
tatapan Gabriel tertuju kepada seorang wanita cantik yang baru saja tiba, padahal sejak tadi ia sudah lama menunggu Danayla. Dengan dress yang luar biasa ingin membuat Gabriel mengamuk saat ini juga.
"Dia bukan milik lo lagi, Gabriel" Nathan dengan iseng membisikkan hal itu, kemudian berjalan sombong ke arah Charlotte yang berada tak jauh dari Danayla dan Annabelle.
Gabriel hanya memperhatikan Danayla yang di mana wanita nya itu dikelilingi oleh para pria yang mungkin seangkatan dengan dirinya. Bahkan Danayla terlihat beberapa kali tersenyum dan tertawa begitu lepas kepada lawan bicara nya yang juga seorang pria. Mata Gabriel menajam saat salah satu di antara banyak pria disekeliling Danayla, berani menyentuh pinggang ramping wanita itu dan terlihat juga pria itu membisikkan sesuatu di telinga Danayla entah itu apa, yang jelas Gabriel tidak mengetahui nya.
"Lo tidak mau memberikan pelajaran kepada pria yang sudah berani menyentuh Danayla?" tanya Yonantan yang sejak tadi mengikuti arah tatapan Gabriel. Pria yang di tanya menggeleng pelan sebagai jawaban kemudian meneguk segelas alkohol yang ada ditangan nya. Ia ingin melihat apa yang dilakukan Danayla dan juga pria itu.
"Bagaimana jika gue kesana dan..." ucap Yonantan menaikkan sebelah alis nya, sengaja mengantungkan ucapan nya. Gabriel menatap tajam Yonantan karena mengerti ke arah mana maksud ucapan pria itu.
"I will kill you" desis Gabriel.
"She's mine" ucap nya kemudian berjalan mengikuti Danayla dari belakang.
tangan Gabriel dengan lancang menelusuri pinggang ramping Danayla kemudian meremas bokong sintal wanita itu. Danayla terkejut ketika merasakan tangan seseorang yang berani meremas bokong nya keras.
"Kenapa? mau marah?" tantang Gabriel semakin mengikis jarak diantara kedua nya. Tangan Gabriel bahkan dengan berani bergerak naik turun mengelus bokong sintal nya seolah memamerkan kepada pria yang berani mendekati Danayla tadi, bahwa wanita ini adalah miliknya.
"Apa kamu berniat memamerkan bentuk tubuh mu?" tanya Gabriel meraih dagu Danayla agar wanita itu menatap nya.
"Ma-maksud lo?" Danayla mengernyit bingung.
"Dada besar mu itu seolah menggoda agar aku menghisap nya" mata tajam Gabriel menatap dada Danayla yang terlihat lebih besar dan naik karena dress yang ia kenakan.
Danayla menggigit bibir bawah nya karena perkataan Gabriel benar. "Memang seperti ini model nya" jawab nya ketus.
"Memang di pakai untuk membuat para pria itu menatap lapar diri mu, begitu?" tanya Gabriel tidak suka.
Danayla tersenyum miring melihat mata Gabriel berkilat marah. "Kenapa? bukankah itu bagus?" Danayla balik menantang Gabriel.
Jemari lentik Danayla dengan berani menurunkan tali dress yang ada di pundak terbuka nya dihadapan Gabriel.
"Jangan membuat ku marah, Danayla" ucap Gabriel dengan suara serak nya yang terdengar pelan.
"Bukankah seperti yang lo bilang tadi? gue memang memakai ini untuk menarik para pria?" tanya Danayla dengan raut wajah menggoda yang kentara.
"Jangan menyesal, Danayla" ucap Gabriel tersenyum miring kemudian menarik Danayla agar mengikuti langkah nya keluar dari sana.
__ADS_1
...________...
Gabriel semakin mempercepat hujaman nya pada lembah sempit Danayla.
"Ah ****"
"Gabrielhhhh"
kedua nya ambruk diatas ranjang dengan nafas terengah-engah dan tubuh yang masih menyatu. Gabriel mengeluarkan miliknya kemudian tersenyum miring melihat wanita nya memejamkan mata nya lelah karena ulah nya.
"Manjakan milik ku dengan ini, Danayla" ucap Gabriel menyentuh bibir bawah Danayla dengan gerakan sensual.
"Gue lelah" rengek Danayla.
"Aku tidak peduli! ini hukuman untuk wanita pembangkang seperti mu. Do it now" ujar Gabriel dengan suara berat nya yang terdengar serak mengalun di telinga Danayla.
bahkan membuat bulu kuduk Danayla merinding mendengar nya, Gabriel membuat nya takut, sungguh.
Gabriel tersenyum miring ketika Danayla mulai melakukan apa yang ia minta. Dengan wajah polos seolah memohon untuk dihujam. Bahkan Danayla tersenyum nakal saat Gabriel menatap wanita itu.
"Yeahhh"
tangan Gabriel mengelus pelan surai panjang Danayla dan sesekali meremas nya pelan karena rasa nikmat yang ia rasakan.
"Fasterhhh"
kedua tangan Danayla aktif bermain di milik pria itu menggantikan mulut nya yang sudah lumayan pegal. "Apakah senikmat itu?" tanya Danayla menatap Gabriel dari bawah.
Gabriel hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aku akan mengeluarkan nya" ucap Gabriel memejamkan mata sebentar, Lalu mencengkram pipi Danayla hingga mulut gadis itu terbuka.
"Uwekkk"
Danayla memuntah kan semua cairan milik Gabriel di kloset, sementara Gabriel berbaring terlentang diatas ranjang, dengan nafas terengah-engah.
"Kenapa mengeluarkannya di dalam mulut gue? jorok sekali"
__ADS_1
"Lalu dimana sayang? didalam rahim mu sudah penuh dengan milik ku" ucap Gabriel asal sembari memejamkan mata.
"Kita belum berbaikan ya" ucap Danayla tak santai.
Gabriel membuka matanya melihat Danayla yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan berkacak pinggang menatap dirinya tajam. "Jangan asal menuduh ku, sayang" desisnya.
"Semua bukti mengarah ke diri lo, Gabriel" teriak Danayla dengan wajah yang terlihat memerah kesal.
"Heh! ada yang bermain-main denganku, rupanya" ucap Gabriel sinis.
"Cih! jangan sok deh lo, gue bakal buat lo di penjara"
"Tidak ada yang berani menangkap ku sayang, sekalipun itu polisi atau aparat pemerintah" Gabriel terkekeh pelan sebelum beranjak dari baringan nya.
tak lupa Gabriel mengecup sekilas bibir Danayla saat sudah berdiri di hadapan wanita itu, kemudian langsung melewati nya masuk kedalam bilik kamar mandi.
beberapa menit setelah itu, Gabriel keluar dengan handuk melilit di pinggang serta tangan nya sibuk mengeringkan rambut basah nya menggunakan handuk kecil.
pria itu melemparkan handuk yang ada ditangan nya asal di atas sofa lalu tangan Gabriel mengambil ponsel yang ada di atas nakas dan dengan cekatan pria itu menelpon seseorang.
"Sudah ketemu?" ucap Gabriel pertama saat sambungan telpon sudah terhubung.
"Yoi, man!" jawab seseorang yang ada di balik telpon.
"Good! kirimkan file nya lewat Email sekarang and thanks atas bantuan lo, Han"
"Mobil keluaran terbaru tahun ini kayak nya bagus juga" ucap Nathan mengkode Gabriel, semoga saja teman nya itu berbaik hati kepada dirinya dan memberikan apa yang dia katakan sebagai balasan, ia tidak perlu merasa tidak enak hati atau sungkan kepada Gabriel, pria itu saja bisa membeli apapun jika ia mau. Jadi, boleh juga Gabriel sesekali ia manfaatkan.
"Tunggu saja nanti di depan mansion, lo" ucap Gabriel tenang, ia tak masalah dengan itu. Toh, uang nya tidak akan habis dalam sekejap jika hanya memberikan Nathan 1 buah mobil.
"Wow! thanks, man. Kalau lo berkenan 1 buah pulau pribadi di swiss boleh tuh" ucap Nathan melunjak. Sudah di kasih hati malah minta jantung mah ini namanya, emang dasar si Nathan.
Gabriel mengernyitkan dahi kemudian menghembuskan nafas pelan. "Apapun akan gue kasih jika itu menyangkut, Danayla" bisik Gabriel saat menyebutkan Danayla. Mungkin agar wanita yang sedang duduk di depan meja riasnya tidak mendengar.
setelah itu Gabriel menutup sambungan telpon dan meletakkan ponsel nya di tempat semula baru kemudian pria itu berjalan menuju walk in closet untuk berganti pakaian.
"Go to sleep, Danayla" ajak Gabriel saat sudah kembali dengan piyama tidur nya.
__ADS_1
Danayla hanya mersepon dengan anggukan kemudian berjalan mendahului Gabriel menuju ranjang dan langsung merebahkan dirinya.
Gabriel mengikuti wanita itu dari belakang setelah mematikan lampu kamar mengganti nya dengan lampu tidur, kemudian berbaring disebelah Danayla dan memeluk pinggang ramping wanita itu erat dengan kepala yang menyusup diceruk lehernya.