Gadis Pelunas Hutang

Gadis Pelunas Hutang
Bermain


__ADS_3

Ria dan Dika pun pergi dengan mobil nya. Dika tidak mengizin kan anak buah nya ikut serta. Ia hanya ingin pergi bersama Ria saja.


Mobil pun melaju kencang melintasi jalan raya yang ramai kenderaan juga berlalu lalang.


"Kemana sih arah kita ini Dika, kamu kok gak bilang kita mau kemana." kata Ria penasaran.


"Nanati juga kamu akan tahu kalau kita udah nyampai." kata Dika.


"Oke baik lah, aku percaya pada mu. Kamu tidak akan membawa aku ketempat yang tidak baik kan." kata Ria.


Dika tersenyum saja saja kata-kata Ria menyentuh telinga nya. Lelaki tampan itu tidak banyak bicara. Ia tidak menjelas kan kemana mereka akan pergi.


Namun tak lama mobil berhenti di sebuah taman bermain yang cukup ramai pengunjung nya.


"Oke, kita sudah sampai. Kamu boleh turun sekarang Ria." kata Dika.


"Apa? Taman bermain, kamu bawa aku ketaman bermain Dika." kata Gea tak percaya.


"Iya taman bermain, kenapa? Kamu tidak suka ya dengan taman bermain. Kalau gitu kita pergi saja." kata Dika.

__ADS_1


"Eh, jangan-jangan. Aku tidak bilangan kalau aku tidak suka kan. Aku hanya tak percaya kalau kamu bawa aku ketaman bermain." kata Riana dengan sangat bahagia.


"Aku tahu kalau taman hiburan bisa bikin hati senang, karna banyak mainan di sana kan." kata Dika.


Ria senyum manis, ia dan Dika akhir nya memutus kan untuk masuk kedalam taman hiburan itu.


Mereka melewai banyak wahana, ada banyak mainan yang mereka lewati. Tapi belum ada satu punyang mereka singahi.


"Apa kamu mau boneka itu." kata Dika saat melihat Ria berhenti di salah tempat mainan.


"Tidak, aku hanya melihat nya saja." kata Ria.


"Baik lah, aku ingin melihat. Apakah kamu sejago itu dalam menembak." kata Ria.


Dika pun membeli tiga peluru, ia membidik sasaran dengan sangat tetap. Tembakan pertama saja sudah kena.


"Kamu lihat kan Ria, aku berhasil dengan satu kali tembakan saja." kata Dika.


"Silakan pilih barang yang anda ingin kan." kata penjaga itu.

__ADS_1


"Baik lah mbak, saya mau boneka yang berwarna hijau itu saja." kata Dika.


Penjaga wanita itu memberikan boneka beruang besar itu pada Dika. Lalu dika menyerah kan boneka itu pada Riana. Riana menerima nya dengan tatapan tak percaya. Ternyata Dika memang jago dalam hal membidik sasaran.


"Ria, kenapa kamu diam. Yang mana lagi yang kamu ingin kan. Aku akan kabul kan permintaan mu." kata Dika.


"Aku rasa sudah cukup, jika kamu terus bermain. Mereka bisa tekor karna kamu selalu tepat sasaran." kata Ria.


"Sayang sekali, kita masih punya dua peluru lho Ria. Apa kamu yakin tidak ada yang kamu ingin kan." kata Dika.


"Aku sangat yakin Dika, bagaimana kalau kita bermain yang lain saja." kata Ria.


Karna permintaan Ria yang tidak ingin Dika main lagi. Dika memutus kan untuk mengikuti apa yang Ria kata kan. Mereka meninggal kan tempat bermain itu, dan berjalan kearah yang lain.


***


Beberapa saat kemudian, Ria sudah merasa lelah. Ria juga kasihan sama Dika, ia kan baru saja pulang kerja, malah pergi ketaman bermain hanya untuk menghibur hati Ria.


Tapi, hari ini Dika sukses membuat Ria terlhibur. Mereka bermain dengan bahagia nya, Ria seakaan melupakan kesedihan nya untuk sementara waktu.

__ADS_1


__ADS_2