GABRIEL DIRGANTARA

GABRIEL DIRGANTARA
australia


__ADS_3

hari telah berganti dan bulan pun telah berlalu, sudah terhitung sejak terakhir kali pertemuan Gabriel dan Danayla 7 bulan yang lalu. Dan hubungan keduanya bisa dikatakan biasa saja? atau bisa dibilang sedikit bergerak ke arah yang lebih baik sekarang. Bahkan kerap kali sikap keduanya jika bertemu selalu bertegur sapa, kedekatan mereka pun jadi sorotan karena tidak jarang Gabriel memperlihatkan sikap romantisnya kepada Danayla, ia tidak peduli dengan apa yang orang pikirkan tentang dirinya karena fokus Gabriel hanya Danayla, Danayla dan Danayla.


pagi ini Gabriel berdiri dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celananya, sedang berdiri menatap pesawat perusahaannya yang sudah siap lepas landas menuju Australia. Kini Gabriel bersama Frans dan juga Bianca tengah menunggu kehadiran Danayla bersama sekretarisnya.


"Ma-maaf Riel, gue telat" ucap Danayla dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari dari parkiran menuju tempat Gabriel berada.


"Tidak masalah Danayla" sahut Gabriel lembut merapihkan tatanan rambut Danayla yang berantakan kemudian menyelipkan dibelakang telinga wanita itu.


"Ayo" ajak Gabriel menarik tangan Danayla lembut sambil berjalan ke arah pesawatnya.



dibelakang keduanya ada Frans dengan Bianca yang mengikutinya dan disusul oleh Jonathan.


kali ini mereka akan melakukan perjalanan untuk memastikan apakah jalanan menuju resort yang mereka bangun aman atau tidak. Karena beberapa waktu lalu, Jonathan dan juga Frans sudah melakukan pengecekan sebelumnya.


Gabriel mendapat laporan dari Frans dan juga Jonathan kalau 1 resort sudah selesai dibangun hingga siap huni sekarang dengan segala interior mewah yang sudah tersedia didalamnya. sedangkan sisanya 199 resort tengah dalam tahap pemasangan pelindung anti bocor dan pemasangan kaca anti peluru disekelilingnya.


"Gue masih bisa melakukannya Gabriel" desis Danayla tertahan saat Gabriel ingin memasangkan seat belt untuk dirinya.


Danayla mendengus kesal, dirinya hampir saja lupa bahwa pria ini adalah Gabriel. Si keras kepala yang tidak akan menerima bantahan dalam bentuk apapun yang bisa merubah perintahnya. Gabriel bahkan tidak merespon ucapan Danayla dan malah sibuk melanjutkan pergerakan tangannya memasangkan seat belt kepada tubuh Danayla.


"Riel"


"Boleh uncle Jo saja yang duduk disini? gue mau membahas mengenai perusahaan" ucap Danayla saat ia melihat Gabriel ingin mengambil posisi duduk disebelahnya.


Gabriel tidak memperdulikan ucapan penolakan yang keluar dari bibir cantik Danayla, ia langsung saja menjatuhkan bokongnya disebelah wanita itu."Di dalam pesawat ku ada larangan untuk membahas pekerjaan" ucap Gabriel tersenyum miring menatap Danayla kemudian kembali fokus dengan ponsel yang ia genggam. Entah sedang mencari apa yang pastinya Danayla tidak ingin mencampuri urusan Gabriel.


"Kamu sudah sarapan?" ucap Gabriel yang ditunjukkan untuk wanita yang ada disebelahnya tetapi pandangannya tak lepas dari ponsel milik pria itu.


Danayla menoleh menatap Gabriel dan mengangguk menanggapi ucapan pria itu. Walupun tidak dilihat oleh Gabriel tetapi ia tidak peduli karena sangat malas baginya untuk berbicara saat ini.

__ADS_1


"Sir Dewson, pesawat akan landing sebentar lagi" lapor seorang pramugari yang dibalas anggukan singkat oleh Gabriel.


akhirnya setelah 15 jam berada didalam pesawat menuju Australia, sebentar lagi mereka akan tiba di negeri kangguru itu.


Gabriel menoleh melihat Danayla yang tertidur sangat pulas disampingnya, tangan Gabriel terulur membenarkan rambut Danayla yang menutupi wajah cantik itu, merapihkan kemudian mengusapnya dengan pelan.


"Wake up, Danayla" bisik Gabriel pelan didekat telinga Danayla.


pria itu mencubit gemas pipi Danayla dengan bergumam pelan. "Wake up wake up wake up" gumamnya dengan tangan yang semakin gemas mencubit pipi tembam Danayla.


"Arghhh sakit Riel" bentak Danayla keras menjauhkan wajahnya dari jangkauan tangan Gabriel lalu menatap tajam Gabriel.


sedangkan Gabriel terkekeh melihat raut wajah Danayla, tangan miliknya terulur mengusap bekas cubitannya. "Cantiknya aku, kesakitan ya?" ucap Gabriel tersenyum dengan pandangan tak beralih dari Danayla, sedangkan wanita dihadapannya memutar bola matanya malas meladeni tingkah Gabriel yang semakin hari semakin menjadi.


"Jangan sentuh" sentak Danayla menghempaskan tangan Gabriel dari pipinya.


"Sorry my love" ucap Gabriel penuh sesal. "Kamu marah, Danayla?" menatap lekat wajah cantik Danayla.


"Danay..."


detik selanjutnya Frans langsung mengalihkan pandangannya karena Gabriel menatap tajam kearahnya. Apa Frans tidak bisa menunggu terlebih dahulu? biarkan ia dan Danayla menyelesaikan masalah mereka baru dia memberitahunya. Gabriel juga tidak sebodoh itu jika pesawat yang ditumpanginya sudah mendarat.


"Baiklah, Thank you Frans" ucap Danayla langsung melepaskan seat belt kemudian berjalan meninggalkan Gabriel bersama Jonathan yang dengan sigap mengikuti Danayla.


"You jerk" maki Gabriel kesal menatap Frans dengan sinis sebelum mengikuti langkah Danayla dari belakang.


dengan sigap bodyguard yang Gabriel mengarahkan Danayla menuju mobil yang akan membawa mereka menuju hotel untuk beristirahat. "Disebelah sini, Mrs Johnson"


"Kamu lapar?" tanya Gabriel yang sudah duduk disebelah Danayla.


"Dimana uncle Jo?"

__ADS_1


Gabriel berdecak kesal karena yang Danayla tanyakan bukan dirinya melainkan asisten wanita itu. "Di mobil belakang" ucap Gabriel malas.


"Danayla?"


"Berapa lama lagi kita sampai?" tanya Danayla yang membuat Gabriel melihat jam bertengger dipergelangan kirinya.


"Kurang lebih selama 1 jam" ucap Gabriel tersenyum kepada Danayla.


...----------------...


"Selamat beristirahat, Sir Dewson dan Mrs Johnson" ucap Bianca menundukkan kepalanya sekilas.


Danayla langsung masuk kedalam kamar tanpa mempedulikan orang-orang yang masih berdiam diri ditempatnya. Gabriel mengikuti kemanapun langkah Danayla. Ia bahkan terlihat seperti anak ayam yang kemana-mana selalu mengikuti induknya.


"Jangan mengikuti gue Riel" ucap Danayla kesal menahan dada Gabriel agar pria itu tidak ikut masuk kedalam kamar hotelnya.


Gabriel hanya diam bergeming ditempatnya, dirasa Danayla cukup lengah ia dengan cepat mendorong tubuh Danayla masuk kedalam kamar kemudian Gabriel menutup pintu kamarnya setelah sudah berada didalam kamar Danayla. Cara yang sangat cerdik bukan? Danayla bahkan sangat geram dengan segala tindakan yang dilakukan pria itu, tetapi apa boleh buat? semakin diladeni maka Gabriel semakin menjadi. Lebih baik ia biarkan saja.


Danayla melangkahkan kakinya menuju ranjang setelah menaruh Sling bag miliknya dan meletakkannya diatas nakas. Kemudian menanggalkan blouse yang ia kenakan lalu meletakkannya di sofa dekat dengan ranjang



Danayla membaringkan tubuhnya di ranjang, Gabriel hanya memperhatikan gerak-gerik Danayla diambang pintu dan belum beranjak dari tempatnya berdiri tadi.


"Kamu mau tidur?" tanya Gabriel yang kini berjalan menuju ranjang setelah melepaskan pakaian atasnya dan sekarang hanya menggenakan celana panjang hitam saja.



"Danayla" panggil Gabriel tetapi tidak dapat sahuttan dari Danayla.


Gabriel membaringkan tubuhnya disebelah Danayla, tangan nya terulur mengusap wajah Danayla dengan buku jarinya. "My beautiful Danayla? kamu beneran tidur?" panggil Gabriel sekali lagi untuk memastikan.

__ADS_1


Danayla berdecak dalam hati karena Gabriel selalu menganggu waktunya. "Gue butuh istirahat, Gabriel. Bisa lo diam sekarang?" ucap Danayla dengan mata terpejam.


"I know i know, Danayla" ucap Gabriel terkekeh, kemudian menarik tubuh Danayla agar mendekat lalu mendekapnya erat dari belakang sambil menutup matanya ikut mengistirahatkan tubuhnya.


__ADS_2