempat tadi" ajak wanita itu kepada dua temannya.
"Kenapa cepat sekali selesai? bahkan kita baru sebentar bergabung nay" seru wanita yang menggenakan rok span pendek.
"Just want to rest, Belle" balasnya santai.
"What? You are crazy?" ujarnya geram.
"If you want to rest it's better to just stay at home then" lanjut Annabelle.
yang dibalas dengan tatapan datar oleh wanita cantik didepannya itu.
__ADS_1
"Gila apa? sudah susah-susah kemari dan hanya mencari tempat untuk istirahat? what the hell." ujar Annabelle menggerutu kesal.
"Cheers?" tanya wanita yang sejak tadi terdiam melihat perdebatan tadi, mengangkat gelas alkoholnya dan langsung disusul gelas kedua temannya yang dalam persekian detik menimbulkan bunyi dentingan halus.
"Apa ada masalah nay?" tanya wanita tadi, setelah meneguk alkoholnya dan menaruh gelas diatas meja bundar.
"Sejak kapan dia punya masalah? yang ada dia yang mendatangkan masalah" ujar Annabelle sinis.
oh come on? kapan mulut pedas Annabelle berhenti mengatai dirinya? jika Annabelle berhenti mengatai dirinya sehari saja, maka dia akan bersujud syukur kepada Tuhan saat itu juga. mungkin sehari tidak bermulut pedas hidupnya terasa hampa? begitu pikir Danayla.
"Nothing" ujar Danayla singkat.
"Bukankah kita teman? jadi sesama teman kita harus membagi suka duka bersama bukan?" ucap wanita itu memaksa agar temannya yang satu itu menceritakan masalahnya, karena biasanya temannya itu selalu menutupi dirinya jika ada masalah dan berimbas kepada kesehatannya.
sebelum menceritakan masalahnya, Danayla menghembuskan nafasnya sejenak. Sembari memejamkan matanya menahan rasa sesak yang menumpuk di dadanya.
__ADS_1
"My parents want a divorce and tomorrow's trial, mom and dad told me to choose one of them" ucap Danayla pelan menatap lurus kedepan, sementara tangan kanannya yang kosong mengepal kuat.
Danayla berdehem pelan sebelum melanjutkan ceritanya. "What should I do? should I cry in front of them or kneel to get them to cancel the trial?" ucap Danayla menatap kedua temannya dengan mata berkaca-kaca.
"This hurts so much, don't they think about how I feel? why only the ego is put forward? why not his son's feelings? did they forget that they have children?" ujar Danayla beruntun dengan meremas dadanya menahan sesak yang menerjang tubuhnya.
"Sick, very sick" isak nya pelan.
"Oh, baby! cry now, tomorrow make sure there will be no more crying. Because your cry is very precious baby." ujar Annabelle memeluk erat Danayla dari samping dan mengusap-usap punggung belakangnya lembut.
"There is me and Belle, Danayla.
We will always be by your side, comforting you until you forget how to grieve, because both of us will always make you happy." ujarnya wanita yang satunya lagi dan ikut memeluk keduanya.
"hiks hiks gu-gue rindu dad and mom hiks rindu can-canda tawa kita du-dulu, wa-waktu gu-gue kecil hiks hiks wa-waktu itu dad and mom sa-sayang banget sa-sama Nay. Nay bahagia ba-banget waktu itu, karena hiks ka-karena dad and mom ti-tidak pernah sekalipun ber-bertengkar hiks hiks hiks ta-tapi se-sekarang, dad and mom se-selalu bertengkar hi-hingga Nay tidak lagi me-merasakan kasih sayang me-mereka hiks hiks." tangis Danayla saat itu pecah di pelukan kedua temannya.
"suttttt, Nay tidak sendiri kok, ada Belle dan juga Charlotte untuk Nay. Kita sayang banget sama Nay, banyak yang sayang juga sama Nay termasuk Mami dan Papi Belle. Mama dan Papa Char juga, Nay." ujar Annabelle pelan menahan isak tangisnya, tapi air menetes terus dari kedua mata cantiknya.
__ADS_1
"apa Nay tidak pantas un-untuk bahagia? hiks hiks I hate my weak self, I hate myself who can only cry. I'm stupid, I'm useless, I'm disgusting." ujar Danayla sembari berteriak keras, menjambak rambutnya dengan kedua tangannya.
menendang meja didepannya hingga gelas-gelas kaca dan yang lainnya jatuh kelantai berserakan, meja pun terbalik dari tempatnya tadi.