Gadis Pelunas Hutang

Gadis Pelunas Hutang
Kandang kucing


__ADS_3

Mobil terus melaju melintasi jalan raya yang ramai orang berlalu lalang. Hingga sampai di sebuah rumah yang terlihat sangat megah. Lampu rumah itu menyala semua nya.


Mobil berhenti setelah masuk kehalaman rumah yang luas bagai kan istana itu. Pintu mobil Herman di buka oleh pengawal nya. Sedang kan Riana di bawa turun paksa oleh kedua anak buah nya yang tadi.


"Ayo ikut, jangan banyak tingkah lagi kamu." kata salah satu anak buah itu.


Setelah pintu terbuka, Herman di sambut oleh seorang lelaki cacat. Lelaki cacat itu mengguna kan kursi roda untuk membantu nya berjalan. Lelaki itu di jaga oleh seorang suster di belakang nya.


"Siapa yang papa bawa pulang ini pa." kata Lelaki cacat tadi. Yang ternaya adalah anak dari Herman yang bernama Aditia.


"Gadis yang papa minati, dia cantik dan polos bukan. Dia gadis pelunas hutang keluarga nya." kata papa.


"Pa, apa-apaan sih papa ini. Ngpain juga menukar gadis untuk melunasi hutang keluarga nya." kata Adit.

__ADS_1


Adit melihat Riana, Riana menunduk kan wajah nya. Riana tidak tahu mau bilang apa lagi. Ia telah pasrah sekarang jika akan di jadi kan istri orang tua itu.


"Masuk kan dia kedalam sel kucing, biar dia gak kabur nanti." kata Herman pada anak buah nya.


"Pa, apa lagi ini. Kenapa manusia di sama kan dengan kucing sih." kata Adit.


"Dit, ini urusan papa. Kamu jangan ikut campur dalam urusan papa. Biar kan papa yang menentu kan segala nya." kata Herman.


Adit tidak bisa bicara apa pun, hanya bisa merasa kasihan sama gadis yang telah di jadu kan pelunas hutang yang di masuk kan papa nya di kandang kucing.


Herman meninggal kan Riana di dalam kandang kucing itu. Kemudian ia pergi dari sana. Dan meninggal kan Adit bersama susternya di sana juga.


Adit mendekati Riana dengan perasaan iba. Riana terus menunduk kan wajah nya. Ia tidak sangup melihat Adit.

__ADS_1


"Maaf kan papa ku, dan maaf kan aku juga yang tidak bisa membantu mu. Siapa nama mu, kamu tidak usah takut pada ku." kata Adit.


Riana mengangkat wajah nya pelan-pelan. Dan melihat kearah Adit yang tersenyum pada nya.


"Nama ku Riana, kamu tidak bersalah. Ini sudah takdir ku mungkin, aku tidak ingin menyusah kan siapa pun. Kamu tidak perlu merasa bersalah karna tidak bisa membantu aku." kata Ria.


"Riana, nama yang cantik sama kayak orang nya. Ria, jangan bersedih lagi ya. Aku harap kamu bisa bersabar. Aku akan membujuk papa ku agar melepas kan mu." kata Riana.


"Apa kah kamu yakin bisa membujuk papa mu." kata Riana.


"Aku tidak yakin sih, namun aku akan berusaha membujuk nya. Aku tidaj tahu apa yang papa ku rencana kan sebenar nya." kata Aditia.


Riana diam, Aditia ini terlihat sangat baik. Walau pun ia cacat, namun hati nya tidak sedikit pun cacat. Ia sangat lembut dan baik hati.

__ADS_1


__ADS_2