Gadis Pelunas Hutang

Gadis Pelunas Hutang
Begitu lah


__ADS_3

Saat ini, Aditia sedang berada dalam ruangan kerja papa nya. Ia memaksa masuk kedalam walau di halang oleh kedua pengawal papa nya.


"Pa, apa yang papa rencana kan sih sama gadis itu." kata Aditia.


"Papa gak bermaksud mau menjadi kan gadis itu istri papa kan." kata Adit lagi.


Herman senyum saat mendengar kan apa yang anak nya kata kan. Bagai mana tidak, hati nya merasa geli sekali dengan pertanyaan anak nya itu.


"Kenapa papa senyum, kenapa gak jawab apa yang aku tanya kan pa." kata Adit lagi.


"Dit, kamu tahu kan bagai mana papa sangat mencintai mama mu dan kamu. Bagai mana bisa papa menikah dengan gadis muda yang seumuran dengan mu." kata Herman.


"Lalu, papa tertarik dengan gadis itu. Apa maksud dari kata-kata papa itu." kata Adit.

__ADS_1


"Papa ingin menjadi kan gadis itu sebagai jodoh kakak mu. Ia sangat cocok dengan Andika kakak mu kan." kata Herman.


Adit terlihat makin cemas saja, bagai mana bisa papa nya berfikir kalau Riana cocok dengan kakak nya. Yang ada, kakak nya malah bikin gadis itu tambah sengsara.


"Pa, apa papa yakin dengan keputusan papa. Papa kan tahu, kak Dika gak suka sama gadis berambut pendek sebahu pa." kata Adit cemas.


"Lagian, kasihan sekali gadis itu kalau di jadi kan istri kak Dika. Ia akan jadi bahan siksaan bagi kak Dika pa." kata Adit lagi.


"Pa, biar kan saja gadis itu menikah dengan aku. Dari pada papa nikah kan sama kak Dika, biar sama aku saja." kata Adit.


"Tidak Aditia, papa merasa gadis itu cocok sama kakak kamu. Lagian kamu gak cocok sama gadis itu, kamu anak kesayangan papa nak." kata Herman.


Entah apa yang ada dalam pikiran Herman. Memang hubungan nya dengan Andika agak renggak. Sejak kejadian itu, ia selalu menyalah kan Aditia atas cacat nya Adit dan meninggal nya istri yang ia cintai.

__ADS_1


Sejak kejadian itu juga, Andika tinggal di rumah yang terpisah dengan Herman dan Aditia. Herman memang bukan papa kandung Andika. Melain kan papa tiri nya Andika.


Saat Andika lahir, papa nya meninggal. Karna mama nya janda dan tidak punya siapa-siapa. Mama Andika menerima tawaran Herman untuk menikah. Setelah usia Andika satu tahun, mereka pun menikah.


Setelah Andika berumur tiga tahun, mama Andika pun hamil lagi, itu lah anak kedua nya anak kandung Herman.


Herman selalu sayang pada kedua anak nya. Walau pun Andika bukan anak kandung, namun ia tetap sayang. Tapi, semua nya berubah saat kecelakaan itu terjadi.


Saat itu, mereka bertiga satu mobil. Dan yang mengemudi kan mobil itu adalah Andika. Mama duduk di belakang dan Aditia di samping.


Ntah apa sebab nya, mobil yang di kendarai itu tiba-tiba hilang kendali. Menyebab kan kecelakaan. Mobil menabrak pohon yang ada tak jauh dari jalan.


Karna kecelakaan itu, mama meninggal karna kehilangan banyak darah. Sedang kan Aditia harus hidup dengan di bantu kursi roda dan yang paling bikin papa marah dan tak terima. Andika tidak mengalami cedera sedikit pun. Entah bagai mana cerita nya, sehingga ia baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2