Gadis Pelunas Hutang

Gadis Pelunas Hutang
Villa Andika


__ADS_3

Riana pun di bawa oleh anak buah Andika keluar dari rumah papa nya. Andika sudah ada di dalam mobil, saat Riana di bawa masuk oleh anak buah Andika.


Kebetulan, Andika hanya membawa satu mobil. Jadi nya, mereka membawa Riana dengan naik mobil yang sama.


"Mau kalian bawa kemana lagi aku, lebih baik lepas kan saja aku sekarang." kata Riana.


Andika hanya diam saja tanpa melihat gadis yang ada di sebelah nya. Ia juga tidak menjawab apa yang Riana kata kan. Ia tidak mengagap Riana ada kayak nya.


"Hei, aku tidak ingin ikut kalian. Lepas kan saja aku, kalian tidak bisa membawa aku." kata Riana.


"Kamu bisa diam gak sih, aku tidak suka mendengar kan suara mu yang sangat berisik itu." kata Andika sambil memandang Riana dengan mata tajam nya.


Riana terpana saat melihat wajah tampan Andika saat memandang nya. Wajah tampan yang terlihat penuh dengan masalah. Namun berusaha tegar dan tidak terlihat ada masalah sama sekali.

__ADS_1


"Jangan menatap ku, aku tidak suka di lihat oleh wanita. Apa lagi wanita yang seperti kamu." kata Andika.


"Kenapa kamu membawa ku, kalau kamu tidak suka pada ku. Lepas kan saja aku, kalian tidak perlu susah-susah memabwa aku." kata Riana.


"Diam." kata Andika dengan nada tinggi dan bikin Riana hampir saja mau jantungan.


Riana diam seribu bahasa saat di bentak dengan kasar oleh Andika. Ia tak menyangka, kalau lelaki tampan itu ternyata sangat galak dan menyebal kan.


"Turun dan jangan bikin aku kesal." kata Andika pada Riana.


Pintu mobil Andika di buka oleh salah satu anak buah nya. Sedang kan pintu mobil Riana juga di buka oleh anak buah yang satu nya lagi.


Riana sebenar nya engan mau ikut, tapi mau bagai mana lagi. Mau lari juga tidak bisa, jika lari sama aja dengan bunuh diri.

__ADS_1


"Bawa gadis itu kekamar tamu, aku tidak mau melihat nya berkeliaran di luar. Mata ku sakit saat melihat dia." kata Andika.


"Kalau mata mu sakit melihat aku, kenapa kamu tidak lepas kan saja aku. Tidak perlu kamu kurung aku di villa ini." kata Riana.


"Diam, jangan banyak bicara. Aku benci dengan suara mu. Dan aku benci dengan gadis yang berambut pendek." kata Andika.


"Kenapa kamu benci sama aku, apa salah aku pada mu. Lepas kan saja aku, aku kan sudah bilang berkali-kali pada mu. Kalau benci lepas kan aku." kata Riana.


"Kalau bisa aku laku kan, aku sudah laku kan itu. Dari pada papa menikahi kamu dan menghianati mama ku, lebih baik aku yang menikahi mu demi mama ku." kata Andika dengan nada tinggi nya.


"Cepat bawa wanita ini masuk kamar tamu. Kurung saja ia di dalam sana, jangan biar kan ia keluar bebas." kata Andika pada anak buah nya.


"Hey, izin kan aku pulanh kerumah. Aku ingin tahu mama ku bagai mana. Kalian tidak boleh melaku kan ini pada ku. Aku mohon lepas kan aku." kata Riana sambil beteriak.

__ADS_1


__ADS_2