
dengan nafasnya yang masih menderu sempurna, Gabriel menjatuhkan dirinya disebelah Danayla kemudian menarik lengan Danayla mengikis jarak diantara keduanya. lalu tangan yang satunya lagi bergerak menarik selimut agar menutupi tubuh polos mereka.
"Te amo" bisik Gabriel sembari menghirup wangi Danayla dalam-dalam setelah mendaratkan kecupan singkat di dahi wanita itu.
kadang Gabriel heran dan bertanya-tanya sendiri, mengapa dirinya bisa sangat tergila-gila dengan Danayla? apa yang telah wanita itu perbuat sehingga pria seperti dirinya bisa menyukai wanita yang ada disebelahnya ini? jadi tidak salahkan Gabriel kalau pria itu selalu ingin memasuki Danayla?
"I feel like I want to enter you again"
"Gabriel" sentak Danayla memukul dada Gabriel karena kesal. Gabriel dan sikap mesumnya itu sangat menyebalkan.
Gabriel terkekeh geli melihat respon wanita itu kemudian mengecup bibir Danayla sekilas. "Kamu memang bukan satu-satunya wanita yang pernah aku puaskan sayang. I'm even more lecherous than what you think, and i always change partners when I'm bored"ujar Gabriel pelan, tapi Danayla mendengarnya dengan jelas.
"Three times a day if I want, and even that doesn't make me enough and before I'm satisfied I'll get it out to Frans. He always takes care of everything about me. No one even knew about it, including my parents, because Frans had arranged it without a trace" lanjut Gabriel membuat Danayla terdiam beberapa saat untuk mencerna ucapan pria itu.
"You are the first to make love to me, the first to see my cock and the first woman I kiss directly with my lips" ujar Gabriel menatap intens wajah cantik Danayla yang begitu dekat dengannya.
jadi selama ini dirinya bukan yang pertama untuk Gabriel? yah walaupun hal seperti itu bukanlah hal yang tabu untuk orang-orang di Amerika tetapi Danayla sosok yang dibesarkan oleh didikan ketat Mackenzie dan Olivia yang dimana keluarga mereka menjunjung tinggi sebuah kehormatan mereka. Danayla sempat tak percaya tapi bukankah Gabriel sosok yang tidak suka dikekang? jadi sudah pasti pria itu gemar melakukan hal yang dia inginkan termasuk juga dengan bergonta-ganti pasangan.
Danayla menatap Gabriel dengan matanya yang mulai memanas.
"My beautiful Danayla, don't cry" ucap Gabriel meraih dagu wanita itu agar menatapnya. Gabriel terkekeh pelan melihat mata Danayla yang sudah memerah dengan jejak air mata dikedua pipinya.
__ADS_1
"Why do you have to cry, hm?
Danayla menggeleng pelan, kemudian memeluk tubuh Gabriel erat. Terisak keras didalam pelukannya. Sedangkan Gabriel membiarkannya dan memilih mengelus punggung terbuka Danayla lembut.
"Riel, jangan lagi" rengek Danayla semakin menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Gabriel.
Gabriel terkekeh pelan. "Jangan apa, sayang?" tanya pria itu justru semakin membuat Danayla menangis keras dipelukannya.
"Jangan bermain wanita lagi"ucap Danayla menatap Gabriel dengan hidung yang memerah lucu usai menangis.
"Ya, sayang" Gabriel mengangguk kemudian kembali menarik pelan kepala Danayla agar bersandar di dada bidangnya.
melempar semua benda yang ada didekatnya hingga hancur kemudian kembali menangis setelah semua rencana yang dia perbuat selalu gagal.
matanya menatap tajam kearah bingkai foto yang sangat besar hingga memenuhi sebagian dinding kamar, sebuah foto yang menampilkan wanita cantik yang tengah tersenyum manis ke arah kamera.
beberapa detik kemudian dirinya kembali menatap sendu ke arah foto itu dan kembali lagi menatapnya tajam, hal itu dia lakukan berulang-ulang sampai dirinya mendekati foto besar itu dengan sebelah tangan mengusap foto itu dengan penuh hati-hati sambil tersenyum samar.
"Mengapa sangat sulit untuk memilikimu, hm? semuanya sudah aku singkirkan tapi mengapa masih ada yang berani mendekatimu?"
"Aku mencintaimu dan itu artinya kamu harus menjadi milikku, sayang" lirihnya sambil tersenyum samar.
__ADS_1
beberapa detik melihat kearah foto itu sambil tersenyum, wajahnya kini berubah datar dengan tatapan yang kian menajam entah karena apa. Sebentar lagi, sebentar lagi ia akan mendapatkan wanitanya.
sedikit lagi kebahagiaan yang selama ini ia idam-idamkan akan ia dapatkan.
...----------------...
"Finally" pekik seseorang yang sedari tadi duduk diam memandang komputer hadapannya dengan raut wajah yang luar biasa senang. Bahkan saking senangnya dirinya tidak sadar hingga melompat kegirangan.
"I got you"
"Pantas sulit ditemukan, ternyata dia sangat pintar untuk bersembunyi. Gabriel, heh" ujarnya sinis menatap layar komputernya.
"Setelah berbulan-bulan lamanya mencari, akhirnya ku temukan juga, Gabriel Dirgantara Dewson" ujarnya manatap lurus kedepan.
"I want to kill you" desisnya penuh dendam. Sekarang sosok itu menjelma layaknya seorang psikopat.
"Bersenang-senanglah sekarang, tapi nanti tidak akan ku biarkan kau merasakan indahnya hidup lagi"
"Akan ku balas semua yang telah kau perbuat kepada keluarga Johnson, kematian mungkin sangat baik bagimu tapi tidak akan kubiarkan kau mati begitu mudah. Membuat mu sengsara mungkin lebih tepatnya" ucap Jonathan. Yah orang itu adalah Jonathan, asisten setia Mackenzie yang saat ini baru mendapatkan informasi tentang seseorang yang sudah berniat jahat kepada keluarga Johnson.
"Tuan, aku sudah mendapatkan informasinya dan akan ku pastikan orang itu merasakan hal seperti yang anda rasakan, tuan" lirihnya menatap langit-langit ruangan di meja kerjanya.
__ADS_1