
Riana sangat kaget sama apa yang ia dengar. Tanpa sengaja ia mendengar kan apa yang mereka bicara kan di bawah sana. Mereka meminta Riana dan keluarga nya pindah dari rumah itu.
"Jangan bos, kasihani kami bos Herman. Kami mau tinggal di mana kalau kalian ambil rumah ini." kata mama sambil memegang tangan bos Herman.
"Bukan urusan ku kalian mau tinggal di mana." kata Herman dengan kejam nya. Sambil menarik tangan nya yang mama pegang.
Mama terjatuh dari kursi roda nya, Riana sangat kaget dengan apa yang mama laku kan.
"Mama." kata Riana sambil berlarian dari anak tangga menghampiri mama.
Semua nya melihat kearah Riana, termasuk Herman yang kasar dan garang itu.
"Kalian kejam sekali." kata Riana.
Riana membantu mama nya, sedang kan papa juga ada di samping mama.
__ADS_1
Herman hanya terdiam melihat Riana, gadis ini sangat cantik. Baru aku tahu, ternyata Raditia punya anak semanis ini. Kata herman yang seumuran dengan papa Riana.
"Raditia, aku akan membatal kan niat ku untuk mengusir kalian dari rumah ini. Dengan satu syarat, anak gadis mu yang cantik ini akan aku bawa. Dan akan aku jadi kan istri." kata Hermam sambil tersenyum manis.
Riana sangat kaget sama apa yang Herman kata kan. Bagai mana bisa ia menikah dengan orang yang lebih tua dari papa nya. Yang benar saja, apa kah tidak ada cara lain untuk membayar hutang.
"Jangan bos Herman, saya tidak bisa melaku kan itu." kata Raditia.
"Aku tidak butuh pendapat mu, aku hanya mengata kan apa yang aku mahu." kata Herman.
"Jangan, aku mohon jangan bawa Riana. Aku akan bayar hutang pada mu dengan rumah ini saja." kata papa.
"Aku berubah fikiran, aku tidak mau rumah mu. Aku mau anak gadis mu yang cantik ini saja untuk di jadi kan istri." kata Herman.
"Ayo bawa gadis itu, tunggu apa lagi." kata Herman pada anak buah nya.
__ADS_1
Anak buah nya pun mendekati Riana, dan membawa gadis lemah itu dengan paksa. Riana berusaha melepas kan diri nya. Namun, dua anak buah itu bukan lah tandingan nya.
"Tidak, aku tidak mau jadi istri mu. Lepas kan aku, lepas kan aku." kata Riana.
"Bos Herman jangan bawak anak kami. Lepas kan anak kami, kamu tidak bisa membawa dia pergi." kata papa.
Sedang kan mama hanya bisa menangis dan berteriak memanggil anak nya. Mereka membawa Riana masuk kedalam mobil. Lalu membawa Riana pergi dari sana.
"Lepas kan aku, aku tidak ingin ikut bersama kalian." kata Riana saat dalam mobil.
"Diam, kamu gadis pelunas hutang papa mu. Jangan banyak bicara, dan jangan banyak ulah." kata Herman.
Riana tidak juga mau diam, ia berusaha melepas kan diri. Namun, itu hal yang mustahil bagi nya.
"Diam, kamu tahu kan aku sudah lama menduda. Kamu bisa aku makan sekarang jika kamu gak diam." kata Herman.
__ADS_1
Riana tahu apa yang di maksud dengan kata makan yang Herman ucap kan. Lelaki yang lebih tua dari papa nya itu terlihat sangat menyeram kan bagi Riana.