Gadis Pelunas Hutang

Gadis Pelunas Hutang
Pemakaman


__ADS_3

Papa melihat kearah Ria yang membela Dika. Ia tak mrnyangka, anak nya malah membela lelaki yang telah memisah kan mereka. Tapi, itu semua karna hautang yang ia punya juga sih.


"Maaf kan papa ku Dika, ia tidak tahu apa-apa tentang kamu dan hidup mu." kata Ria.


"Gak papa Ria, aku gak masalah di salah kan. Aku sudah biasa mendapat kan semua itu." kata Dika.


Dika dan Riana pun berada di samping mama, Riana menangis sekencang mungkin. Melepas kan rasa sedih yang ia punya.


***


Pemakaman mama pun berlangsung, selama itu juga Ria tak henti-henti nya menangis. Air mata yang ia punya rasa nya sudah kering. Dika selalu ada di samping nya, sedang kan papa melihat dengan tatapan tidak suka.


Hingga pemakaman itu selesai, setelah menabur bunga dan membaca doa. Semua nya bubar dari makam itu. Riana masih berada di samping makam mama nya dengan memeluk gundukan tanah itu.

__ADS_1


"Ria sudah lah, jangan berat kan mama mu di sana. Ikhlas kan kepergian nya, jangan bikin ia sedih dengan kesedihan mu." kata Dika sambil berusaha menagngkat tubuh Ria.


"Dika, aku tidak percaya semua ini. Kenapa mama begitu cepat meninggal kan aku." kata Ria sambil berdiri di bantu Dika.


"Ria, aku juga pernah merasa kan apa yang kamu rasa kan. Semua nya akan pergi Ria, tergantung cepat atau lambat nya saja." kata Dika.


Dika memeluk Ria dengan penuh perasaan. Ia berusaha untuk membuat gadis itu tenang di pelukan nya.


"Om Radit, aku minta maaf atas apa yang papa lakukan pada keluarga kalian. Tapi aku harus membawa Ria pergi kembali kevilla. Karna jika papa tahu, kami akan dapat masalah." kata Dika pada papa.


"Apa kah kita tidak bisa lebih lama di sini Dika, apa kah aku tidak bisa menemani papa di sini saja." kata Riana.


"Maaf Riana, nanti bukan hanya aku dan kamu yang dapat masalah. Papa mu juga ikut dapat masalah jika kita lama-lama di sini. Apa lagi aku meninggal kan mu di sini. Itu akan lebih bikin masalah lagi bagi kita." kata Dika.

__ADS_1


"Baik lah Dika, aku mengerti. Kita akan pergi sekarang juga." kata Ria.


"Tidak Ria, jangan tinggal kan papa nak. Papa tidak ingin sendirian di sini Ria. Papa sudah tidak punya teman lagi, mama mu sudah pergi." kata papa.


"Maaf kan Ria pa, demi kebaikan papa dan kita semua. Ria harus meninggal kan papa, semoga papa baik-baik aja ya pa." kata Ria.


"Dika, aku titip anak ku pada mu. Aku titip Ria ya nak, tolong lindungi Ria." kata papa pada Dika.


"Baik om, aku akan jaga Ria. Om tidak perlu cemas saat Ria sedang bersama ku." kata Dika.


Akhir nya, dengan berat hati Riana melangkah bersama Dika. Meninggal kan papa di sana, masih berdiri di antara makam yang ada di sana.


Riana sedih, tapi bagaimana lagi. Tidak ada cara untuk tinggal, karna ia akan membuat masalah untuk Dika dan papa nya nanti jika ia memaksa kan untuk tetap tinggal di sana.

__ADS_1


__ADS_2