
di malam yang dingin, sebuah mobil Lexus LFA melesat dengan cepat membelah jalanan yang curam dan tajam. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya itu fokus mengemudikan mobilnya, dia bahkan tidak takut akan bahaya yang bisa saja membuat dirinya itu celaka. Karena didalam pikiran wanita itu, bagaimana cara agar dia bisa menjelaskan apa yang terjadi kepada putri tunggalnya.
"Kamu dimana sayang? maafkan Mommy Danayla, Mommy tidak bermaksud untuk membuat mu bersedih sayang" ucap Olivia Johnson sembari menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri melihat apakah ada putrinya disekitar sana atau tidak.
Olivia Johnson semakin menambah laju mobilnya sehingga ia tidak menyadari bahwa didepan sana ada tikungan, dan dengan cepat ia menginjak pedal rem agar mobil yang ia kemudikan berhenti. Tetapi bukannya berhenti, malah semakin kencang karena jalan yang dilewatinya bukan hanya tikungan. Melainkan juga jalan turunan sehingga ia tidak bisa mengendalikan mobil mewah itu, dan berakhir mobilnya menabrak pembatas jalan dengan kencang.
"Mommy mencintai mu Danayla!" ucapnya sebelum kesadarannya hilang.
sementara itu dikediaman Johnson. Mackenzie Johnson duduk diruang tamu dengan resah, menunggu istri tercintanya pulang. Karena saat dia sedang berada didalam kamar mandi, Olivia langsung keluar mengendap-endap dari kamarnya agar tidak diketahui oleh suami dan juga para bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga nyonya mereka.
Bahkan ia berkali-kali mencoba untuk menelpon Olivia tetapi, tidak ada jawaban dari istrinya tersebut.
"Ck!! Kenapa tidak diangkat?" gerutunya kesal.
dan tak lama setelah itu, ada panggilan masuk dari ponselnya dan yang ia kira itu adalah Olivia, ternyata nomor yang tidak dikenal yang menghubunginya. Awalnya ia membiarkan saja panggilan itu, karena ia kira itu mungkin orang yang salah sambung atau orang iseng. tetapi sudah yang ke-4 kalinya si penelepon dengan nomor yang sama menelponnya, sehingga pada panggilan yang ke-5 baru ia mengangkatnya.
"Don't you have another job, so you terrorize me with calls many times?" semprotnya saat panggilan itu diangkat.
"S-sorry sir, I-I...." ucapnya terpotong oleh suara dingin dari MacKenzie Johnson.
"Don't tell me you dialed the wrong number after I picked up your call miss" cetusnya langsung.
"N-no sir! I'm from the hospital reporting that Mrs Olivia Johnson, was rushed here by the locals a few minutes ago" ucap wanita itu.
"What's wrong with my wife? why can they take my wife to the hospital?" tanyanya tak sabaran.
"Your wife had a single accident on the road xxx and hit the road divider, your wife's injuries are quite severe, sir. And taken to Century City Hospital" jelasnya.
"You don't lie with what you say?" tebaknya.
"No sir! if you don't believe it just come here" ucap serius wanita itu.
setelah itu MacKenzie Johnson langsung mematikan sambungan teleponnya, dan langsung berlari menuju bagasi mobilnya.
__ADS_1
"Kalian semua ikuti saya dari belakang" titahnya tegas.
30 menit kemudian, mobil Ferrari 488 Pista Rosso Corsa yang digunakan oleh MacKenzie Johnson telah memasuki pelataran Century City Hospital. Ia memarkirkan asal mobilnya di depan pintu masuk.
ia berlari untuk sampai ke lobby rumah sakit itu, untuk menanyakan kepada bagian resepsionis dimana tempat istrinya berada.
"In the name of Olivia Johnson in what room is she?" tanyanya dengan nafas tak teratur karena berlari tadi.
"Olivia Johnson who had that single accident?" ucap resepsionis itu.
"Yes"
"Mrs Johnson is still in the IGD" jelas resepsionis itu.
"Thanks" ucap MacKenzie, setelah itu ia berlalu pergi dari sana menuju ruangan yang ada didekat lobby rumah sakit itu.
setelah sampai di tempat yang ia tuju, Mackenzie mendekati pintu IGD yang seluruhnya terbuat dari kaca. Sehingga orang yang dari luar bisa melihat apa yang terjadi didalam sana. Bahkan ia bisa melihat wanita cantik yang sedang kritis tersebut ditangani oleh beberapa dokter, banyak juga selang-selang yang terpasang disekitar tubuh cantik itu.
"Kenapa bisa seperti ini?" gumamnya dalam hati.
"Mengapa masalah datang silih berganti? apa aku tidak berhak untuk bahagia tuhan?" ucapnya pelan dengan suara yang parau karena menahan isak tangisnya.
bodyguard yang berdiri dibelakangnya pun ikut serta merasakan kesedihan yang dirasakan oleh tuan mereka. Karena bagi mereka nyonya Johnson sangat baik kepada semua orang, bahkan bawahnya pun dianggap sebagai keluarga oleh wanita cantik itu. Bagaimana tidak, tuan Johnson yang terkenal dingin dan arogan tidak tunduk dibawah kuasa wanita cantik itu? hanya karena kesalahan pahaman saja, pernikahan mereka akan berakhir. Dan sebenarnya besok adalah sidangnya, akan tetapi kejadian ini yang terlebih dahulu datang.
"KRETT"
pintu IGD terbuka, dan seorang dokter laki-laki berusia sekitar 30 tahunan keluar dari sana. Dengan tak sabaran, MacKenzie menghampiri dokter itu.
"How is my wife?" ucapnya langsung tanpa basa-basi.
"Your wife is past her critical period, but.." ucapnya terpotong oleh suara MacKenzie.
"But what?" menatap tajam dokter itu.
__ADS_1
"Tadi sempat terjadi pendarahan otak" menatap serius MacKenzie Johnson.
"Apakah bisa disembuhkan?" Mackenzie menatap cemas dokter tersebut.
"Pendarahan otak akibat kecelakaan bisa sembuh atau tidak sangat tergantung tingkat kerusakan pada otak, tingkat keberhasilan perawatan medis, komplikasi, sampai terapi pemulihan dari cedera" jelas dokter laki-laki itu.
"Benturan di kepala dapat menyebabkan cedera kepala ringan seperti benjol, gegar otak, sampai cedera kepala berat yang memengaruhi otak. Pada kasus yang parah, misalkan kecelakaan atau cedera olahraga, orang yang kepalanya terbentur bisa sampai koma ataupun meninggal dunia." lanjut dokter itu.
"Dengan berat hati saya mengatakan, bahwa istri anda mengalami koma, tuan" ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
"Koma?" ujarnya tak percaya, mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"ya Tuhan! apa tidak cukupkah kau buat orang yang ku cintai terluka? dan sekarang kau buat ia menjadi koma?" rutuknya dalam hati.
menghembuskan nafasnya sejenak, sebelum mengajukan pertanyaan kepada dokter tersebut.
"Apakah orang koma akan cepat pulih?" menatap dengan sendu kearah dokter itu.
"Pulihnya kesadaran orang yang mengalami koma biasanya terjadi secara bertahap. Ada sebagian penderita yang dapat sembuh total dari koma tanpa mengalami kecacatan sedikit pun. Sebagian lainnya tersadar, namun dengan penurunan fungsi otak atau bagian tubuh tertentu, bahkan kelumpuhan" terangnya kembali.
Seketika itu juga, MacKenzie memalingkan wajahnya melihat pintu IGD didepannya, masih tertutup rapat. Dan saat dokter itu ingin membuka mulutnya, bodyguard yang ada dibelakang tuan Johnson langsung singgap mengangkat tangannya, agar dokter itu tidak melanjutkan pembicaraannya.
"Lakukan yang terbaik untuk istri ku!!" ucapnya tegas, dan langsung pergi dari sana.
langkah kaki yang tegap itu, membawa MacKenzie ke halaman belakang rumah sakit. ia sudah seperti kehilangan separuh nyawanya, karena mendengar apa yang terjadi kepada istri tercinta. Dan ditambah lagi, dokter itu mengatakan jika istrinya koma, yang berarti pilihannya hanya ada dua, antara hidup dan mati.
****Attention****
****aku pakai bahasa Indonesia aja ya,,,,biar kalian gampang bacanya dan tidak lagi bingung mau terjemahin artinya..oke?👌
cukup sampai disini dulu, lanjutannya aku skip dibab ini 😅biar nanti dibab yang lain lanjutannya... biar aku gak bingung juga, terlalu kebanyakan nantinya mwehehe
kayaknya aku terlalu banyak gak jelas ya? maafkan aku yang gabut ini yaww****....
__ADS_1
IKAN HIU MUTER-MUTER
SEE U LATER ♥️