
"TAK"
"TAK"
"TAK"
ketukan antara heels yang dikenakan oleh seseorang dan lantai bergema memenuhi lorong rumah sakit di Los Angeles-Amerika Serikat. Dialah Mia Danayla Johnson yang sedang sibuk berlari dari parkiran untuk cepat sampai diruang UGD mencari keberadaan kedua orangtuanya.
tak jauh dari tempatnya berdiri, banyak bodyguard berjejer didepan pintu masuk yang diyakini itu adalah tempat dimana tuan dan nyonya Johnson berada. Perlahan langkah kaki yang tadinya cepat secepat kilat kini menjadi lambat seperti pergerakan slow motion, bahkan rasanya sangat jauh untuk mencapai tempat itu.
"Dimana Dad and Mom" tanyanya cepat saat sudah berdiri didepan pintu masuk UGD.
salah satu diantara mereka pun maju untuk memberitahu apa yang tadi sempat ditanyakan oleh Danayla.
"Tuan dan nyonya Johnson ada didalam ruangan itu nona" ucapnya sambil membungkukkan badannya.
__ADS_1
seketika semua orang yang sedang memenuhi pintu masuk langsung menyingkir, saat bodyguard yang tadi berbicara dengan Danayla menginterupsi mereka untuk memberikan jalan agar nona muda mereka dapat melihat kedua orangtuanya untuk yang terakhir kalinya.
dan saat pintu UGD itu dibuka, hal yang pertama kali dilihat oleh mata cantik Danayla adalah tubuh kedua orangtuanya yang sudah terbujur kaku dan pucat sedang terbaring diatas bangkar rumah sakit dengan alat penunjang yang sudah terlepas dari seluruh tubuhnya.
"Mom, Dad" bisik Danayla pelan.
dunia seakan-akan telah berhenti berputar saat itu juga, mimpinya telah rutuh seketika saat melihat orangtua yang sangat dia cintai sudah tiada meninggalkan dirinya sendiri. apa gunanya memiliki banyak warisan tetapi kedua orangtuanya malah meninggalkan dirinya sendiri didunia yang fana ini?.
"Mom, ini Nay Mom! Mommy hiks bangun Mom. Mommy pasti lagi mencoba untuk mengeprank Nay kan Mom hiks?ini bercanda kan?hiks hiks ini pasti hanya mimpi" isaknya saat sudah berada disamping bangkar ibunya.
"Mom aku bahkan takut melihat apalagi menyentuh tubuh mayat Mom, tapi kenapa sekarang aku berani menyentuhnya? apa karena aku yang merasakan kehilangan secara langsung sehingga aku tidak merasa ketakutan?" Danayla bermonolog sendiri dengan posisi masih memeluk erat tubuh ibunya.
"Mom please wake up, wake up Mom hiks! I promise hiks hiks I will never go against what Mother said again"
"Jangan tinggalkan Nay hiks hiks sendiri disini Mom! aku mohon, aku takut disini hiks, tolong kembali padaku hiks hiks"
__ADS_1
tangisnya terdengar pilu bahkan seluruh dokter, suster dan bodyguard yang berjejer didepan pintu mendengar isak tangisnya itu. Tak banyak dari mereka tidak bisa membendung air matanya agar tidak keluar karena mendengar tangisan Danayla.
Danayla menengadahkan kepalanya melihat Ayahnya dalam keadaan yang sama seperti ibunya, sama-sama terbaring diatas bangkar dengan keadaan yang sudah kaku dan pucat pasi. Dengan tubuh yang masih terlihat ada sedikit bercak-bercak darah disekitar pakainya.
"Baru kemarin Daddy membentak ku karena berbicara yang tidak sopan kepada Mommy, tapi sekarang Daddy juga ikut pergi meninggalkan aku?"
"Aku tidak tau apa masalah kalian berdua hiks sehingga kalian punya pikiran untuk bercerai, dan seharusnya sekarang adalah hari dimana kalian akan kepengadilan untuk melakukan sidang. Tapi kenapa hiks hiks? kenapa malah hari ini kalian benar-benar pergi jauh dariku? kalau untuk bercerai itu masih bisa aku terima, tapi untuk pergi meninggalkan Nay untuk selamanya Nay gak terima itu Mom, Dad" Danayla jatuh terduduk dibawah bangkar ibunya dengan kedua lutut sebagai tumpuan.
"Siapa yang bakal menemani Aku lagi saat listrik padam kalau bukan Daddy? siapa yang bakal memarahi teman-teman pria ku saat datang kerumah untuk mengajak ku keluar kalau itu bukan Daddy?" menundukkan kepala karena tak sanggup menahan kesedihannya.
Danayla berdiri dari duduknya, berjalan mendekati tuan dan nyonya Johnson. Mengecup kening ibunya lama dengan penuh perasaan, kemudian beralih mengecup pipi ayahnya sekilas sebagai tanda perpisahan.
"I love mom and dad" ucapnya setelah mencium kedua orangtuanya.
"Mom and Dad should always be looking at me from up there. I will be a successful person so that I can make you proud Mom, Dad"
__ADS_1
Danayla mencoba melapangkan dada untuk kepergian kedua orangtuanya. Walupun, dirinya belum bisa melepaskan kepergian tuan dan nyonya Johnson tetapi dirinya tidak boleh egois.