Gadis Pelunas Hutang

Gadis Pelunas Hutang
Pembelaan


__ADS_3

"Siapa yang berani mengatakan istriku wanita pelunas hutang. Coba katakan sekali lagi, agar aku tahu siapa yang sudah punya nyali begitu besar disini," kata Andika dengan suaranya yang lantang.


Semua orang melihat kearah Andika yang berada didepan ambang pintu masuk. Mereka merasa tidak punya nyali untuk bicara sepatah kata pun didepan Andika. Sementara Ria, ia hanya tertunduk dengan wajah sedih disamping Monika.


"Dika, kamu dari mana saja sih. Aku dari tadi nyari kamu lho Dik?" kata Monika sambil berjalan dengan gaya yang aduhai, mendekati Dika.


"Kenapa kalian semua diam, bicara sekali lagi didepan aku. Agar aku tahu, seberapa besar nyali kalian untuk berhadapan dengan aku," kata Andika.


Andika mengabaikan Monika yang berjalan mendekatinya. Ia malah menghindar dari Monika dan berjalan mendekati Riana.


Merasa diacuhkan, Monika yang punya penyakit darah tinggi itu pun merasa sangat marah. Namun, ia berusaha menutupi kalau ia sedang emosi tingkat tinggi.


"Dika, aku mendengar papamu yang mengatakannya sendiri. Aku hanya tak sengaja bicara didepan semua tamu, makanya mereka juga ikut bicara hal itu tentang istrimu," kata Monika bicara dengan suara manja yang dibuat-buat.


"Ya, apa yang kalian katakan itu benar. Istriku memang gadis pelunas hutang. Tapi ia sangat teramat istimewa. Lebih baik dari anak orang kaya. Ia adalah gadis terbaik, yang mampu mengobati luka seseorang, ia tidak serendah yang kalian bayangkan. Walaupun ia adalah gadis yang papaku jadikan pelunas hutang keluarganya, tapi aku mencintainya saat ini dan selamanya," kata Andika bicara lantang pada semua orang.

__ADS_1


"Dika," kata Riana tak percaya dengan apa yang ia dengar.


Semuanya terdiam saat mendengarkan perkataan Andika. Mereka juga takjub akan perkataan Andika yang sangat memuji Riana. Tapi tidak dengan Monika, ia merasa sangat amat marah. Emosinya pun terasa sudah memuncak, bagaikan air yang mendidih karna dipanaskan.


"Tidak Dika, kamu bohong bukan. Mana janjimu padaku, kamu bilang selamanya kamu hanya mencintai aku. Baik kini, esok, dan juga selamanya."


"Monika, kamu salah menilai orang. Cinta akan hilang jika kamu mengikisnya dengan memnimbulkan sakit hati buat orang yang mencintaimu. Tapi sebaliknya, cinta akan tumbuh saat kelembutan dan kasih sayang yang seseorang berikan."


"Ayo Riana, waktunya kita pulang. Kamu terlalu berharga untuk disakiti oleh orang yang tidak tahu apa-apa disini," kata Andika sambil nemegang tangan Riana dan membawanya pergi.


Semuanya melihat kearah mereka, hingga mereka menghilang dibalik pintu aula pesta. Mereka beralih melihat Monika dengan tatapan yang mengejek.


Sejak masuk kedalam mobil dan meninggalkan tempat pesta. Tidak sepatah kata pun terucap dari Andika mau pun Riana.


Mereka sama-sama diam seribu bahas, hingga mobil berhenti di halaman villa megah yang menjadi tempat tinggal mereka.

__ADS_1


"Dika, aku minta maaf untuk kejadian hari ini. Aku sudah membuat kamu malu didepan semua rekan kerjamu," kata Riana dengan wajah sedih.


"Tidak Ria, aku tidak malu karna kejadian hari ini. Kamu tidak perlu minta maaf padaku, karna kamu tidak salah sama sekali. Seharusnya, akulah yang minta maaf padamu, karna telah membuat kamu dipermalukan oleh orang lain."


Dika memegang tanga Riana yang masih duduk disampingnya. Mereka masih berada didalam mobil.


"Ria, apa kamu tidak mau bertanya tentang apa yang aku katakan ditempat pesta tadi?" kata Andika.


"Maksud kamu?"


"Yah, apa kamu tidak ingin penjelasaan, mengenai apa yang aku katakan didepan semua tamu tadi."


Riana terlihat berpikir, ia tidak ingat ucapan yang mana yang harus ia minta penjelasan. Karna ia merasa tidak ada yang perlu dijelaskan lagi disini. Apa yang terjadi ditempat pesta itu sudah cukup jelas dan sudah cukup membuat hatinya merasa sangat sakit.


"Apa kamu tidak mau minta penjelasan soal ucapanku tentang perasaan aku padamu Ria?"

__ADS_1


Riana kaget, dia tidak ingin Dika menjelaskan soal itu. Karna ia tahu, kalau tadi itu, Dika hanyalah berusaha melindunginya karna mungkin ia terlihat sangat menyedihkan disana.


"Aku ... aku tidak tahu mau minta penjelasan apa dari kata yang kamu ucap."


__ADS_2