GABRIEL DIRGANTARA

GABRIEL DIRGANTARA
married


__ADS_3


3 bulan kemudian...


"Saya Yonantan Axel Imanuel, mengambil engkau Charlotte Balley, menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus."


"Saya Charlotte Balley, mengambil engkau Yonantan Axel Imanuel, menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus"


keduanya saling berciuman dengan hangat.


"I Love you, wife"


I Love you, husband"


pernikahan mereka digelar sangat meriah disalah satu hotel termewah yang ada di Amerika Serikat, salah satu hotel bintang 5 milik keluarga Imanuel.


"Thanks for the free booze. Best wishes on a long, happy wedding" Danayla datang dengan memberikan selamat sambil mencium kedua pipi Charlotte.


"lo cantik banget, sekali lagi selamat menempuh hidup baru" ucap Danayla kembali dengan memeluk erat Charlotte.


Gabriel yang berada dibelakang Danayla berdeham pelan, tidak mau melirik istri Yonantan yang memang cantik tapi tak lebih cantik dari Danayla nya.


Gabriel budak cinta.


"Thank you, Danayla" ucap Charlotte membalas pelukan Danayla tak kalah eratnya.

__ADS_1


"Congratulations on your wedding" ucap Gabriel tersenyum tipis pada Charlotte.


"Terimakasih sudah datang"


"Setahu gue lo tidak pernah dekat dengan laki-laki dan secara tiba-tiba lo udah nikah aja, ck! diam-diam


menghanyutkan" ucap Danayla tertawa pelan.


"Justru itu yang lebih bagus, dari pada sudah berhubungan selama bertahun-tahun tetapi tidak pernah ada kepastian" sahut Charlotte membalas ucapan Danayla.


"Sial! lo menghina gue?" ucap Danayla merenggut kesal.


Charlotte hanya bisa tertawa karena bisa membuat Danayla kesal.


"Gue tidak menyangka, kalau sahabat gue bakalan menikah dengan salah satu teman dari si brengsek ini" dengus Danayla dengan kedua tangan terlipat di dada.


"Kenapa memang? lo mau duel? ayo, gue siap diranjang" tanya Yonantan memasang wajah menantangnya.


"BUGH"


"Otak kalian tidak jauh-jauh dari ************" ucap Danayla setelah memukul pundak Yonantan keras.


Yonantan tak mampu menahan tawanya langsung tertawa terbahak mendengar ucapan Danayla. "Gue masih normal, kenapa? lo mau coba permalam sama gue?" ucap Yonantan yang langsung mendapatkan pukulan tiba-tiba diperutnya dari Gabriel.


"Mau mati?" terdengar suara Gabriel yang sudah tidak bersahabat, dengan secepatnya Danayla, Yonantan dan juga Charlotte menghentikan tawa mereka.

__ADS_1


"Ekhm! nikmati acaranya, jangan sungkan-sungkan" ucap Charlotte membuka suara setelah beberapa detik sempat terdiam.


jangan lupakan soal Gabriel, pria satu itu masih tetap memperlihatkan wajah dinginnya karena ucapan Yonantan tadi moodnya seketika jadi memburuk.


Danayla yang melihat Gabriel masih setia menatap tajam kearah Yonantan, padahal antriannya masih panjang, karena tidak ingin membuat kekacauan di hari bahagia sahabatnya, Danayla langsung menarik Gabriel mengajaknya menjauh dari jangkauan Yonantan.


"Untung Danayla peka, jika tidak gue rasa hari ini bukan hari bahagia lo tapi hari menyedihkan lo" ucap Charlotte menatap sinis Yonantan yang langsung meringis karena sindiran istrinya.


"Sorry"


...----------------...


"****! seharusnya gue buat dia tidak bisa merasakan malam pertama sekarang" ucap Gabriel memukul stir kemudinya dengan mulut yang masih sibuk mengeluarkan segala kekesalannya.


"Arghhh...you jerk, Yonantan! i hate you. I feel like i want to kill you" rahangnya mengeras dengan gigi yang bergelemetuk kan. Jangan lupakan urat yang menonjol dikedua tangannya memperlihatkan bahwa ia masih tidak bisa melupakan kejadian tadi.


"Riel, udah" tegur Danayla mencoba untuk meredamkan amarah pria yang duduk disebelahnya. "Yonantan hanya bercanda, tidak mungkin dia melakukan itu. Bukankah dia sudah menikah? lagipula Yonantan sangat mencintai istrinya" ucap Danayla mengelus pelan pundak Gabriel yang terlihat naik turun karena menahan emosinya.


"Such a thing can't be called a joke, Danayla" ucap Gabriel dengan suara tertahan. Kedua alisnya menukik tajam dengan mata memicing menatap jalanan yang ramai dilalui pengendara lain.


"Sorry! i'm sorry, Gabriel" ucap Danayla memelankan ucapannya.


Danayla tak mendapatkan balasan dari Gabriel, pria itu sibuk menyetir mobilnya membelah jalanan menuju mansion keluarga Dewson.


Yah, dirinya berniat untuk mengajak Danayla ke mansion sekaligus mengenalkan wanita itu kepada kedua orangtuanya.

__ADS_1


__ADS_2