
Hari ini, Riana di paksa menikah dengan Andika. Walau berat hati, tapi ia bersyukur juga. Dari pada menikah dengan Herman yang berumur lebih tua dari papa nya. Lebih baik menikah dengan lelaki tampan walau pun dingin. Itu seribu kali lebih baik kan.
Menikah tanpa acara dan tanpa ada dandanan. Hanya di hadiri oleh dua saksi saja, dan satu penghulu.
Acara nya telah selesai, Riana sudah berada dalam kamar tamu tempan nya kembali. Penghulu yang menikah kan mereka pun sudah pulang.
Andika tidak tahu ntah kemana pergi nya tadi setelah menikah. Riana tersenyum kecut saat ingat kata menikah. Apa kah itu yang di nama kan menikah. Hanya melakau kan ijab khobul tanpa ada nya acara.
Setelah ijab khobul, kemudian menanda tangani buku nikah, selesai cerita. Nikah apaan itu nama nya, tidak ada nikah seperti itu. Bagai kan nikah saat tertangkap basah sedang melaku kan hal yang tidak benar saja.
Dalam lamunan nya itu, pintu kamar nya di buka oleh seseorang dari luar. Ya memang pintu itu di kunci dari luar. Bagai mana tidak di buka dari luar sih.
__ADS_1
Terlihat seorang pelayan dengan membawa baju di tangan nya. Pelayan itu terlihat ramah, karna saat masuk dan memandang Ria. Ia tersenyum manis pada Riana.
"Non, ini baju ganti non ya. Dan satu lagi non, non telah di izin kan tuan muda keluar dari kamar, namun dengan syarat. Rambut non harus di ikat ya. Jangan sampai terurai yan non." kata pelayan itu.
"Ada masalah apa tuan muda kalian dengan rambut ku. Apa kah ada hal yang aneh dengan rambut ku ini." kata Riana tak mengerti.
"Saya tidak tahu non, tapi saya harap non bisa ikut saja apa yang tuan ingin kan." kata pelayan itu.
"Baik lah, aku akan ikut apa yang tuan muda kalian ingin kan." kata Riana sambil mengambil baju yang pelayan itu beri kan.
"Baik lah, terima kasih atas baju nya." kata Ria.
__ADS_1
"Oh ya, apa nama kamu. Agar aku mudah memanggil kamu." kata Ria lagi.
"Nama saya Putri nona. Saya permisi dulu ya nona." kata pelayan yang bernama putri itu.
Riana melihat baju itu, ternyata tidak terlalu buruk baju nya. Baju itu seperti baju baru di beli kan.
Riana pun mengganti kan baju nya. Baju yang ia pakai hampir dua hari di badan nya. Dan sudah berbau tidak enak.
Baju itu terlihat pas saat Riana makai nya. Bahkan, baju itu seperti baju milik nya sendiri.
Riana melihat wajah nya di depan cermin. Tidak buruk juga wajah ku ternyata jika dengan rambut di ikat seperti ini. Kata Riana dalam hati nya.
__ADS_1
Iya, Riana menuruti apa yang Andika minta. Ia tahu, tidak baik menjadi manusia yang penuh dengan ego. Lebih baik mengalah untuk kebaikan dari pada jadi manusia tinggi ego.
Riana pun keluar dari kamar itu, karna pintu kamar telah di buka. Hari ini, ia telah di bebas kan dari kamar nya. Tidak buruk juga ternyata lelaki yang bernama Andika itu. Ia tidak terlalu kejam pada Riana.