Gadis Pelunas Hutang

Gadis Pelunas Hutang
Gak bosan?


__ADS_3

Berhari-hari berlalu sejak pemakaman mama nya. Riana bagaikan manusia tanpa jiwa saja saat ini. Ia merasa separauh nyawa nya hilang, ikut pergi bersama mama nya.


Apa lagi saat ingat papa nya sendirian di sana. Ia tidak bisa tinggal di rumah untuk menemani papa atau membawa papa ikut bersama nya. Karna jika ketahuan sama Herman, itu akan menimbul kan masalah bagi semua nya.


"Ria, kamu gak makan lagi kan. Makanan mu tidak pernah kamu sentuh Ria." kata Dika saat ia pulang kerja.


"Aku tidak punya nafsu untuk makan Dika, semua nya tidak ada rasa nya bagi aku." kata Ria.


"Jangan begitu Ria, kamu harus makan agar kamu punya tenaga. Kamu fikir kan papa mu selalu membutuh kan kamu kan." kata Dika membujuk Riana.


"Aku tidak punya selera untuk makan Dika. Aku cemas pada papa ku yang tinggal sendiri sekarang." kata Ria.


"Kamu kan punya ponsel Ria, kamu bisa tanya kabar papa mu kan." kata Dika.


"Tetap saja aku ingin melihat nya secara langsung. Aku tidak merasa puas jika hanya lewat ponsel." kata Ria.

__ADS_1


"Aku belum bisa membawa mu kerumah papa mu Ria. Karna aku masih sibuk dengan pekerjaan ku. Dan aku juga tidak bisa membiar kan kamu pergi sendiri." kata Dika.


"Tidak apa-apa Dika, aku tahu kamu juga dalan masalah kan. Kamu jangan cemas kan aku, aku akan baik-baik saja." kata Ria.


"Baik lah, berjanji pada ku kamu akan baik-baik saja. Kamu kan tidak punya putus asa. Aku yakin kamu pasti bisa bangkin lagi dari keterpurukan mu itu." kata Dika memberi semangat.


Ria tersenyum bahagia dengan apa yang Dika kata kan. Ia ingat, bagai mana sulit nya agar bisa berteman dengan Dika saat itu. Ia ingat, Dika juga punya jalan hidup yang lumayan suram. Dika juga pernah mengalami hal yang sama seperti apa yang ia alami saat ini.


***


Sama seperti saat ini, Ria sedang duduk termenung di taman samping rumah. Ia duduk sendiri dari tadi siang hingga membawa sore.


"Di mana nona Ria saat ini." kata Dika saat pulang kerja.


"Di taman samping rumah tuan muda, nona sudah duduk di sana sejak siang." kata pelayan.

__ADS_1


"Baik lah, biar kan saja. Asal kan hati nya bahgai, biar kan ia melaku kan apa yang ingin ia lakukan." kata Dika.


"Baik tuan muda, kami ingat apa yang tuan muda kata kan." kata pelayan.


Dika pun berjalan mendekati Ria yang sedang duduk sendirian di taman. Ia kembali berusaha menghibur Ria.


"Ria, kamu kok diam aja di sini. Apa kamu gak bosan di sini lama-lama." kata Dika.


"Kamu bikin aku kaget aja Dika, baru pulang ya. Aku gak bosan, karna taman adalah tempat terindah buat aku." kata Ria.


"Hmz.. Kalau gitu, mau gak aku ajak kesuatu tempat. Aku yakin kamu gak akan bosan deh di sana." kata Dika sambil senyum dan menarik tangan Ria.


"Eh.. Eh... Mau kemana sih Dik, kamu gak biar kan aku siap-siap lagi kalo mau keluar rumah." kata Ria.


"Aku rasa kamu gak perlu siap-siap lagi kok. Kamu udah cantik sekarang, apa nya yang mau di siap-siap lagi." kata Dika.

__ADS_1


__ADS_2