GABRIEL DIRGANTARA

GABRIEL DIRGANTARA
lie?


__ADS_3

di perumahan mewah, tepatnya dikediaman Johnson. Seorang wanita cantik masih terlelap dalam tidurnya. Dialah Mia Danayla Jhonson, putri tunggal keluarga konglomerat di berbagai Eropa hingga Asia. Seorang wanita yang cantik dengan postur tubuh yang ideal seperti impian setiap wanita, memiliki bulu mata lentik, alis tebal, hidung mancung serta bibir yang bervolume menambahkan kesan yang hot untuk dirinya. Tapi sayang, kecantikannya tidak seperti sifatnya. Danayla sangat manja, egois, sombong, dan angkuh karena dia tau dirinya sangat disayang oleh kedua orang tuanya.


walaupun begitu, Danayla termasuk wanita yang cerdas dalam segala hal pelajaran dibidang akademik. Semua kasih sayang kedua orang tuanya membuat ia seolah-olah tidak mau belajar untuk menjadi mandiri tanpa bantuan keduanya. Karena yang dipikirannya adalah "lebih baik menghamburkan harta dari pada menyimpan harta" itu kata-kata yang selalu diterapkan olehnya sehingga dirinya tidak mempunyai keahlian didalam bidang apapun.


rugi juga cantik, cerdas dan dari keluarga kaya tetapi tidak memiliki keahlian? bahkan kedua sahabat Danayla selalu mewanti-wanti agar ia bisa mandiri, melakukan apa-apa sendiri tanpa bantuan orang lain karena didunia ini tidak ada yang mau mengulurkan tangan disaat kita masih berada dibawah mereka. Sebaliknya jika kita sudah berada diatas mereka, maka banyak orang yang akan berbondong-bondong mencari segala cara agar kita yang dapat membantu mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"DRTTT"


"DRTTT"


"Ck, siapa yang menelepon gue disaat masih pagi seperti ini?" dengus Danayla, saat tidur nyenyaknya diusik oleh deringan ponsel.


"Jika tidak penting akan gue matikan!" ucapnya langsung tanpa melihat siapa yang sedang menelepon dirinya.


"Ma-maaf nona, kami dari pihak rumah sakit mengabarkan bahwa ibu anda telah tiada pada pukul 4 pagi" ucap seorang suster disana.


"Mommy gue? lo mau nipu gue? sejak kapan mommy bisa ada dirumah sakit?" tanyanya beruntun.


"Saya tidak menipu nona, ibu anda nyonya Johnson mengalami kecelakaan tunggal dan dilarikan ke Century City Hospital" suster itu menjelaskan apa yang terjadi kepada Danayla.


"Deg"


seketika wajah cantik Danayla tidak bisa membendung air matanya untuk keluar.


"I-ini gak mungkin bukan? ini pasti hanya tipuan, ini-ini hanya rekayasa lo agar gue mau mentransfer ke rekening lo kan? hiks bilang ini hanya prank ini gak bener, hiks bi-bilang ini gak bener" menggigit keras selimut berwarna putih itu agar isak tangisnya tidak terdengar.


tetapi percuma, yang ada malah semakin membuatnya menangis tersedu-sedu usai mendengar penjelasan suster tersebut.


"La-lu apa Daddy ada disana?" tanya Danayla saat sudah mulai agak lebih tenang.


"Untuk tuan Johnson di-dia" gugup suster itu.


"Cepat beritahu gue, dia apa?" Pekiknya tak sabaran.


"Setelah nyonya Johnson dikatakan telah tiada dan tuan Johnson tidak terima, 15 menit kemudian tuan Johnson menebak kepala dan juga dadanya sendiri" jelas suster itu.

__ADS_1


"Bahkan semua orang yang ada disana tidak tau kalau tuan Johnson membawa senjata api itu" lanjutnya.


"Aa-apa? Daddy membunuh dirinya sendiri hanya untuk ikut dengan Mommy?" menutup mulutnya terkejut.


"10 menit lagi gue sampai disana" langsung menutup sambungan telepon dan melemparkan ponselnya ke sembarang arah dan berjalan ke kamar mandi dengan tergesa-gesa.


"Kenapa kalian ninggalin Nay? hiks hiks Mommy, Daddy hiks hiks" menundukkan kepalanya dibawah guyuran shower dengan mendekap erat tubuh telanjangnya dengan kedua tangan.


"Hiks hiks Mommy siapa yang bakalan marahin aku lagi kalau aku susah untuk dibangunkan? siapa yang bakalan menjadi teman curhat aku lagi? siapa yang bakalan menyiapkan keperluan aku lagi Mommy? hiks hiks Mommy ma-maafin aku hiks maaf Mom" gumamnya lirih sembari memejamkan mata mengingat semua kenangan bersama dengan Olivia Johnson.


*****flashback***** on


"Mommy" pekik seorang gadis cantik mengenakan seragam sekolah yang sedang mengagetkan ibunya yang sedang sibuk memasak di dapur.


"Oh my God, Mommy kaget sayang" ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya yang masih menginjak 38 tahun itu.


"Sorry Mommy" memeluk erat ibunya dari belakang.


"Ganti pakaian mu dan lekas lah turun, kita makan siang bersama-sama" ujar Olivia Johnson.


"Yes Mommy" Danayla mengecup sekilas pipi ibu sebelum meninggalkan dapur.


"Bagaimana bisa dewasa jika sifatnya masih seperti itu?" ujar Olivia sembari menyiapkan makanan diatas meja makan.


tak berapa lama kemudian, Danayla datang dengan pakaian santainya dan mengambil tempat duduk berhadapan dengan Mommynya.


"Masakan Mommy selalu enak dilidah ku Mom" sembari mengacungkan kedua jempol tangannya.


"Mommy gitu loh" sahut Olivia sambil mengibaskan rambut panjangnya.


kemudian keduanya tertawa karena tingkah mereka. dan beberapa saat setelah menyelesaikan makan siang bersama-sama, mereka duduk di ruang keluarga sembari menonton TV sesuai permintaan Danayla.


"Mom" panggil Danayla pelan sambil menyandarkan kepalanya di pundak ibunya.


"Hem? ada apa sayang?" ucapnya sambil mengelus rambut Danayla.


"Mommy tau tidak? aku bertemu pria tampan Mom" ucapnya menggebu-gebu.

__ADS_1


"Jadi ini ceritanya anak cantik Mommy sedang jatuh cinta begitu?" meledek anak gadisnya itu.


"No bukan jatuh cinta Mommy! aku hanya mengagumi sosok laki-laki saja" tolaknya.


"Siapa?" tersenyum menatap anaknya.


"Siapa apanya Mom?" bingungnya.


"Siapa dia yang bisa membuat anak cantik Mommy sampai-sampai mengagumi laki-laki itu?"


"Aku tidak tau namanya" menjawab dengan lesu.


"Mengapa bisa?"


"Ya bisalah Mom, orangnya nya saja baru pertama kali aku melihatnya bagaimana aku bisa tau namanya jika begitu?." ucapnya kesal.


"Loh bagaimana ceritanya itu?."


"Pria itu aku lihat saat mobil yang aku tumpangi terkena lampu merah Mom." dengusnya kesal.


"Waktu aku tidak sengaja menolehkan kepala ku kearah jendela lalu di samping ku ada pria tampan itu, dia naik motor sport terus waktu Nay perhatiin dia ngelepas helm nya terus mainin rambutnya biar berantakan ughhh keren banget Mom." Pekiknya senang.


"Jadi anaknya Mommy ini jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pria yang ditemui saat lampu merah?." terkekeh geli melihat raut cemberut anaknya itu.


"ish bukan jatuh cinta Mommy, hanya mengagumi keindahan ciptaan Tuhan." sambil menaikturunkan alisnya menggoda Mommynya.


"HAHAHAHA" pecah sudah tawa mereka berdua.


"Kamu boleh jatuh cinta atau mengagumi seorang pria.


Tapi ingat, jika bukan jodoh jangan dipaksakan dan jangan terlalu mencintai seorang pria jika dia membuat mu sedikit saja kecewa pasti kamu tidak akan mudah melupakannya."


"Dan jika sudah seperti itu, yang ada kamu trauma dengan seorang pria dan kamu tidak akan mau menjalin hubungan dengan pasangan kamu nantinya." lanjut Olivia Johnson.


"Yes Mommy" sambil memeluk ibunya dari samping.


flashback off

__ADS_1


"ARGHHHH"


"Mommy jangan ninggalin aku Mom, aku gak mau sendiri disini hiks hiks aku mau Mommy" tangisnya tersedu-sedu.


__ADS_2