
dan hari ini tiba ratusan kamera sejak tadi membidik acara pernikahan Gabriel dan Danayla dari arah luar gereja karena penjagaan yang super ketat di hari bahagia mereka.
oh come on! ini adalah pernikahan putra sulung seorang pebisnis terkenal di Amerika dengan putri semata wayang dari keluarga konglomerat. Siapa yang tidak ingin mengabadikannya?
kini Danayla tengah berjalan menuju altar dengan tangan Jacob yang memegang erat tangannya.
Danayla melihat calon suaminya, Gabriel yang tampak gagah sedang berdiri di samping altar.
"Apa cucu Opa gugup setelah melihat calon suaminya?" tanya Jacob menatap wanita yang luar biasa cantik disampingnya. Danayla tersenyum sebagai jawaban.
Jacob menyerahkan tangan Danayla kepada Gabriel kemudian menepuk bahu tegap pria itu pelan.
"Jaga cucu ku, son. Danayla adalah cucu perempuan satu-satunya keluarga ku yang kini akan menjadi milik mu" pesan Jacob tersenyum pada Gabriel.
pria dengan setelan tuxedo putih mewah itu mengangguk mengerti.
"Yes, Mr Johnson. Karena cucu mu sebentar lagi akan menjadi ratu nantinya, disebuah kerajaan ku" ucap Gabriel lugas yang membuat Danayla tersenyum malu.
"I Gabriel Dirgantara Dewson Take You Mia Danayla Johnson To Be A Wife. Have and Take Care of Each Other Now and Forever. In Times of Trouble, Happiness, Abundance, Lack, Health, or Sickness.
Till Death Do Us Part"
__ADS_1
Danayla menatap Gabriel disampingnya tanpa sadar air matanya menetes mendengar sumpah pria itu barusan diatas altar. Dan dihadapan ribuan orang yang hadir dipernikahan mereka.
"I Mia Danayla Johnson Take You Gabriel Dirgantara Dewson To Be A Husband. Have and Take Care of Each Other Now and Forever. In Times of Trouble, Happiness, Abundance, Lack, Health, or Sickness.Till Death Do Us Part"
Gabriel mulai memasangkan cincin berlian di jari manis Danayla dengan hati-hati setelah pendeta mempersilahkan. Kemudian mengecup benda yang melingkar di jari Danayla itu lembut.
hal yang sama dilakukan oleh Danayla. Kemudian Gabriel menarik tengkuk Danayla menyatukan bibir keduanya lembut dengan gemuruh tepuk tangan yang mengiringi ciuman mereka.
"Love you, wife" bisik Gabriel tepat ditelinga Danayla dengan begitu lembutnya. Wanita itu menatap Gabriel kemudian tersenyum kecil.
"Apa aku sudah menjadi ratu?" tanya Danayla menatap Gabriel.
pria itu mengangguk pelan. "Yeah kamu ratu ku, Danayla" ucapnya semakin membuat Danayla tersenyum lebar.
"Love you too, husband"
"Riel" panggil Danayla menoleh ke arah Gabriel yang tengah membuka jam tangannya. Pria itu langsung menatap ke arahnya dengan satu alis terangkat.
"Do i look pretty today?" tanya Danayla menatap Gabriel dengan wajah polos.
Gabriel terdiam beberapa detik sebelum melangkah menghampiri Danayla yang berdiri dihadapan cermin dengan lingerie berwarna hitam yang dikenakan wanita itu.
Gabriel memeluk Danayla dari belakang dengan dagu yang bertumpu di bahu Danayla menatap refleksi keduanya di cermin. "Everyday, sayang" bisik Gabriel serak, dengan memberikan kecupan di bahu Danayla.
"Sungguh?" ucap Danayla pelan dengan raut wajahnya yang berubah perlahan.
__ADS_1
Gabriel membalikkan tubuh Danayla agar menghadapnya, kemudian tangannya bergerak melepaskan ikatan lingerie yang melilit dipinggang ramping Danayla, seketika benda itu jatuh dan memperlihatkan tubuh Danayla yang seksi hanya berbalut bra dan g-string.
"Kamu jangan mengukur cinta ku dengan fisik, karena cinta datang dari hati bukan dari mata. Hargailah aku yang rela datang, berbagi hidup denganmu untuk masa mendatang"
"Jujur aku memang belum banyak pengalaman tentang cinta, tapi bersamamu aku akan berusaha. Hanya karena fisik itu bukan masalah untuk ku, yang aku inginkan cinta mu yang menerima ku tulus, jika fisik mu cantik, mungkin itu bonus Tuhan yang telah berbaik hati memberikan sesosok bidadari untuk ku" ucap Gabriel tersenyum menyelipkan anak rambut ditelinga Danayla.
"Kamu tidak akan meninggalkan aku kalau aku jelek kan?"
"Setelah susah payah menjadikan kamu milik, aku? are you kidding me?" balas Gabriel serius membuat Danayla terkekeh pelan mendengarnya.
"Kamu mau punya anak berapa, Riel?" tanya Danayla menanti jawaban Gabriel.
Gabriel terdiam beberapa detik sebelum mengangkat bahunya.
"It's up to you, as comfortable as you are, it's your body, I won't force you, baby" jawab pria itu santai sembari mengelus pipi mulus Danayla.
"Bagaimana kalau aku mau 1?" tanya Danayla takut-takut menatap Gabriel, takut pria itu tidak setuju.
"Tidak masalah! mau punya anak 1 atau tidak sama sekali itu bukan masalah buat aku, because for me you are the most important above all. You are my life and my breath, if you weren't there I would rather die, baby" jawab Gabriel mengecup pelipis Danayla lama.
Danayla langsung memeluk tubuh tegap Gabriel dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu.
Gabriel memiringkan kepalanya dengan mata terpejam bibir pria itu bergerak memangut bibir merah Danayla yang selama ini menjadi candunya.
"I fucking love you, Danayla" ucap Gabriel serak sebelum melepas bra yang di pakai Danayla dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
CUP
"Hi, little Dewson soon to be" ucap Gabriel mengecup perut Danayla singkat membuat wanita di bawah tubuhnya itu terkekeh geli.