
Lima hari telah berlalu, Riana sudah diizinkan pulang kerumah. Tidak ada yang cacat darinya, hanya kepalanya yang masih menggunakan perban putih.
"Dika, bagaimana keadaan yang lainnya. Apa mereka baik-baik saja?" kata Ria saat mereka akan keluar dari rumah sakit.
"Tidak ada yang perlu dicemaskan Riana, jangan banyak pikiran ya. Kita harus pulang sekarang, karna papamu sedang menunggu kamu dirumah saat ini," kata Dika.
"Benarkah papa sudah berada dirumah kamu?" kata Riana penuh semangat.
"Bukan rumah aku Riana, tapi rumah kita."
"Baiklah, rumah kita. Ayo cepat pulang, aku sudah gak sabar untuk ketemu papa."
__ADS_1
Mereka pulang kerumah, ternyata Riana sangat bahagia saat mendengar papanya ada dirumah mereka.
"Ria, saat kamu benar-benar sembuh nanti. Kita akan melanjutkan rencana pernikahan kita ya," kata Dika.
"Iya, aku sudah siap untuk jadi istri kamu yang sah sekarang."
"Baiklah, cepat sembuh agar kita segera menikah."
.....
Selesai ijab khobul yang Dika ucapkan tadi pagi, mereka melanjutkan acara resepsi secara besar-besaran. Hari ini, gelas gadis pelunas hitang telah Dika lepaskan dari Riana. Ia adalah istri sah Andika sekarang, sah dimata agama dan sah dimata negara.
__ADS_1
Riana juga telah mengetahui perihal kematian papa dan Monika dua hari yang lalu. Tapi apa boleh buat, tidak ada yang perlu disesalkan atas apa yang terjadi itu.
Papa Riana terlihat sangat bahagia, begitu halnya Aditia. Ia turut bahagia atas pernikahn ulang kakaknya. Ia telah meminta kakaknya untuk melanjutkan bisnis papanya. Tapi Andika menolak permintaan Adit dengan halus. Ia ingin Adit lah yang mengurus semuanya. Jika Adit minta bantuan, maka ia dengan senang hati akan membantu. Tapi kalau untuk murni pindah tangan, maka Andika tidak setuju.
Akhirnya, walau berat hati, Adit memberanikan diri untuk mengurus perusahaan yang papanya tinggalkan. Ia akan Dika bantu, agar ia bisa memimpin perusahaan besar itu.
Acara pernikahan itu sangat banyak tamu yang hadir. Dari rekan bisnis dari Andika, juga dari papa Riana. Riana terlihat bahagia saat ini, karna ia adalah istri sah dari Andika. Dan yang paling membuatnya bahagia adalah, ia sangat mencintai Andika. Apa lagi saat Andika membuktikan padanya, bahwa Andika benar-benar mencintai Riana.
Tidak ada kata yang bisa ia ucapkan, melainkan hanya rasa syukur saja. Ternyata, dibalik kesedihan yang ia alami selama ini, ada bahagia yang telah menunggunya.
Cinta itu berlabuh dimana ia mahu, datang tanpa alasan dan pergi saat terluka. Saat hati terlalu tersakiti, maka jangan harap masih ada cinta lagi buat orang yang menyakiti itu. Walaupun awalnya, dia punya cinta yang luar biasa untuk kita. Jangan merasa bangga dengan cinta itu, karna saat kamu menyakiti maka cinta itu musnah. Yang benar itu, saat kamu mencintai dan dicintai. Rawat cinta yang kamu miliki, sebisa mungkin kamu harus menjaganya.
__ADS_1
.............................................................................
Hai temanku semua, mingkin itu saja yang bisa aku tulis buat karya yang berjudul *gadis pelunas hutang* aku harap kalian puas dengan episode akhirnya. Karna aku tidak bisa melanjutkan lagi. Maklumlah, ide untuk cerita ini agak kurang. Sampai jumpa dikarya aku yang lainnya yah. Salam manis dari aku, assalamualikum, sampai jumpa lagi teman-teman semua.