GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
20. Gadis Pemuas Untuk Sang Presdir


__ADS_3

Cup


Tanpa aba-aba Brian langsung mendaratkan kecupan manis di bibir tipis nan lembut itu ketika dirinya sudah berdiri di hadapan menatap kagum pada wanitanya yang mengenakan pakaian atas pilihan dirinya sendiri, dan tentu saja pakaian itu melalui sang sekretaris nya Haikal untuk mendapatkan pakaian tersebut. Akan tetapi, Haikal yang telah berusaha untuk tutup mulut akan pakaian yang telah dirinya beli di butik orang tua dari Presdir nya tersebut di ketahui oleh nyonya Wigunantara dan usaha Haikal untuk menutupi apa yang telah dilakukan oleh Presdir nya ternyata hanya sia-sia karena dirinya keceplosan akan tentang wanita dari Presdir nya tersebut.


Cantik


Pas


Sempurna


Brian mengucapkan tiga kata itu dihadapan wanitanya dan tak lupa Brian memberikan senyuman begitu manis untuk wanitanya dan setelah itu dirinya langsung meraih jemari mungil milik wanitanya agar mengikuti langkah kaki nya menuju pintu keluar kamar hotel itu. Akan tetapi, Brian langsung menoleh ke belakang karena kaki mungil milik wanitanya tidak mengikuti langkah kaki nya tersebut.


"Kenapa? hm."


Brian menaikkan satu oktaf suara milik nya ketika dirinya sudah melihat manik mata indah hitam pekat itu secara intens untuk mendengar kata yang akan keluar dari bibir tipis nan lembut itu.


"Jawab? jangan diam saja."


"T-tuan ... s-saya mohon ... biarkan saya pergi dari sini? saya janji tidak akan melaporkan anda pada siapa pun," mohon Killa mengatupkan kedua tangan mungil milik nya di depan dadanya memohon agar pria tampan itu mau melepaskan dirinya. Akan tetapi, usaha yang dilakukan oleh dirinya hanya sia-sia karena pria tampan itu sama sekali tidak tersentuh akan wajah menyedihkan yang begitu nyata di wajah nya tersebut.


"Jangan harap."

__ADS_1


"Bermimpi saja tidak akan aku izinkan kau untuk pergi dari sini sendirian tanpa diriku," ungkap Brian meraih dagu runcing milik wanitanya agar bisa melihat mata yang sudah mengembun karena menahan air matanya agar tidak jatuh, nyatanya air mata itu jatuh tanpa permisi.


"Apa kau mengerti? hm."


Bukannya menjawab pertanyaan pria yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam, wanita itu justru membuang muka ke arah lain karena takut melihat tatapan yang di berikan oleh pria tampan itu saat ini.


Dan nyatanya Brian tetap memaksakan kehendak nya tanpa persetujuan dari wanitanya untuk ikut bersama dengan dirinya tanpa ada pilihan lain untuk wanitanya untuk menolak kehendak dirinya tersebut.


Walau ada drama beberapa menit untuk memaksa wanitanya agar mengikuti kemauan dirinya. Akan tetapi, Brian tetap pada pendiriannya yang memang tidak mau melepaskan apa yang telah menjadi miliknya di lepaskan begitu saja. Dan saat ini mereka berdua sudah duduk di belakang kursi pengemudi saling berjauhan di dalam mobil mewah yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan yang diantar langsung oleh sang sekretaris Haikal.


"Jalan Haikal."


"Baik tuan."


"Hehehehe ... rupanya dia bisa menahan kekesalannya tehadap wanita itu rupanya," batin Haikal memperhatikan dua manusia yang sedang duduk berjauhan di belakang kursi pengemudi.


Brian yang melihat mimik wajah dari sang sekretaris nya itu dari samping yang sedang menahan tawanya pun dibuat bertambah kesal akan raut wajah sang sekretaris nya tersebut.


"Huh ... memang benar-benar sekretaris kurang hajar."


"Kau perhatikan jalan Haikal! kau mau membawa mobil mahal ku ini terjun ke jurang," sentak Brian yang saat ini luar biasa kesal terhadap wanitanya yang sedari tadi membuang muka ke arah jendela dan di tambah sang sekretaris nya menunjukkan raut wajah yang sedang menertawakan dirinya. Ck, menyebalkan sekali mereka.

__ADS_1


Haikal yang ketangkap basah sedang memperhatikan Presdir dan juga wanita dari Presdir nya langsung mengalihkan pandangannya secepat mungkin ke arah lurus menatap jalanan yang lumayan padat karena jam-jam para manusia untuk berangkat menuju ke tempat mereka beraktivitas.


Wanita yang sedari tadi membuang muka yang dari awal masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi langsung menoleh ke arah dimana pria tampan itu yang sedang mengomel-ngomel tak jelas terhadap sang sekretaris nya itu. Cih ... memang benar-benar pria gila, batinnya menatap malas ke arah pria yang sedang melihat dirinya dengan ekor matanya saat ini.


Brian yang tak terima melihat cara pandang wanitanya terhadap dirinya dengan cepat langsung menarik tubuh mungil wanitanya itu agar dekat dengan tubuhnya sehingga tak ada jarak untuk keduanya saat ini.


"Aaaahhh."


Di tarik secara tiba-tiba tentu saja membuat wanita itu yang tadinya membuang muka ke arah jendela mobil langsung menjerit dengan suara begitu nyaring sehingga membuat dua pria tampan itu langsung mengusap telinga nya masing-masing yang terasa berdengung akan jeritan wanita yang kini tampak melotot kan mata nya menatap dua pria tampan itu secara bergantian.


"Yah tuhan ... bisa tidak kau tidak menjerit seperti itu," kesal Brian yang masih mengusap telinga nya yang masih terasa berdegung akibat jeritan wanitanya yang luar biasa nyaring nya di dalam mobil yang tertutup rapat saat ini.


"Apa yang anda lakukan tuan."


Brian tetap fokus melakukan apa yang dirinya inginkan tanpa peduli wanitanya saat ini yang berusaha memberontak terhadap dirinya yang memang semena-mena terhadap tubuh mungil itu yang sedang mempererat pelukannya pada pemilik tubuh mungil itu sehingga membuat wanita itu menggelengkan kepalanya akibat sentuhan yang di berikan oleh pria tampan yang sedikit gila itu terhadap tubuhnya tersebut.


"Shuuttt."


"Anggap saja dia itu pohon yang sedang kekeringan ... akibat kekurangan air," ujar Brian selembut di depan bibir tipis nan lembut itu agar wanitanya tidak memberontak.


"Ah ... benar-benar tidak tahu tempat."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2