GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
11. Gadis Pemuas Untuk Sang Presdir


__ADS_3

Seakan-akan yang tadinya mendapatkan angin begitu segar beberapa detik yang lalu usai mendengarkan ucapan laki-laki yang sedang menindih tubuhnya, seketika pupus sudah harapan setalah mendengar ucapan yang begitu manis yang keluar dari bibir sexy Laki-laki tampan itu yang menatap dirinya tanpa berkedip.


"Dasar laki-laki bajingan ... keparrat ... sialan," teriakan dan makian yang keluar bersamaan dari bibir tipis Killa nyatanya laki-laki itu hanya memberikan harapan palsu saja terhadap dirinya yang tadinya begitu berharap laki-laki itu akan membebaskan dirinya.


Tanpa mendengar suara makian yang keluar dan juga suara yang begitu memilukan yang keluar dari bibir tipis merah delima nan lembut itu, Brian tetap melanjutkan aksinya walaupun dirinya mendengar umpatan-umpatan nama-nama hewan yang keluar dari bibir gadis itu untuk dirinya.


Streeeeet


Terdengar suara resleting celana yang sedikit keras ketika di buka, Brian tetap fokus membuka celana jeans yang sedikit ketat di tubuh mungil gadis itu walaupun dirinya sedikit kesulitan membuka celana milik gadis itu Brian tetap melanjutkan aksinya dengan hati-hati dirinya tidak ingin gadis itu kesakitan atas perbuatannya.


Killa terus berusaha menggerak-gerakkan kakinya dan juga sesekali dirinya menendang tubuh kekar laki-laki itu nyatanya tendangan itu sama sekali tidak terpengaruh terhadap laki-laki tampan itu yang tetap berusaha membuka celana jeans milik gadis mungil itu.


"Aaarrgghh!!!" teriak Killa benar-benar mengema di dalam kamar hotel itu ketika apa yang melekat di tubuh mungil nya tak tersisa sehelai benang pun saat ini.


Dengan susah payah Brian menelan salivanya melihat pemandangan yang benar-benar yang wow dan juga tidak dapat dirinya ungkapan dengan kata-kata yang begitu menyegarkan mata nya tersebut.


Hiks ... hiks ... hiks


Sambil menangis tersedu-sedu Killa merapatkan kedua kakinya se-erat-eratnya agar benda berharga miliknya tak dilihat oleh oleh laki-laki yang sedang menatap dirinya saat ini tanpa berkedip sama sekali.


"Dasar laki-laki bajingan!!!"


Umpat Killa yang berusaha bangkit dari atas ranjang king size yang besar itu untuk mencari sesuatu yang bisa dirinya gunakan untuk menutupi tubuh mungil nya yang saat ini tak mengenakan sehelai benang pun.

__ADS_1


Brian yang melihat pergerakan gadis itu yang sedang berusaha mencari sesuatu untuk menutupi tubuh mungil itu dengan sigap Brian langsung menindih tubuh yang sedang tak mengenakan pakaian saat ini.


"Biarkan saja seperti ini baby! aku sangat suka melihatnya," bisik Brian di telinga Killa sambil mengigit kecil daun telinga gadis itu sambil satu tangan kekarnya tak bisa lagi dikondisikan yang sedang *******-***** benda kenyal itu secara bergantian.


Ah ...


Desah panjang keluar dari bibir tipis itu kala Brian mengisap benda kenyal itu secara bergantian seperti bayi kehausan. Puas bermain-main dengan benda kenyal yang sudah memerah pucuk nya tersebut, Brian tak memperdulikan kala gadis itu memukul-mukul dada bidang nya, Brian tetap membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya, ********** dengan penuh gairah.


Ah ...


Lagi dan lagi keluar suara merdu dari bibir tipis gadis itu yang kini benar-benar tak berdaya mendapatkan sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Brian terhadap dirinya.


"T-tuan!!!"


"Yah baby!!! sebut namaku baby!!! " Brian " bisik Brian di telinga gadis itu yang sedang memejamkan matanya kala mendapatkan sentuhan-sentuhan lembut yang dirinya berikan.


Shuuttt ... tenanglah baby! kita akan bersenang-senang dan kau cukup mengeluarkan suara-suara merdu untuk diriku! hm. Ungkap Brian mengecup sekilas bibir lembut yang sudah memerah akibat dirinya dan setelah itu Brian langsung melanjutkan ke kegiatan intinya langsung.


Brian yang tak mau menundanya lebih lama lagi langsung menyingkirkan tangan mungil yang masih terikat oleh dasi miliknya yang lumayan erat itu ke atas kepala gadis yang sudah terbaring tak berdaya lagi.


"Aaarrgghh!!! Brian!!!" sentak Killa tanpa embel-embel sebutan tuan kala dirinya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


" Lebih baik bunuh saja diriku tuan," batin Killa ketika dirinya sudah tak ada harga dirinya lagi di hadapan laki-laki itu yang setelah melihat benda berharga miliknya telah di liat laki-laki lain yang bukan pasangan halalnya tersebut. Sungguh menyedihkan sekali jalan hidup ku tuhan. Tangis Killa yang tak lagi mengeluarkan suara.

__ADS_1


"T-tuan!!!" ******* Killa menggeleng-gelengkan kepalanya ketika dirinya baru pertama kali merasakan sensasi yang luar biasa selama ini belum dirinya rasakan.


"Yah baby! keluar kan saja ... tidak usah di tahan-tahan," ungkap Brian sambil menikmati tubuh mungil gadis itu.


Killa yang melihat laki-laki tampan itu berusaha membuka pakaian yang dirinya kenakan satu persatu langsung menatap nanar dan berusaha bangkit dari ranjang king size untuk turun dari ranjang milik laki-laki itu.


Belum sempat Brian membuka yang menutup bagian bawah miliknya dengan sigap dirinya meraih tubuh mungil itu agar kembali terbaring di ranjang miliknya.


Ah ... ah ... ah


Teriak Killa lagi dan lagi mengema di dalam kamar hotel itu ketika dirinya kembali terbaring di atas ranjang milik laki-laki itu.


Shuuttt


"Tenanglah baby!! sebentar lagi kau akan merasakannya," ungkap Brian yang satu tangan kekarnya menahan tubuh mungil gadis itu agar tidak bisa melarikan diri.


Brian langsung melempar asal pakai yang dirinya kenakan, dan langsung menatap wajah cantik yang sedang terbaring di atas ranjang milik nya.


Killa yang melihat benda yang besar dan juga panjang itu langsung melebarkan matanya kala milik laki-laki itu sudah dekat dengan milik nya.


"T-tuan! ampun tuan, jangan lakukan ini pada saya tuan," tangis Killa menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menghentak-hentakan kakinya agar laki-laki itu tidak bisa memasuki dirinya.


Ah ...

__ADS_1


Mata bulat nan hitam pekat itu langsung mengeluarkan air mata kala laki-laki tampan itu berhasil memasuki dirinya dengan susah payah.


Bersambung


__ADS_2