GABRIEL DIRGANTARA

GABRIEL DIRGANTARA
crying?


__ADS_3

keadaan Gabriel saat ini sangat kacau, bahkan pria itu terlihat seperti seseorang yang kehilangan semangat hidup nya. Saat baru tiba di bar yang biasa pria itu datangi, ia langsung memesan beberapa botol alkohol sebagai pelampiasan nya.


bahkan ke-2 teman nya sedari tadi hanya menatap Gabriel dengan pandangan aneh sekaligus bingung? yah mungkin. Yonantan dan juga Nathan sesekali berbisik membicarakan ada apa dengan Gabriel. Tidak biasa nya pria satu itu terlihat kacau, karena biasanya diantara mereka ber-3 Gabriel lah yang terlihat bisa mengontrol emosi nya menyembunyikan dibalik wajah tampan pria itu.


Jadi jangan mudah tertipu oleh Gabriel, karena kita tidak tahu bagaimana dia marah atau tidak, karena pria itu sangat pandai dalam memainkan raut wajah nya.


"I do not do anything" lirih Gabriel dengan melipat kedua tangan nya diatas meja, kepala nya menelungkup pada lipatan tangan. "Trust me! I'm not a killer" ucap Gabriel disertai isak tangis nya.


"No, not me! I can't kill someone, if that person doesn't interfere with my life first" Gabriel menggeleng pelan membantah nya. "It wasn't me who killed them, not me!"


"Lo, kenapa dah?" tanya Yonantan yang sejak tadi heran melihat tingkah Gabriel. Pria itu menangis? what the hell? apakah ini tanda bahwa sebentar lagi kehidupan tenang nya akan terganggu? terganggu oleh sikap menyebalkan Gabriel maksud nya.


tak lama Gabriel menangis, mengeluarkan isakan yang membuat kedua teman nya terkejut bukan main. Karena tangisan itu, Nathan menghampiri Gabriel dan duduk disebelah nya.


"Lo, kenapa Riel?"


"Hiks hiks hiks" isak Gabriel dengan tangis sesenggukan nya. "Gue sedih, Han... hiks"


Nathan hanya bisa mengerjabkan mata nya beberapa kali, sebelum menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan. "Lo? sedih? emang bisa?" tanya Nathan dengan suara mengejek nya yang sangat kental.


Yonantan yang duduk tidak jauh dari ke-2 nya langsung tertawa keras mendengar ungkapan Gabriel. Ada apa dengan pria itu? sungguh ini pertama kali nya Gabriel bertingkah seperti ini.


"Lo, bangkrut? atau di usir dari keluarga Dewson oleh Daddy lo?" tanya Yonantan asal.


Gabriel yang kala itu masih dalam posisi menelungkup kan kepala nya dilipatan tangan sontak saja langsung duduk tegak lalu bersiap melemparkan botol alkohol yang telah kosong ke arah Yonantan.


"Eh, eh... gue nanya goblok" ucap Yonantan panik. "Taruh dulu, anjing. Jangan main lempar aja, kan gak lucu kalo muka tampan gue berdarah-darah"


"Lo tau gue lagi sedih, gak sih?" ucap Gabriel kesal kembali meletakkan botol kosong nya diatas meja.


"Karena?" tanya Nathan yang sedari tadi hanya diam.


"Gue di tuduh pembunuh" ucap Gabriel lirih. "Gue berani sumpah, Han. Gue tidak mengetahui apapun tentang insiden itu. Dan bukan gue yang membuat keluarga Johnson meninggal" lanjut Gabriel sembari menghempaskan tubuh nya di sandaran sofa.

__ADS_1


"Keluarga Johnson? apa itu Danayla Johnson? teman nya istri gue?" tanya Nathan beruntun kepada Gabriel.


Gabriel hanya berdeham menjawab pertanyaaan Nathan. Pria itu heran mengapa bisa Danayla menuduh nya? sedangkan ia saja saat itu sudah berada di rumah pribadi nya.


"Udah lah, untuk apa lo memikirkan wanita itu? lebih baik lo bersenang-senang dengan pelacur di sini" ucap Yonantan memberikan saran.


"Apa lo mau gue cari kan?" tanya Yonantan lagi.


Gabriel mengangguk mengiyakan ucapan Yonantan masih dengan posisi awal nya yang bersandar di sofa sambil menutup mata nya. Nathan menggeleng pelan melihat ke-2 teman nya yang masih suka bermain dengan wanita panggilan.


"Lo mau juga, Han?" tanya Yonantan menggoda Nathan yang sedang menuang kan alkohol kedalam gelas nya.


"Istri gue, jauh lebih menarik dari pada pelacur lo" ucap Nathan santai sambil menyesap alkohol nya.


...----------------...


"Apa anda mau bermain di sini, Sir" tanya seorang wanita cantik yang sedang duduk di sebelah Gabriel.


"Apa lo bisa membuat gue puas?" tanya Gabriel menatap wanita disamping nya, yang dimana ia lihat, wanita itu membusung kan dada nya dengan menggigit bibir bawah nya agar terlihat menggoda di mata Gabriel.


kapan lagi ia dapat klien yang setampan dan sekaya Gabriel? dan pasti nya ia yakin, jika Gabriel di ranjang pasti lain dari klien-klien yang lain. Lihat saja postur tubuh pria itu, gagah sekali, jika ia di bawah kungkungan nya, pasti ia akan pasrah memberikan nya.


"Lakukan disini"


"Tapi, Sir? anda yakin disini? ucap wanita itu ragu.


"Why? lagi pula ini private room, dan juga teman gue sibuk dengan urusan mereka sendiri" ucap Gabriel santai.


wanita yang ada disebelah Gabriel, mulai mengulurkan tangan nya untuk membuka kancing kemeja pria itu. Dengan cepat wanita itu duduk di atas pangkuan Gabriel tepat menduduki kepemilikan Gabriel. pria itu hanya menatap datar wanita yang ada di pangkuan nya, ia sama sekali tidak bernafsu dengan wanita ini, tapi apa salah nya juga untuk mencoba? siapa tahu dengan begini, bayang-bayang Danayla segera hilang dari pikiran nya.


sampai di kancing ke-3, wanita itu menghentikan gerakan tangan nya. Ia meletakkan telapak tangan nya di dada Gabriel dengan pelan dan sedikit menekan memberikan reaksi menggoda. Kemudian wanita itu menatap Gabriel yang sejak tadi hanya menatap diri nya, dengan malu-malu karena di tatap intens oleh Gabriel wanita itu mendekat kan wajah mereka agar ia dapat mencium bibir pria itu.


saat bibir mereka bersentuhan, wanita itu kemudian menggerakkan bibir nya. Gabriel tidak membalas, justru pria itu hanya diam saja membiarkan wanita itu melakukan nya. Saat ciuman selesai, Gabriel masih menatap setiap gerak-gerik wanita itu.

__ADS_1


dulu Gabriel selalu bermain dengan pelacur walaupun ia hanya memuaskan pelacur itu bukan diri nya yang dipuas kan. Tapi semenjak bertemu dengan Danayla Gabriel lepas kontrol, ia dengan berani menyentuh wanita itu, walaupun itu bisa dibilang pengalaman pertama ke-2 nya tetapi sungguh, sangat membekas di ingatan Gabriel. Bagaimana ia bisa lupa? sampai sekarang dan mungkin sampai ia mati pun, masih mengingat dengan jelas bagaimana teriakkan Danayla yang mengatakan, diri nya menyakiti wanita itu. Walau menyakiti nya dengan memberikan kenikmatan sekalipun.


Gabriel terkekeh pelan mengingat nya. wanita yang ada di atas pangkuan Gabriel sejak tadi memperhatikan pria itu, mungkin terlihat bahwa Gabriel melihat diri nya intens, tapi siapa sangka justru pikiran pria itu sedang memikirkan Danayla.


"Sir?" ucap wanita yang ada di hadapan Gabriel.


seketika Gabriel tersadar dari lamunan nya. Ia langsung mengalih kan tatapan nya kearah lain, kemudian kembali menatap wanita itu yang juga masih menatap nya juga dengan bingung.


"Sudah selesai?" tanya Gabriel.


"Saya belum memulai nya, Sir. Hanya sampai ciuman tadi" ucap wanita itu.


Gabriel mengangguk mengiyakan ucapan nya. "Apa keahlian lo sampai segitu saja?" tanya Gabriel.


"Anda mau yang seperti apa?"


"Buat bagaimana cara nya, agar punya gue bangun" ucap Gabriel.


tak lama setelah mendengar ucapan Gabriel, wanita itu bangkit dari duduk nya dan berjongkok di hadapan Gabriel. Wanita itu dengan berani nya melepaskan ikat pinggang Gabriel dan membuka ret sleting celana bahan yang digunakan Gabriel.


wanita yang berjongkok itu meneguk ludah kasar saat melihat milik Gabriel tidak memperlihatkan reaksi apapun. Beberapa kali mencoba tetap saja milik Gabriel tidak bereaksi sama sekali. Dengan kedua tangan dan mulut milik wanita itu pun tidak membuat nya tegang.


"Si-sir... anda, anda benar-benar impoten, Sir?" tanya wanita yang berjongkok itu. "Ternyata apa yang di katakan orang mengenai anda, benar?" ucap wanita itu syok.


wanita itu kemudian bangkit berdiri dari posisi nya, dan berjalan mundur menjauh pergi meninggalkan private room dimana tempat Gabriel dan teman-teman nya berada.


"****" umpat Gabriel membenarkan kembali celana nya yang sempat terbuka.


gelak tawa terdengar di dalam ruangan nya. Dan pelaku nya adalah Nathan, ia yang sejak tadi penasaran dengan Gabriel dan wanita tadi, memperhatikan Gabriel dalam diam. Dan saat wanita itu mengatakan hal yang tak terduga kepada Gabriel, Nathan sungguh tidak bisa menahan tawa lebih lama lagi.


"Sir, anda impoten, Sir?" ucap Nathan mengejek Gabriel dengan mengulangi ucapan pelacur tadi.


"Watch your mouth, Nathan" desisnya membuat Nathan mengalihkan tatapan nya. Lupa bahwa Gabriel bukan lah orang lain, yang dengan gampang nya dia ejek. Karena yang ia ejek ini adalah Gabriel Dirgantara Dewson.

__ADS_1


__ADS_2