
Brian tak memperdulikan kala gadis itu sedang menangis tersedu-sedu bahkan wajah dan juga hidungnya sudah seperti tomat yang sudah terlalu matang masaknya saking merahnya wajah gadis itu yang benar-benar tak dihiraukan oleh Brian. Bagi Brian saat ini dirinya harus bersenang-senang terlebih dahulu, urusan gadis itu yang masih menangis bagi Brian itu urusan nanti.
Shuuttt ... shuuttt
"Berhentilah untuk memohon seperti itu baby! karena aku tuli akan hal-hal seperti ini," kata Brian sambil mengelus pipi putih nan halus milik Killa yang masih saja menangis tak henti-hentinya dan itu membuat Brian semakin bergairah mendengar suara berdua yang keluar dari bibir tipis itu.
Puas menatap dan juga bermain di dua benda kenyal itu, Brian menyelusuri setiap inci tubuh mungil itu yang kini sudah pasrah hanya menangis tanpa suara yang keluar dari bibir tipis itu.
Ah
Desah panjang keluar dari bibir tipis itu kala Brian memberikan kecupan di perut datar itu dengan kecupan mesra dan juga mengigit kecil perut datar itu yang kini tak ada penghalang sama sekali. Dan itu membuat Brian tak tahan melihat tubuh mungil itu sehingga membuat dirinya tak bisa melakukan ha seperti l itu. Sungguh Brian tak sabar ingin memakan gadis itu secepatnya.
__ADS_1
Brian yang masih memiliki sedikit hati nuraninya sehingga membuat dirinya akan memberikan pemanasan terhadap gadis itu mengingat bahwa gadis itu pasti yang baru pertama melakukan hal-hal yang seperti ini. Jadi Brian harus melakukannya dengan lembut agar tidak menyakiti gadis itu.
Pelan tapi pasti, Brian menyentuh resleting celana jeans yang masih sempurna melekat di tubuh bagian bawah gadis itu.
Melihat apa yang kini di sentuh oleh laki-laki tampan yang bak dewa Yunani itu Killa langsung menggerak-gerakkan kakinya dengan sekuat tenaga yang masih dimilikinya walaupun dirinya benar-benar sudah lelah dan di tambah lagi dirinya belum sempat mengisi tenaga sepulang kerja nya tadi.
"T-tuan! Killa menggeleng-gelengkan kepalanya seraya memberikan tatapan memohon dan wajah yang sendu agar laki-laki tampan bak dewa Yunani itu tidak melanjutkan aksinya.
Brian tetap melanjutkan aksinya walaupun dirinya mendengar suara yang memilukan itu keluar dari bibir tipis merah delima yang kini berusaha sekuat tenaga sedang menghalangi kegiatan yang menyenangkan itu bagi seorang Brian Wigunantara. Siapapun orangnya tidak akan bisa menghalanginya kesenangan yang dirinya lakukan seperti saat ini.
Hiks ... hiks ... hiks
__ADS_1
"Tuan! tolong hentikan ... saya mohon jangan lakukan ini pada saya tuan," tangis Killa melihat pemilik mata berwarna hanzel itu yang sedang menyentuh bagian bawah dirinya yang masih tertutup rapat saat ini.
Mendengar ucapan gadis itu Brian langsung mendongak menatap wajah yang sudah sebab karena tak berhenti-henti menangis sejak dirinya memaksakan kehendaknya terhadap gadis itu.
Brian langsung bangkit dari posisinya sekarang dan langsung menindih tubuh gadis itu yang satu lengan kekar menahan berat badan agar tubuh mungil itu tidak kesakitan.
"Kau ingin keluar dari kamar ini?" tanya Brian setelah dirinya memposisikan tubuhnya dan Brian menatap manik mata hitam indah itu dengan intens tanpa berkedip sedikit pun.
Mendengar apa yang di ucapkan laki-laki yang sedang berada di atas tubuhnya saat ini membuat Killa langsung berbinar dan langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat seakan dirinya mendapatkan keberuntungan atas apa yang di katakan oleh laki-laki itu.
"Tapi ..." Brian tak melanjutkan ucapan beberapa detik dan detik berikutnya ... tampak wajah Killa benar-benar menjadi cemas akan ucapan yang akan keluar dari bibir sexy Laki-laki tampan itu untuk berikutnya.
__ADS_1
"Setelah kita bersenang-senang tentunya baby," ungkap Brian dengan tersenyum devil setelah itu tampak mata berwarna hitam itu langsung berubah 180 derajat setelah mendengar ucapan laki-laki tampan yang sedang tersenyum manis menatap dirinya.
Bersambung