
"Gue mau pulang Gabriel" pekik Danayla keras karena sedari tadi Gabriel hanya menatapnya bahkan untuk mengeluarkan sepatah katapun tidak ada.
"Ayo pulang"
"Gabriel, pulang"
"Mr. Dewson mau pulang"
seperti itulah segala rengekan Danayla yang tidak dibalas oleh Gabriel, ia hanya diam sembari meneguk alkohol miliknya sambil menghisap rokoknya dalam-dalam kemudian menghembuskan asapnya asal ke udara.
Danayla merangkul lengan kekar Gabriel, menjatuhkan kepalanya dipundak lebar pria itu. Dimana sang empunya hanya diam tidak merespon sedikitpun. "Gue mau pulang, Riel" ucapnya dengan suara yang terdengar serak.
tak lama setelah itu Danayla terisak pelan dengan bibir yang mengumamkan kata pulang terus-menerus serta rengekan tak luput dari pendengaran pria itu.
"Kenapa?" tanya Gabriel cepat ketika sudah mendengar isakan yang keluar dari bibir Danayla, juga tangan perempuan itu yang terus berusaha menghapus jejak air matanya.
Gabriel memiringkan sedikit tubuhnya guna untuk dapat merangkul pundak Danayla kemudian mengusap lengan wanita disebelahnya lembut, lalu menyingkirkan tangan Danayla yang menutupi wajahnya yang terlihat memerah karena menangis.
"Kenapa menangis, hm?"
Danayla memicingkan matanya menatap Gabriel, terlihat jejak air mata masih menggenang disekitar lingkaran matanya. Tapi ia tidak memperdulikan hal itu, yang ia inginkan hanya bagaimana cara agar ia cepat sampai mansion dan merebahkan tubuhnya di ranjang kesayangannya.
"Lo tanya kenapa? gue mau pulang sekarang" ucap Danayla dengan suara yang bergetar.
"Kalau tidak mau mengantar gue, bilang dari tadi. Percuma gue mohon-mohon sama lo kalau lo nya gak mau nganterin" ucap Danayla kesal dengan sesegukan.
Danayla beranjak dari tempatnya, sebelum melangkah meninggalkan ke-3 pria itu, ia sempat melemparkan jas Gabriel yang tersampir dipundaknya dan alhasil jatuh dipangkuan sang empunya.
secepat kilat Gabriel menarik pergelangan tangan Danayla sedikit kencang tetapi tidak sampai menyakiti tangan cantik itu. Danayla yang tidak ada persiapanpun terjatuh sehingga duduk di pangkuannya.
"Port wine" ujar Gabriel kepada bartender yang kebetulan ada dihadapannya.
Gabriel melihat pesanan yang ia pesan sudah ada dihadapannya kemudian Gabriel mendekatkan gelas itu kearah bibir Danayla lalu mendorong paksa.
__ADS_1
"Minum" ucapnya sambil menatap Danayla.
Danayla langsung menelan habis cairan yang diberikan Gabriel dengan cepat, karena tenggorokannya sangat kering, ditambah dengan drama menangis yang ia buat tadi, bertambah keringlah tenggorokan wanita itu.
Nathan terkekeh melihat interaksi 2 orang dihadapannya.
"Jangan galak-galak Riel, yang ada dia takut sama lo" ucap Nathan membuat Gabriel terkekeh pelan.
"Niat gue emang gitu"
Yonantan yang sedari tadi hanya diam lantas mendekatkan dirinya. "What's your name sweetie?" ucap Yonantan sembari mengulurkan tangannya kehadapan Danayla.
Danayla menoleh kearah suara dan langsung tersenyum manis. "Danayla" ucap Danayla dengan tangan kirinya merangkul pundak Gabriel, sedangkan tangan kanannya membalas uluran tangan Yonantan.
"Wah rupanya dia tidak kuat minum Riel. Parah lo anak orang lo buat mabuk" ucap Yonantan saat memperhatikan mata Danayla yang mulai terlihat agak sedikit memerah.
Gabriel menggelengkan kepalanya sembari terkekeh untuk merespon ucapan Yonantan yang ditunjukkan kepadanya. Dengan pelan ia menyenderkan kepala wanita itu agar bersandar di dada bidangnya lalu mencium punggung tangan wanita itu singkat.
"My beautiful Danayla" bisik Gabriel didekat telinga wanita itu. "You okay?" ucap Gabriel sembari mengangkat dagu lancip Danayla untuk menghadap kearahnya.
Danayla tidak menjawab, melainkan langsung memeluk leher Gabriel erat ketika tenggorokannya terasa panas.
"Minum" ucap Gabriel kembali menyodorkan gelas yang sudah terisi penuh, tanpa bantahan Danayla langsung meminumnya hingga tandas.
"Kenapa?" tanya Gabriel mengusap punggung Danayla lembut ketika wanita itu mengusal-ngusal wajahnya dileher Gabriel.
Danayla semakin erat memeluk leher Gabriel, masa bodoh dengan kehadiran ke-2 teman Gabriel. Toh mereka sudah sibuk dengan wanita bayaran mereka masing-masing.
Gabriel menarik wajah Danayla agar wanita itu menghadap kearahnya. "Kenapa, hm?"
"Mau pulang" rengek Danayla membuat Gabriel tersenyum miring lalu bangkit dari duduknya dan memeluk pinggang Danayla posesif.
__ADS_1
Yonantan terkekeh melihat wajah cemberut Danayla. "cewek lo cepat bosenan Riel"
"Makanya gue tidurin dulu, biar gak rewel"
...----------------...
keduanya telah berada didalam mobil Gabriel dengan Danayla yang masih berada diatas pangkuan pria itu. Yang ternyata sejak ia gendong, Danayla sudah terlelap dalam tidurnya. Lalu menekan pedal gas kuat agar mereka lebih cepat sampai di mansion wanita itu.
sesampainya didepan mansion Danayla, Gabriel terdiam menatap mansion itu. Dengan sebelah tangannya yang memeluk erat pinggang Danayla dan sebelahnya lagi memegang setir mobil, Gabriel kembali melajukan mobilnya kearah gerbang utama mansion Danayla.
"Apa ada kepentingan dengan Nona Danayla, Mr.?"
"Iya. Nih orangnya lagi tidur" ucap Gabriel menunjuk Danayla dengan dagunya
di karena Danayla masih tertidur pulas diatas pangkuannya. Satpam yang sempat menghampirinya langsung membuka gerbang lebar-lebar dan mempersilahkan mobil Gabriel masuk.
"Biar saya bantu, Mr Dewson"
sontak Gabriel yang baru menutup pintu mobil langsung menoleh. "Tidak masalah, tunjukkan saja dimana letak kamar Danayla" ucap Gabriel cepat.
"Baik. Silahkan ikuti saya"
"Ini kamar Nona Danayla, Mr Dewson" ucapnya sembari menunjuk pintu kamar Danayla.
"Buka" ucap Gabriel langsung.
pria itu meletakkan Danayla dengan hati-hati di atas ranjangnya, kemudian Gabriel melepaskan high heels yang dikenakan oleh Danayla dan meletakkannya di bawah ranjang setelah itu Gabriel langsung menyelimuti seluruh tubuh Danayla sampai sebatas dada. Tak lupa juga Gabriel mengatur suhu kamar agar Danayla nyaman dalam tidurnya.
Gabriel melihat seluruh isi kamar Danayla dan tatapannya langsung berhenti di foto yang tertempel di dinding kamar Danayla.
Gabriel kembali menatap Danayla dan sedikit membungkukkan badannya guna untuk mengecup kening Danayla sekilas sebelum beranjak pergi meninggalkannya. "Until we meet again my love" ucap Gabriel sebelum benar-benar pergi dari kamar Danayla.
__ADS_1
Gabriel menuruni tangga dengan bersiul-siul, kunci mobil yang ada ditangannya ia putar-putar kan dijari telunjuknya. Mungkin hatinya sedang sangat senang sehingga Gabriel tidak memperdulikan tatapan heran dari seluruh maid Danayla yang melihatnya seperti itu.