
Danayla sibuk melihat semua foto-foto, yang diperlihatkan oleh asisten pribadi Daddynya. Ia meneliti satu persatu foto itu, yang dimana terlihat kalau didalam foto itu ada wanita cantik yang menyandang gelar sebagai Mommynya, sedang tertidur pulas dengan seorang pria yang tidak diketahui siapa orang tersebut.
"Jadi? Daddy rela menembak dirinya sendiri untuk ikut bersama Mommy?" tanyanya dengan mata terfokus pada foto dikedua tangannya.
"Iya Nona" ucapnya tegas.
"Karena foto ini, mereka selalu bertengkar?" sambil menatap asisten pribadi Daddynya itu.
dan sekali lagi dijawab dengan jawaban yang sama oleh asisten pribadi Daddynya itu.
"Daddy terlalu ceroboh! apa dia tidak tau jika foto ini hanyalah sebuah jebakan seseorang? bisa-bisanya Daddy percaya pada foto ini. Bahkan penjelasan dari Mommy pun tidak mau Daddy dengarkan" ucapnya
menggebu-gebu.
"Lihatlah uncle Jo, walupun foto ini Mommy terlihat sedang tidur berdua bersama laki-laki lain, tapi apakah Daddy tidak bisa percaya sedikit saja kepada Mommy? mengapa harus menggunakan ego masing-masing untuk menyelesaikan masalah keduanya?" menunjukkan foto yang ada ditangannya kepada asisten pribadi Daddynya.
__ADS_1
"Masalah orang tua selalu berbeda dengan masalah anak muda. Dan itu yang membuat ku malas untuk belajar menjadi dewasa" menaruh foto yang dipegangnya, kemudian berjalan ke arah meja kerja Daddynya, dan duduk di kursi kebesaran milik Daddynya.
"Tapi nona..." ucapnya terpotong karena Danayla mengisyaratkan agar ia tidak melanjutkan pembicaraannya.
"Mau menjelaskan apa lagi uncle? bukankah semuanya sudah jelas?" menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi, menaikkan kedua kakinya ke atas meja kerja dan mulai melihat berkas-berkas perusahaan.
"Apa klien-klien Daddy sudah mengetahui beritanya?" ucapnya sambil membolak-balikkan berkas yang ada di tangan kirinya.
"What?" menaikkan kedua alisnya pertanda bertanya.
"Apakah nona bisa menggantikan posisi tuan Johnson? karena tuan sudah menyerahkan sepenuhnya kepada anda nona, anak satu-satunya" lanjutnya lagi.
"Aku tau uncle! tapi, aku ingin keberadaan ku dibalik layar saja, bagaimana? " menatap asisten Daddynya itu.
__ADS_1
karena asisten setia ayahnya itu hanya diam saja, tidak membalas ucapannya terpaksa ia menjelaskan maksud dari perkataannya barusan. "Uncle saja yang mengambil alih semuanya, tapi aku akan tetap memantau perkembangan perusahaan dari belakang, karena aku ingin tau apakah ada kubu musuh yang menyamar sebagai karyawan di perusahaan Johnson atau tidak. Dan aku juga ingin mengungkap siapa pelaku yang sudah membuat hubungan kedua orangtua ku renggang"
"Aku juga yakin, dibalik kecelakaan yang dialami oleh Mommy itu ada dalangnya. Mobil itu pasti disabotase oleh seseorang, dan sangat mustahil mobil keluarga Johnson bisa membahayakan keselamatan si pengemudi, karena aku sendiri yang melihat setiap harinya, sebelum dibawa kemanapun pasti dicek terlebih dahulu oleh orang kepercayaan Daddy. Dan juga tidak ada yang berani berkhianat terhadap keluarga Johnson di dalam mansion ini, karena aku tau pasti setiap ingin masuk kedalam mansion ini atau siapapun yang sudah terikat dengan keluarga Johnson apapun itu jabatannya, pasti selalu ditanamkan bom pada diri mereka masing-masing" jelasnya panjang lebar.
"Tidak lebih dari setahun nona! saya akan memberikan anda waktu dalam setahun untuk melakukan sesuai tindakan anda, selepas dari itu, anda harus mengambil alih perusahaan. Karena perusahaan juga membutuhkan anda sebagai pemimpin yang baru" putusnya mutlak.
"What the hell?, uncle Jo! aku juga masih ingin menghirup udara bebas, aku tidak mau waktu ku terbuang sia-sia hanya untuk duduk di kursi ini uncle" bantahnya.
"Mau tidak mau anda harus menggantikan posisi tuan Johnson nona, karena anda lah yang menjadi harapan saya" ucapnya sekali, dan setelah itu pergi meninggalkan Danayla yang masih syok akibat keputusannya itu.
"Sial! lebih baik aku melarikan diri setelah ini. Dia kira gampang mengurus perusahaan? gue masih ingin menikmati masa muda gue kali, tidak menghabiskan waktu dengan menandatangani kertas-kertas dan duduk berjam-jam di kursi putar ini" dengusnya, seraya mengepalkan kedua tangannya.
"Saya masih mendengar apa yang anda katakan nona! dan jangan pernah mempunyai pikiran untuk melarikan diri. Karena dimana pun anda berada, bahkan jika nona mau bersembunyi di lubang semut sekalipun, pasti akan mudah saya temukan. Jadi silahkan, lakukan apa yang anda mau tapi setelah itu, apa tau hal apakah yang akan terjadi?" ucapnya di depan pintu.
"Saya menunggu apa yang anda perbuat nona Mia Danayla Johnson" memberikan senyum miringnya sekilas, dan setelah itu ia benar-benar pergi meninggalkan Danayla seorang diri didalam ruang kerja itu, setelah menutup pintunya.
__ADS_1
"Oh good! dia lebih menyeramkan dari pada Daddy" gumamnya lirih.