Gadis Pelunas Hutang

Gadis Pelunas Hutang
Ingin berteman


__ADS_3

Hampir satu minggu sudah berlalu, Riana tetap berlaku baik di villa Andika. Walau pun makan tidak sama, duduk di tempat yang berbeda. Tidur juga di kamar yang berbeda, namun Ria selalu memperhati kan tingkah laku Andika.


Dika terlihat menyimpan kesedihan di hati nya. Ntah apa yang terjadi dengan lelaki tampan itu di masalalu. Kesedihan dan kesepian tergambar jelas di mata Dika. Apa lagi saat ia duduk sambil melamun menatap lurus kedepan. Itu sangat jelas terlihat, kalau ia sedang menyimpan kesedihan dan luka yang mendalam.


Sama seperti saat ini, Dika sedang duduk termenung di taman samping rumah mereka. Dika sedang tidak bekerja. Karna ini adalah hari minggu, karna itu lah ia ada di rumah hari ini.


Riana memberani kan diri untuk mendekati Dika yang sedang duduk melamaun. Ia ingin sekali membantu Dika meringan kan beban yang Dika simpan dalam hati itu.


"Dika, kamu kok melamun sih." kata Riana tiba-tiba saja.


Dika agak kaget dengan suara itu, ia tidak menyangka Riana berani juga mendekati nya. Padahal sudah ia beri peringatan bahwa jangan dekat-dekat dengan nya.


"Ngapain sih kamu kesini, kan aku udah bilang. Jaga jarak dengan ku, aku tidak suka melihat mu." kata Dika kasar.

__ADS_1


"Jangan marah gitu pada ku Dika, aku hanya ingin kita berteman saja." kata Riana.


Ria berusaha menutup telinga nya saat kata-kata kasar yang Dika ucap kan untuk nya. Ia berusaha sabar dan seakan tidak mendengar apa yang Dika kata kan.


"Bisakah kita menjadi teman Dika, aku hanya tidak ingin sepi di sini." kata Ria.


"Tidak, aku tidak suka berteman dengan wanita. Apa lagi itu gadis pelunas hitang seperti kamu." kata Dika.


"Aku tidak bisa, dan tidak akan bisa." kata Dika tetap menolak.


"Coba saja dulu Dika, kamu gak akan tahu bagaimana rasa nya punya teman jika kamu tidak mencoba berteman." kata Riana.


"Aku tidak butuh teman, kamu tahu itu. Aku benci pada wanita, aku tidak tertarik untuk punya teman." kata Dika sambil berjalan pergi meninggal kan Riana di taman.

__ADS_1


Riana bukan orang yang mudah putus asa, ia terus mendekati Andika dan mengajak nya berteman. Ia berusaha, meluluh kan batu es yang ada dalam hati Andika.


***


Walau pun usaha nya belum berhasil untuk mengajak Dika berteman. Tapi Ria terus saja berusaha. Ria terkadang makan bersama di meja yang sama dengan Dika. Ia selalu hadir saat Dika sedang duduk sendiri.


Ikut duduk di depan tv saat Dika nonton tv. Sambil membawa kan segelas minuman buat Andika.


Ia selalu menanya kan apa makanan kesukaan Andika. Apa makanan yang plaong tidak Dika sukai dan apa saja minuman yang Dika sukai. Singkat nya, Ria berusaha keras untuk bisa berteman dengan Andika.


Yah, walau pun mereka punya setatas hubungan suami istri. Namun, hanya untuk bisa berteman dengan Andika saja usaha nya harus sekeras itu. Bagaimana untuk usaha menjadi istri nya Andika ya.


Dasar nya Ria adalah gadis yang paling sabar, tidak mementing kan ego. Maka sampai saat ini, ia masih bertahan dengan usaha nya ingin berteman dengan Dika.

__ADS_1


__ADS_2