GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
14. Gadis Pemuas Untuk Sang Presdir


__ADS_3

Brian yang merasa puas menatap wajah wanitanya yang sedang tertidur pulas di ranjang miliknya akibat pertempuran entah berapa jam mereka melakukan pertempuran itu sehingga membuat wanitanya kelelahan akibat melayani nafsu nya dan entah kenapa membuat dirinya benar-benar tak bisa berhenti sehingga membuat pertempuran itu berhenti kala wanitanya itu tak sadarkan diri akibat kelelahan.


"Dirimu memang benar-benar," gumam Brian senyum-senyum sendiri membayangkan kegiatan mereka beberapa jam yang lalu dengan wanitanya itu.


Cup


Baru lah Brian benar-benar berlalu membersihkan dirinya setelah mengecup bibir tipis nan lembut milik wanitanya yang tampak sekali wajah lelahnya itu.


Tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh kekar miliknya, Brian begitu santai menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum sang sekretaris nya Haikal datang mengantarkan pakaian untuk dirinya dan juga untuk wanitanya tentunya.


Sementara Brian yang sedang berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, lain halnya dengan Killa yang mulai membuka matanya karena terusik dengan cahaya matahari yang masuk di celah-celah gorden yang sedikit tersingkap itu.


"Euugghh," lenguh Killa sambil meregangkan otot-otot yang terasa semua tulang-tulangnya remuk dan lelah yang luar biasa dirinya rasakan saat ini yang seperti sehabis mengelilingi lapangan bola berpuluh-puluhan kali banyak nya.


Deg


Mata bulat indah nan hitam pekat itu langsung menatap nanar sekeliling kamar yang dirinya tempati saat ini yang terasa asing sekali oleh dirinya dan berharap apa yang terjadi pada dirinya beberapa jam yang sudah berlalu nyatanya tidak lah mimpi.


"Aw!!" ringisan Killa kala merasakan cubitan itu nyata pada dirinya sendiri lantaran dirinya masih berharap ini hanyalah mimpi. Nyatanya saat ini dirinya sama sekali tidak memakai sehelai benang pun yang melekat pada tubuh mungil milik nya.

__ADS_1


A ... aku rupanya tidak bermimpi, gumam Killa dengan suara yang bergetar hebat berusaha bangkit dari atas ranjang king size milik pria yang telah membawa dirinya secara paksa beberapa jam yang lalu.


"Aaarrgghh!!," jerit Killa tertahan sambil kedua tangannya mungil nya memegang area sensitifnya yang terasa luar biasa perihnya.


lngin sekali dirinya menjerit dengan suara begitu kerasnya tapi dirinya memikirkan terlebih dahulu cara untuk keluar dari kamar terkutuk ini sebelum dirinya ketahuan oleh pria yang sedang berada di dalam kamar mandi saat ini.


Dengan menahan sakit dan juga jalan tertatih-tatih Killa berusaha meraih baju kemeja putih yang kebesaran milik pria itu lantaran pakaian dirinya sendiri sudah tak layak jika di pakai untuk dirinya, tampa berlama-lama Killa langsung mengenakan kemeja putih yang benar-benar kebesaran oleh tubuh mungil nya tersebut.


Selesai berpakaian seadanya untuk menutupi tubuh mungil nya, Killa langsung menatap nanar sekeliling untuk mencari sesuatu yang bisa membuat dirinya keluar dari kamar yang telah membuat hidup nya benar-benar hancur hanya dalam satu malam.


"D ... dima aku harus mencari kunci nya," gumam Killa yang luar biasa saat ini dirinya benar-benar khawatir jika ketahuan oleh pria yang sedang berada di dalam kamar mandi saat ini lantaran dirinya berusaha untuk melarikan diri.


"l ... itu dia," gumam Killa sedikit tersenyum sambil berjalan tertatih-tatih untuk mengambil kunci kamar yang akan mengeluarkan dirinya dari kamar yang dirinya tempati saat ini.


Memiliki tubuh yang hanya tinggi sekitar 165 cm membuat dirinya sedikit kesusahan untuk meraih kunci yang dirinya pikir akan bisa membuka pintu kamar itu.


Sedikit berjinjit akhirnya kunci yang tergantung itu berhasil juga dirinya raih, berhasil mengambil kunci yang nyatanya tidak hanya satu di gantungan kunci itu membuat Killa benar-benar membuat dirinya kesal lantaran sudah dua menit pintu kamar itu belum juga bisa dirinya buka.


"Ck, kenapa kunci sebanyak ini tidak ada satupun yang bisa membuka pintu kamar ini," kesal Killa dengan mencoba satu persatu kunci yang nyatanya tidak satupun yang merupakan kunci kamar tersebut.

__ADS_1


Sementara di ruangan lain saat ini dan tepatnya di kamar mandi Brian yang selesai acara bersih-bersih langsung bersenandung kecil melangkahkan kakinya menuju walk in closet untuk mengambil sesuatu yang bisa dirinya gunakan untuk mengeringkan rambut yang basah saat ini.


"Kemana wanita itu," batin Brian sambil memperhatikan di ranjang miliknya saat ini sudah tidak ada wanitanya di sana.


Brian yang samar-samar mendengarkan suara benda yang tidak asing di telinga nya langsung melangkahkan kakinya menuju sumber suara tersebut. Brian langsung tersenyum lebar melihat wanitanya yang sedang benar-benar sedang konsentrasi mencoba membuka pintu kamar tersebut.


Masih mengenakan handuk yang hanya melilit tubuhnya bagian bawah miliknya dan jangan lupa rambut yang masih basa yang belum sempat dirinya keringkan, Brian melangkahkan kakinya dengan sangat hati-hati agar wanitanya yang sedang konsentrasi mencoba membuka pintu kamar itu tidak terkejut akibat dirinya.


"Apa kau lapar baby?" tanya Brian melingkarkan tangan kekar miliknya di perut datar wanitanya dengan lembut sambil meletakkan dagunya di pundak wanita itu.


Aaahh


Teriakkan Killa mengema di dalam kamar hotel itu ketika seseorang melingkarkan tangannya di perut datar miliknya.


Shuuttt,,


"Jangan teriak-teriak baby ... nanti tenggorokan mu bisa sakit dan tidak bisa mengeluarkan suara-suara merdu untuk diriku," bisik Brian di telinga wanita nya sambil mengigit kecil.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2