
Tanpa pikir panjang lagi, Riana pun setuju untuk membantu Monika, untuk membawa barang yang Monika ingin hadiahkan untuknya. Riana adalah gadis polos yang tidak menyimpan rasa curiga sama sekali pada Monika.
Mereka pun berjalan bersama-sama menuju mobil yang Monika katakan. Setelah hampir mendekati mobil, Riana sangat kaget saat melihat ada Herman dan anak buahnya yang berada dalam mobil itu.
"Monik, ada apa ini?" kata Riana kaget.
"Ini apa ya? Kalau gak salah, ini adalah jebakan buat kamu."
Riana berusaha ingin kabur setelah mendengar jebakan yang Monik katakan. Ia tak menyangka kalau Monik akan melakukan semua ini. Karna barusan, Monika terlihat seperti gadis yang sangat tulus saat meminta maaf padanya.
"Tangkap dia!" kata Herman.
Dengan mudah, anak buah Herman dapat menangkap Riana. Riana berusaha menjerit, minta tolong pada siapa saja. Dengan cepat, anak buah yang Andika khususkan menjaga Riana keluar. Tapi sayangnya, mereka sedikit terlambat. Riana sudah dibawa masuk kemobil oleh Herman dan juga anak buahnya.
Mobil Herman melaju kencang, yang didalamnya ada Monika dan juga dua anak buah Herman yang sedang memegang Riana dengan erat.
"Kenapa kalian melakukan ini padaku. Kenapa kamu menjebakku Monika," kata Riana.
"Dasar gadis polos yang bodoh, jika kami tidak menjebak kamu. Mana mungkin kami bisa menangkap kamu," kata Herman.
__ADS_1
"Iya, jika aku tidak berpura-pura menyedihkan. Tidak akan bisa lolos dari penjaga yang Andika sediakan untuk menjagamu," kata Monika.
"Bos, mereka mengejar kita dari belakang. Dan mereka adalah orang pilihan yang sangat terlatih," kata anak buah Herman.
"Menghindar saja dulu dari mereka, sampai menunggu anak buahku yang lainnya datang," kata Herman pada sopirnya.
Kecepatan mobil yang mereka kendarai bertambah dua kali lipat dari yang awal. Mobil itu melaju sangat cepat melintasi jalan raya. Mereka berusaha menghindar dari dua buah mobil yang mengejar mereka.
Braaaaakkkkkkkk ....
Suara hantaman dua buah benda yang sangat kuat pun terdengar memenuhi jalan raya yang bersimpang tiga itu. Dua buah mobil dan sebuah truk sedang terdiam disana. Satu mobil terbalik karna hantaman truk bermuatan besar yang sedang mengangkut tanah didalamnya.
Semua orang yang sedang berlalu lalang terpaksa harus menghentikan laju mobil mereka. Mereka semua sibuk melihat kecelakaan yang baru saja terjadi ini. Ada yang memanggil ambulance dan ada juga yang memanggil polisi.
Saat mereka melihat, mereka pun sangat kaget. Mereka kenal betul dengan mobil dan orang yang dibantu oleh warga dan tim medis. Mobil itu tak lain adalah mobil Herman dan anak buahnya. Didalam mobil itu ada Riana dan Monika.
Mobil itu terbalik, itu yang membuat mereka sangat kaget. Mereka ikut membantu, untuk melihat dimanakah calon istri dari bos mereka.
Riana yang bersimbah darah itu pun dibawa keluar, dan segera mereka larikan kerumah sakit. Satu diantara mereka ikut mobil ambulance membawa Riana kerumah sakit.
__ADS_1
......
Sampai dirumah sakit, tim medis segera membawa Ria masuk kedalam UGD agar bisa segera menolong nyawa Riana. Ternyata, semua yang kecelakaan tadi, dibawa kerumah sakit yang sama.
Anak buah Andika menunggu didepan kamar UGD sambil menunggu bosnya sampai.
Benar saja, Andika datang kerumah sakit dengan sangat cepat. Ia terlihat sangat cemas sambil berjalan menghampiri anak buahnya.
"Bagaimana keadaannya?" kata Andika.
"Masih belum tahu bos, karna tim medis sedang menanganinya. Dan belum keluar sejak tadi," jawab anak buah itu.
"Kenapa semua ini terjadi, apa saja kerjaan kalian ini."
"Maaf bos, ini memang kesalahan kami."
Saat itu, papa Riana yang telah diberi kabar tadi pun sampai dirumah sakit. Ia terlihat sangat cemas dan kaget.
"Bagaimana keadaan putriku, Andika?" kata papa.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu pa, karna dokter belum keluar sama sekali dari dalam sana."
"Kenapa bisa begini, apa yang sebenarnya terjadi."