GABRIEL DIRGANTARA

GABRIEL DIRGANTARA
doubtful


__ADS_3

Uncle Jonathan :


saya harap anda ada


di mansion Nona!


Uncle Jonathan :


ada hal yang ingin saya sampaikan kepada anda,


tentang kasus yang menimpa tuan dan nyonya Johnson.


^^^Danayla Johnson :^^^


^^^aku sedang di rumah teman uncle!^^^


^^^bisa kita bicarakan besok?^^^


Uncle Jonathan :


jangan coba-coba untuk


mengelabuhi saya Nona!


atau saya akan menjemput anda dengan paksa, bagaimana?


^^^Danayla Johnson :^^^


^^^I'll be there in 30 minutes!^^^


Danayla bangkit dari duduknya, memutar tubuhnya kemudian menurunkan sebelah kakinya dari ranjang hendak melangkah ke bilik kamar mandi. Tetapi pergerakannya terhenti karena Gabriel melilitkan tangannya di pinggang ramping Danayla dari belakang. "Aku gak jamin kamu bisa jalan normal kalo kamu masih kayak gini" ucap Gabriel dengan suara beratnya yang terdengar serak.


Danayla terkekeh pelan dengan memunggungi Gabriel. "Bangun, yuk? gue mau mandi" ucap Danayla dengan posisi yang tak beranjak sedikitpun.


"Mau aku gendong?" ucap Gabriel mengecup punggung belakang Danayla yang polos itu berkali-kali.


"No, Gabriel"


"Baiklah! Aku mau mandi dulu" ucap Gabriel melepaskan pelukannya kemudian berjalan tanpa peduli soal ketelanjangannya ke arah bilik kamar mandi.


setelah mengumpulkan nyawanya beberapa menit, Danayla memilih menyusul Gabriel kedalam bilik kamar mandi yang memang tidak terkunci.


tanpa menimbulkan suara apapun, Danayla berjalan ke arah bath up yang sudah terisi air dan juga memasukkan sebuah bath boom milik pria itu.


"Kamu mau goda aku?" tanya Gabriel yang kini sudah masuk kedalam bath up, duduk tepat dibelakang Danayla lalu menarik tubuh polos wanita itu agar menempel dengan tubuhnya.


Danayla mengusap tangan Gabriel yang melingkar diperutnya. "Gue harus balik sekarang"


"Kenapa cepat sekali?" tanya Gabriel mengernyit heran.


"Ada hal yang ingin dibicarakan oleh uncle Jo"


Gabriel menganggukkan kepalanya, kemudian mencium leher jenjang Danayla dengan ciuman basah. Sedangkan Danayla memiringkan lehernya, agar Gabriel bisa leluasa mencium lehernya.


sejenak keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Masih dengan posisi tubuh yang menempel satu sama lain dengan banyak busa yang menutupi tubuh polos keduanya.



...__________...

__ADS_1


Danayla melangkahkan kakinya menuju ruang kerja milik Mackenzie dengan langkah tegas. Ternyata di ruang kerja itu sudah ada 2 orang pria yang mungkin setara dengan Daddy nya.


Jonathan dan juga Arya, kedua pria itu duduk di sofa yang berada di dalam ruang kerja Mackenzie sembari menunggu kedatangan Danayla .


"Langsung saja, uncle" ucap Danayla mendudukkan dirinya di kursi kerja yang ada di dalam ruangan itu.


Jonathan yang kala itu hanya menatap datar, Danayla. Kemudian melangkahkan kakinya mendekati wanita itu dan tangan nya yang lincah mengetik sesuatu dia atas keyboard dengan cekatan, setelah memasukkan flashdisk di samping komputer itu.


sedangkan Danayla hanya terdiam ditempat nya melihat apa yang dilakukan oleh Jonathan dari tempat duduknya. Tak lama kemudian, layar komputer yang tadi nya hanya menampilkan tulisan dan sekarang berubah menampilkan data pribadi seorang pria yang akhir-akhir ini selalu menemani nya.



yah seseorang yang dimaksud adalah Gabriel, Gabriel Dirgantara Dewson. Billionaire muda yang terkenal di seluruh Amerika.


Tampan, cerdas dan terlahir dari keluarga terpandang siapa yang tidak mengenal diri nya?


"Apa maksud nya?" tanya Danayla mengernyitkan dahi nya bingung.


"Saya yakin anda mengenal orang ini, Nona" ucap Jonathan menatap datar layar komputer dihadapan nya.


"Gabriel?"


"Semua bukti terarah kepada pria itu, Nona" ucap Jonathan menjelaskan.


"Tapi, bagaimana bisa?" tanya Danayla kaget langsung berdiri dari posisi duduk nya.


"Selama aku dengan nya, tidak pernah sedikit pun dia mempunyai niat jahat kepada ku" ucap Danayla.


"Kalau dia ingin menghancurkan keluarga ku, seharus nya sejak awal kita bertemu dia sudah melenyapkan ku, bukan? tapi mengapa hanya kedua orang tua ku saja? mengapa tidak dengan ku?" tanya Danayla masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Saya masih menyelidiki apa motif nya, Nona" balas Jonathan cepat.


"I myself will ask him" ucap Danayla kembali saat melihat Jonathan yang kaget walau sedetik kemudian kembali mengubah raut wajah nya menjadi datar.


"Apa anda yakin?" ucap Jonathan ragu-ragu.


tetapi tidak mendapat jawaban dari Danayla. Karena wanita itu sekarang sedang sibuk dengan ponsel yang ada di tangan nya.


^^^Danayla Johnson :^^^


^^^Dimana? ^^^


Gabriel :


Merindukan ku, babe?


^^^Danayla Johnson :^^^


^^^Bisa jangan bercanda?^^^


Gabriel :


Aku sedang tidak bercanda, sayang.


Aku hanya bertanya, apa salah?


Gabriel :


Apa ada hal yang ingin kamu bicarakan, sayang?

__ADS_1


^^^Danayla Johnson :^^^


^^^Yah.^^^


^^^Danayla Johnson :^^^


^^^Bisa kita bertemu?^^^


Gabriel :


I'll pick you up in 20 minutes, babe!


^^^Danayla Johnson :^^^


^^^Tidak! kita bertemu di cafe saja.^^^


Gabriel :


As you wish.


Danayla menatap Jonathan sebentar sebelum mengambil slingbag yang tadi ia letakkan di atas meja.


"Aku pergi dulu, uncle" ucap Danayla kemudian melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Daddy nya.


...----------------...


Gabriel tersenyum mengingat akhir-akhir ini Danayla selalu menemani nya. Pria itu menggeleng pelan, menghilangkan pikiran kotor yang mulai merasuki kepala nya.


"Lebih baik, gue pergi bersenang-senang" ucap Gabriel kemudian bergegas mengambil kunci mobil, ponsel dan juga dompet nya sebelum melangkah keluar dari kamar.


Gabriel menghembuskan nafas nya pelan sambil bersandar di kursi kemudi. Sebelum bunyi notifikasi dari ponsel yang ada di saku celana nya terdengar memecah keheningan.


"Danayla?" tanya Gabriel mengernyitkan dahi nya bingung. "Not usually" ucap Gabriel kembali.


kemudian memilih membalas pesan Danayla, dari pada memanaskan mesin mobil nya.


Danayla :


Bisa kita bertemu?


^^^Gabriel Dewson :^^^


^^^I'll pick you up in 20 minutes, babe! ^^^


Danayla :


Tidak! kita bertemu di cafe saja.


^^^Gabriel Dewson :^^^


^^^As you wish.^^^


saat dirasa pesan terakhir yang ia kirim tidak mendapat balasan dari Danayla, Gabriel langsung mematikan ponsel nya, lalu melajukan mobil yang ia kendarai menuju cafe seperti perkataan Danayla di message chat tadi.


Danayla :


Sent a location.


gue udah di sini, jangan lama.

__ADS_1


ponsel Gabriel kembali bergetar menampilkan pesan dari Danayla, dengan segera Gabriel membuka nya hingga menampilkan sebuah lokasi tempat di mana cafe itu berada.


__ADS_2