GABRIEL DIRGANTARA

GABRIEL DIRGANTARA
is there something?


__ADS_3

"Excuse me miss Holtzman" ujar Nathan menundukkan kepalanya berdiri didepan Annabelle.


Annabelle mendongakkan kepalanya kearah suara yang ada tepat dihadapannya. "Ya?" menatap Nathan bingung.


"Sorry to interrupt your moment" menatap wajah cantik Annabelle sekilas. "Uhm! may i ask a question?" ucapnya ragu-ragu.


masih ingatkah kalian dengan Nathan? iya dia salah satu teman dari Gabriel hahaha dunia sungguh sempit bukan?


Annabelle hanya menganggukkan kepala tanda telah memberikan izin kepada Nathan untuk bertanya kepadanya.


"Santai saja tidak perlu tegang seperti itu" ujar Annabelle dengan senyum manisnya menyandarkan punggungnya dikursi sofa sembari menunggu Nathan membuka suara.


"Sorry gue grogi" ucap Nathan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ekhm! gue umm gue ck!" ucap Nathan bingung. "****! gue bingung mau mulai dari mana tapi gue penasaran" sambungnya.


"Lo salah satu teman dari Danayla bukan? ekhm! maksud gue Mia Danayla Johnson" ujar Nathan menjelaskan.


"And then?" Annabelle memiringkan kepalanya melihat Nathan yang sedari tadi terlihat seperti seseorang yang sedang frustasi.


"Apa Danayla dekat dengan seseorang? maksud gue lawan jenis mungkin?" ucap Nathan mengecilkan suaranya diakhir kalimatnya.


"Baginya tidak ada special person" jelas Annabelle santai sembari melipat kedua tangannya didepan dada.


"Danayla hanya ingin fokus mengurus perusahaan uncle Mack dan juga masa lajangnya"


"Are you serious? not kidding right?" Ucap Nathan memicingkan matanya menatap Annabelle.

__ADS_1


"Percaya atau tidak itu hak anda" ujar Annabelle mengedikkan bahunya acuh.


Nathan langsung memangku dagunya dengan tangan kanannya sambil menatap Annabelle.



"Gue rasa lo sama teman-teman lo tidak beda jauh dengan dunia gue, right?" ucap Nathan secara frontal.


Annabelle langsung berdiri dari duduknya mencondongkan badan kearah Nathan yang masih duduk santai dihadapannya.


"Why? lo mau bermalam dengan gue?" ujar Annabelle menyunggingkan senyum miringnya.


Nathan menatap Annabelle dari atas hingga bawah dengan tatapan meremehkan. "Yakin


pelayanan lo bisa memuaskan?" ucapnya berdecih lirih.


Nathan mengernyitkan keningnya sembari menggigit bibir bawahnya mengalihkan pandangan kearah lain lalu kembali menatap Annabelle yang masih berdiri dihadapannya dengan wajah sombongnya.


bahkan banyak orang yang beralalu-lalang dihadapan mereka tetapi mereka sama sekali tidak terusik oleh itu, justru keduanya hanya fokus dengan masalah mereka berdua.


Annabelle berjalan kearah Nathan bak model yang sedang berjalan diatas catwalk. Kemudian mendudukkan dirinya dipangkuan Nathan yang sedang duduk menatap dirinya sedari tadi.


gaun yang tingginya hanya sebatas paha mulus wanita cantik itu naik mengikuti setiap pergerakan Annabelle.


"$10.000.000.000 1 jam" ucap Annabelle sembari menahan senyum ketika melihat Nathan melotot kaget dengan apa yang ia ucapkan.


"Lo mau buat gue bangkrut?" desis Nathan menatap tajam kearah Annabelle yang masih duduk diatas pangkuannya.

__ADS_1


"Gue rasa untuk harga segitu lo masih mampu" ucap Annabelle memiringkan kepalanya sembari tersenyum manis.


"1 jam saja sudah menguras dompet gue apalagi selama 24 jam? lo kira gue bodoh? $10.000.000.000x86.400 detik selama 24 jam" ucapnya kesal.


Annabelle terkekeh geli melihat raut wajah Nathan yang kesal karena ucapannya. "Bukankah waktu 1 jam saja sudah cukup? jadi tidak sampai menguras isi dompet lo" usulnya.


"Mana cukup dalam waktu 1 jam? belum sampai ke inti permainan jika seperti itu" dengus Nathan sembari memalingkan wajah kesalnya.


tangan nakal Annabelle pun tidak bisa diam jika sudah begini, ia dengan tak tau malunya bahkan dihadapan semua orang yang lewat diantara mereka pun dengan santainya menyusupkan tangan kanannya kedalam sweater rajut yang sedang dikenakan oleh Nathan.


"One...two... three...four...


five...six" ucap Annabelle menghitung abs yang dimiliki oleh Nathan. "Jangan ditahan nafasnya, rileks" sambungnya lagi dengan mata terfokus pada sweater rajut Nathan yang telah tersingkap sedikit ke atas karena ulahnya.



"**** Anna! jangan sampai gue menggagahi lo didepan mereka semua"ucap Nathan geram karena Annabelle terus-menerus memainkan abs miliknya menggunakan jari lentik wanita cantik itu.


"Lo ingin gue melakukannya?" tanya Nathan dengan mata menggelap, Annabelle seketika panik mendengar itu.


"Jangan gila"


Nathan terkekeh melihat reaksi panik wanita yang ada dipangkunya. See? baru digertak seperti itu saja sudah panik apalagi ia melakukan hal lebih dari itu? wanita ini hanya bisa menggoda tetapi jika ia yang balik menggoda maka wanita itu akan takut.


kemudian ia memilih untuk membawa tubuh Annabelle kedalam pelukannya. Mana bisa ia melakukan hal seperti itu? jika itu terjadi maka Daddy nya akan segera mendepak dirinya dari keluarga Blandino. Sungguh ia masih sayang dengan hidupnya.


"Gue sudah memikirkan hukuman apa yang cocok untuk lo wanita binal"

__ADS_1


__ADS_2