GABRIEL DIRGANTARA

GABRIEL DIRGANTARA
grieve


__ADS_3

Danayla berdehem pelan sebelum melanjutkan ceritanya. "What should I do? should I cry in front of them or kneel to get them to cancel the trial?" ucap Danayla menatap kedua temannya dengan mata berkaca-kaca.


"This hurts so much, don't they think about how I feel? why only the ego is put forward? why not his son's feelings? did they forget that they have children?" ujar Danayla beruntun dengan meremas dadanya menahan sesak yang menerjang tubuhnya.


"Sick, very sick" isak nya pelan.


"Oh, baby! cry now, tomorrow make sure there will be no more crying. Because your cry is very precious baby." ujar Annabelle memeluk erat Danayla dari samping dan mengusap-usap punggung belakangnya lembut.


"There is me and Belle, Danayla.


We will always be by your side, comforting you until you forget how to grieve, because both of us will always make you happy." ujarnya wanita yang satunya lagi dan ikut memeluk keduanya.


"hiks hiks gu-gue rindu dad and mom hiks rindu can-canda tawa kita du-dulu, wa-waktu gu-gue kecil hiks hiks wa-waktu itu dad and mom sa-sayang banget sa-sama Nay. Nay bahagia ba-banget waktu itu, karena hiks ka-karena dad and mom ti-tidak pernah sekalipun ber-bertengkar hiks hiks hiks ta-tapi se-sekarang, dad and mom se-selalu bertengkar hi-hingga Nay tidak lagi me-merasakan kasih sayang me-mereka hiks hiks." tangis Danayla saat itu pecah di pelukan kedua temannya.


"suttttt, Nay tidak sendiri kok, ada Belle dan juga Charlotte untuk Nay. Kita sayang banget sama Nay, banyak yang sayang juga sama Nay termasuk Mami dan Papi Belle. Mama dan Papa Char juga, Nay." ujar Annabelle pelan menahan isak tangisnya, tapi air menetes terus dari kedua mata cantiknya.


"apa Nay tidak pantas un-untuk bahagia? hiks hiks I hate my weak self, I hate myself who can only cry. I'm stupid, I'm useless, I'm disgusting." ujar Danayla sembari berteriak keras, menjambak rambutnya dengan kedua tangannya.


menendang meja didepannya hingga gelas-gelas kaca dan yang lainnya jatuh kelantai berserakan, meja pun terbalik dari tempatnya tadi.


"BRAK"


"PRANG"


"PRANG"


"ARGHHHH"

__ADS_1


Danayla menjerit keras. "Gue benci diri gue yang lemah, gue benci hiks hiks" teriak nya bak orang yang kesetanan.


karena kekacauan yang telah dibuat oleh Danayla didalam club ternama D'wson pun, hening seketika. Semuanya tidak ada yang berani mendekati ketiga wanita cantik itu, bahkan untuk menghentikan kekacauannya pun tidak.


"HENTIKAN DANAYLA" Anabelle membentak Danayla yang mulai kehilangan kontrolnya.


dan bukannya berhenti malah semakin menjadi, bahkan Danayla melemparkan semua alkohol-alkohol mahal yang ada didepan matanya.


"Lo hancurin isi didalam club ini juga tidak akan bisa merubah keputusan kedua orangtua Lo Nay" ujar charlotte memandang kesal Danayla.


bagaimana tidak? Danayla jika sudah lepas kontrol pasti dia dan juga Annabelle yang akan disusahkan olehnya, entah harus mengganti rugi semua kerusakan atau merendahkan diri sendiri karena Danayla telah membuat orang asing babak belur.


"Berhenti membuat kekacauan!! Lo jangan hanya bisa membuat orang lain susah karena diri Lo sendiri Danayla" Ujar Annabelle dengan mulut pedasnya.


"Rubahlah diri Lo sendiri, berusaha mandiri dan jangan terus bertergantungan dengan orang-orang disekitar Lo. Jika Lo terus seperti ini, kapan Lo akan sukses?" lanjut Annabelle memberikan wejangan kepada Danayla.


"Tidak selamanya kita akan terus disamping Lo, jika bukan diri Lo sendiri yang berusaha untuk melindungi diri lalu siapa lagi?" manatap Danayla yang hanya duduk diam sambil menekuk lutut nya dan menatap kosong kedepan.


"Ini untuk membayar semua kerusakan yang telah dibuat oleh teman saya Sir" ucapnya sambil menyerahkan black card nya kepada pelayan disana.


sementara itu, dilantai atas diruang VIP yang disekeliling dindingnya menggunakan kaca. Sehingga apa yang terjadi dilantai bawah dan sekitarnya bisa terlihat dari atas sini.


dari awal ketiga wanita cantik itu memasuki club ini, sepasang mata tajam namun indah sudah memperhatikan gerak-gerik mereka hingga detail. Bahkan ketika kedua wanita seksi yang menghampirinya hingga duduk dikedua pangkuannya tidak dihiraukan olehnya.


pandangan matanya sangat fokus terhadap wanita cantik yang sedang membuat kekacauan diclub miliknya itu.


"Kau sangat tampan dan juga hot Sir" ujar wanita yang ada dipangkuan sebelah kanan seseorang yang dibicarakan itu.

__ADS_1


"Memerlukan bantuan kami Sir? kami siap kapanpun untuk melayani mu" wanita dipangkuan sebelah kiri ikut menambahkan.


sedangkan sesosok pria yang berwajah datar yang tak jauh dari mereka duduk, sedang memperhatikan tuannya yang selalu dikelilingi oleh wanita-wanita seksi seperti itu sudah hal yang biasa bagi penglihatannya.


namun walaupun tuannya selalu dikelilingi oleh wanita-wanita seksi, sama sekali tidak ada yang berani mengajak tuannya melakukan hal lebih dari itu. Walaupun brengsek tetapi masih menghormati juga begitu pikir Pria berwajah datar itu.


"Don't cross your limit" suara berat seseorang menghentikan gerakan wanita seksi itu saat ingin menyentuh kejantanannya yang masih tertutup oleh celana kerja yang dikenakan olehnya.


walaupun tatapan mata orang itu tertuju kepada wanita cantik dibawah sana, tetapi tingkat kepekaannya terhadap disekelilingnya sangat kuat sehingga mengetahui apapun yang akan terjadi nanti.


"Jangan coba-coba untuk menyentuhku lebih jauh lagi" langsung menatap kedua wanita seksi dipangkuan nya dengan tatapan membunuhnya.


laki-laki berwajah datar yang sedari tadi melihat apa yang terjadi, langsung berdiri dari duduknya untuk menghampiri tuannya itu.


"Silahkan tinggalkan tempat ini nona" ujarnya tenang mempersilahkan kedua wanita seksi itu meninggalkan tempat tersebut.


saat kedua wanita itu pergi dari tempatnya, laki-laki itu dengan sigap berdiri di samping tempat tuannya duduk yang bahkan sejak tadi tidak beranjak sedikitpun dari duduknya.


"Anda membutuhkan sesuatu Sir?" menunduk sopan disebelah laki-laki yang masih fokus menatap kekacauan dibawah sana.


"Seorang wanita telah mengacaukan semua fasilitasku" jawab laki-laki itu datar. "Aku tidak ingin ada wartawan atau apapun mengetahui kejadian ini, jadi cepat bereskan kekacauan yang telah diperbuat oleh wanita itu sekarang" mengambil sebotol wine yang telah dibuka tutupnya dan meneguknya langsung dari botol itu.


"Baik, Sir" membungkuk hormat sebelum melangkahkan kakinya menjauhi tuannya untuk menelpon seseorang.


"Baiklah" ujarnya sembari menutup telpon, dan kembali menghampiri tuannya yang sedang sibuk dengan ponsel ditangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang sebatang rokok.


"Semuanya sudah beres Sir" saat sudah sampai didekat laki-laki itu.

__ADS_1


sedangkan laki-laki yang duduk santai itu tiba-tiba berdiri dari duduknya, dan merapikan kemeja hitam yang telah dikenakan oleh laki-laki itu. Berjalan terlebih dahulu keluar dari ruangan VIP, sehingga melewati orang-orang yang sedang berkerumunan ditempat kekacauan itu terjadi.


Hanya melirik sekilas dengan tak minat kearah ketiga wanita cantik yang sedang menjadi pusat perhatian disekelilingnya. Sembari mengedikkan bahunya acuh, sambil terus melanjutkan langkah kakinya keluar dari tempat itu dengan menggunakan kacamata hitamnya. Menghampiri sebuah mobil Rolls-Royce Boat Tail yang sudah terparkir rapi didepan pintu keluar club tersebut, dan masuk kedalamnya saat sang asisten pribadi membukakan pintu untuk dirinya.


__ADS_2