Gadis Pelunas Hutang

Gadis Pelunas Hutang
Jeda


__ADS_3

Riana masuk kedalam rumah, fikiran nya tiba-tiba ingat sama mama yang sedang jauh di mata. Ia takut jika mama kenapa-napa dan takut jika mama mencemas kan nya.


Barang-barang yang Ria punya, tidak ada satu pun yang Ria bawa. Nama kan juga di bawa paksa. Mana sempat bawa barang, ponsel aja tinggal di rumah.


Saat ia mau masuk kedalam rumah, Ria berpas-pasan dengan Andika yang sama-sama membuka pintu. Beda nya, Dika dari dalam sedang kan Ria dari arah luar pintu.


Ada jeda di sana, saat sama-sama melihat wajah masing-masing. Ada jeda saling tatap-tatapan di antara Ria dan Dika.


Namun, dengan cepat jeda itu di akhiri oleh Dika. Dengan memaling kan wajah nya kearah lain.


"Dari mana saja kamu, jangan berkeliaran terlalu bebas di sini. Kamu bikin mata ku sakit saja melihat mu." kata Dika.


"Aku dari berkeliling saja. Jika kamu tidak suka melihat ku, aku harap tutup mata mu saat aku ada di sekitar kamu." kata Ria santai.


"Hei, wanita yang tidak tahu diri. Kamu gak lihat ini rumah siapa, ini rumah aku kamu ingat. Harus nya kamu yang menghindar jika melihat aku." kata Dika.

__ADS_1


"Baik lah, aku akan menghindar jika aku lihat kamu nanti ya. Sudah, aku mau masuk kedalam rumah dan akan menghindar dari mu." kata Ria.


"Bagus kalo gitu." kata Dika.


Ria berjalan masuk kedalam rumah, sedang kan Dika keluar dari pintu. Saat Dika baru saja beberapa langkah berjalan, Ria memanggil nya lagi.


"Dika tunggu." kata Ria menghenti kan langkah Dika.


"Dika, boleh kah aku pulang kerumah ku. Aku janji akan kembali lagi kesini." kata Ria.


"Jangan bikin masalah untuk aku, aku tidak ingin punya urusan lagi dengan papa." kata Dika.


"Ada apa sih antara kamu dan papa mu. Apa kah hanya karna aku pulang nanti aku akan bikin msaalah buat kamu." kata Riana tidak mengerti.


"Kamu itu adalah gadis pelunas hutang, jadi tolong jangan bikin aku muak lagi dengan tingkah mu." kata Dika pada akhir nya.

__ADS_1


"Dika, aku hanya cemas dengan kondisi mama ku yang sakit. Tolong sama-sama mengerti ya. Aku tidak bermaksud bikin kamu dapat masalah karna aku." kata Riana.


"Guna kan saja ponsel, kamu kan bisa menghubungi keluarga mu dengan ponsel." kata Dika.


"Aku tidak punya ponsel, ponsel ku tinggal di rumah saat papa mu membawa ku secara paksa." kata Ria.


"Dasar kamu perempuan yang aneh, bikin susah aja sih. Nanti pakai ponse Putri saja, sebelum kamu punya ponsel baru." kata Dika.


Ternyata, Andika yang dingin itu bisa banyak bicara juga saat di ajak bicara. Ia menjawab apa yang Ria kata kan. Biasa nya, jika ia tidak suka dengan orang itu. Maka ia tidak akan bicara, ia hanya menatap nya saja.


Ria senang, ternyata Andika itu tidak sedingin yang orang lain kata kan. Bukati nya saja, Dika bicara saat ia ajak bicara.


Dika dan Riana saling menjauh, saling berjalan berlawanan arah. Mereka membawa fikiran mereka masing-masing.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


Maaf ya, agak gak nyambung juga cerita nya nih. Karna lagi banyak fikiran, beri saran ya teman-teman.


__ADS_2