
Apa yang di lakukan oleh Brian saat ini terhadap dirinya tentu saja membuat Killa benar-benar merasa sangat malu, dan di tambah lagi di dalam mobil mewah itu bukan hanya ada mereka berdua melainkan ada sosok manusia yang sedang memperhatikan apa yang mereka lakukan sedari tadi masuk ke dalam mobil tersebut.
Killa berusaha memberontak dan menepis wajah tampan yang mulai menghirup aroma tubuh mungil dan juga tangan kekar dari pria tampan itu yang berusaha meraba tubuh mungil miliknya dan wanita itu berusaha untuk menyelamatkan diri dari terkaman manusia yang sedang menatap dirinya dengan begitu tajam.
"T-tuan!!!"
Untuk kedua kalinya Killa menjerit sejadi-jadinya di dalam mobil mewah itu untuk memberhentikan aksi kurang ajar dari seorang Brian yang memang benar-benar sudah kehilangan akal sehat yang tidak bisa dirinya hanya memberontak untuk memberhentikan aksi tersebut.
"Aaarrgghh."
Dan untuk sekian kali juga Brian mengusap telinga yang terasa berdengung akibat jeritan dari wanita yang benar-benar membuat telinga nya terasa perih. Ck, memang tidak bisa di bilangin. Memang dasar pembangkang, omel Brian yang terus mengusap-usap telinga.
Detik berikutnya Brian membulatkan matanya kala menyadari apa yang telah dirinya lakukan beberapa detik yang lalu yang hampir saja menghabisi wanita yang sedang menatap dirinya dengan begitu tajam dan hanya ada ekspresi wajah yang begitu garang menatap dirinya.
Sadar apakah yang telah dirinya lakukan, Brian secepat kilat merapikan pakaian wanita yang hampir tidak berbentuk akibat ulah dirinya yang benar-benar tidak bisa tahan jika melihat lekuk tubuh mungil wanita yang sedang menatap dirinya saat ini dengan tatapan membunuhnya.
"Ck, Berhenti lah menatap diriku seperti itu baby," kesal Brian menatap wajah Killa yang hanya ada tatapan permusuhan yang diberikan kepada dirinya. Sungguh Brian sangat-sangat tidak suka jika ditatap seperti itu.
Brian melirik ke arah sang sekretaris yang sedari tadi sok-sok fokus menatap ke arah depan, padahal saat ini Brian yakin sekali sekretaris nya itu sedang memasang telinga mendengarkan apa yang telah dirinya bicarakan. Cih ... benar-benar sok-sok polos, dasar laki-laki menyebalkan.
Haikal yang sedari tadi mendengarkan omelan-omelan yang keluar dari pria yang sedang duduk di belakang kursi pengemudi dirinya hanya diam dan menjadi pendengar yang baik. Dasar pemaksaan, batin Haikal yang hanya bisa bicara hati ke hati dirinya saja.
Tidak terasa dua puluh menit menempuh perjalanan yang penuh dengan drama-drama dan akhirnya mereka sampai juga ke sebuah gedung yang menjulang tinggi yang tak jauh dari pusat kota.
Brian yang asyik melihat Killa yang sampai detik ini begitu nyaman membuang muka terhadap dirinya sehingga panggilan dari sang sekretaris Haikal pun dirinya tak menyadari akan panggilan dari sang sekretaris yang sedari berusaha memanggil dirinya.
"Ck, seperti ini jika kalau sudah dapat wanita yang tidak bisa menolak kehendak dirinya," decak sebal Haikal yang beberapa detik sudah sampai di pekarangan Apartemen dan nyatanya yang di panggil tidak menoleh sama sekali kearah dirinya. Akan tetapi, tidak membuat Haikal kehabisan cara untuk membuyarkan lamunan kedua manusia yang satu sedang entah apa yang dipikirkan dan yang satunya lagi sedang menatap yang sedang membuang muka ke arah jendela mobil yang sedari tadi sudah berhenti.
Haikal menyeringai lebar sebelum dirinya berbalik ke posisi semula untuk membuat dua manusia yang sedang di dunia masing-masing dan tanpa berpikir panjang Haikal langsung membunyikan klakson mobil mewah itu tanpa ada jeda sama sekali.
__ADS_1
Tin ... tin ... tin ... tin ... tin ... tin ... tin ... tin
"Woy!! ... apa yang kau lakukan, Haikal?"
Brian maupun Killa langsung menutup ke dua telinga akan bunyi klakson mobil membuat mereka benar-benar terkejut akan ulah Haikal yang memang sengaja membunyikan klakson mobil mewah milik Brian.
Mendapatkan teriakan yang tak kalah dengan klakson mobil, secepat kilat segera Haikal berhenti membunyikan klakson mobil mewah milik sang tuan.
Tanpa rasa bersalah sama sekali Haikal hanya cengengesan melihat dua manusia yang tengah menatap dirinya dengan begitu tajam setajam silet.
"Haikal!! kau sudah bosan hidup! rupanya yah?" kesal Brian sambil menendang kursi yang di duduki oleh sang sekretaris.
"S-saya masih ingin hidup lebih lama lagi tuan," sahut Haikal dengan suara gugup lantaran takut melihat tatapan maut yang di berikan oleh sang tuan.
"Ck, pandai sekali bersandiwara."
Saking kesalnya Brian berlalu begitu saja tanpa menunggu seseorang yang seharusnya dirinya bawah masuk ke dalam apartemen pribadi miliknya.
Satu langkah
Dua langkah
Tiga langkah
Empat langkah
Lima langkah
"Hahaha."
__ADS_1
Dan akhirnya suara gelak tawa Haikal benar-benar pecah di dalam mobil mewah itu yang menyisakan dirinya dan juga wanita yang sedari tadi memperhatikan apa yang telah dirinya lakukan.
"Tidak majikan tidak sekretaris ... sama-sama gila," gumam Killa yang masih bisa di dengar jelas oleh Haikal yang masih saja menertawakan pria tampan yang sedang menuju ke arah mobil.
Haikal yang mendengar ucapan itu hanya menoleh sekilas ke arah belakang kursi dan kembali fokus menatap ke depan dan dirinya bersiap-siap akan terkena amukan dari pria yang saat ini dengan langkah panjang menghampiri mereka berdua yang masih setia berada di dalam mobil.
"Keluar kau Haikal!!"
Brian berkacak pinggang di depan mobil menunggu sang sekretaris nya untuk keluar dari dalam mobil, saat ini dirinya benar-benar kesal terhadap sekretaris nya yang sepertinya memang benar-benar sengaja mengerjai dirinya sehingga dirinya lupa akan tujuan ke apartemen milik saat ini.
Ceklek
Haikal yang mendapatkan teriakan dari luar mobil dengan segera keluar mobil tanpa berlama-lama karena dirinya tidak mau menambah kekesalan dari sang tuan.
"T-tuan,"
"Kau memang sengaja mengerjai diriku yah! Haikal?" teriak Brian dengan suara lantang dan juga menjadi pusat perhatian para penghuni yang tinggal di gedung yang menjulang tinggi itu.
"T-tid ... "
Belum sempat Haikal meneruskan ucapannya, dirinya langsung terhuyung ke belakang lantaran mendapatkan senggolan yang lumayan keras dan untung saja dirinya dengan sigap menahan keseimbangan sehingga tidak sampai badan miliknya mencium lantai keras yang saat ini dirinya injak. Ck, benar-benar tidak berperikemanusiaan batin Haikal menatap sebal terhadap sang tuan.
Tidak hanya Haikal yang mendapatkan omelan-omelan dari mulut pedas Brian, Killa yang sedari tadi hanya diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Brian maupun Haikal langsung mendapatkan omelan ketika pintu mobil baru di buka oleh Brian.
"Kau juga ... kerjasama dengan sekretaris sialan itu" kan? tuduh Brian sambil meraih pergelangan tangan mungil Killa agar keluar dari dalam mobil mewah itu.
"T-tuan,"
"Apa" hm?"
__ADS_1
Tidak putus asa, Killa benar-benar berusaha untuk tetap meminta dirinya agar di lepaskan pergi dari tempat itu dengan memohon dan juga memasang wajah se-sedih mungkin agar yang sedang memegang pergelangan tangan dirinya merasa iba.
Bersambung