GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
12. Gadis Pemuas Untuk Sang Presdir


__ADS_3

Cup ... cup


Brian langsung mengecup mata bulat indah nan hitam pekat itu secara bergantian melihat wajah gadis itu yang sudah penuh dengan air mata akibat dirinya yang telah mengambil sesuatu yang sangat berharga milik gadis itu secara paksa.


"Terima kasih ... baby," ungkap Brian setelah dirinya memberikan kecupan manis di ke-dua mata indah itu secara bergantian dengan bersamaan dengan itu dirinya melihat dengan jelas noda merah di sprey putih di ranjang king size miliknya saat ini sudah basah akibat darah kegadisan gadis itu.


Setelah berhasil memasuki gadis itu dengan susah payah, Brian langsung melepaskan ikatan dasi yang masih melingkar di pergelangan tangan mungil milik nya itu di tangan gadis itu.


Brian yang melepaskan ikatan dasi miliknya di tangan mungil itu langsung mendapatkan cakaran yang luar biasa yang dilakukan oleh gadis itu di ke-dua lengan kekar miliknya yang mengakibatkan lengan kekar miliknya sedikit memerah. Sungguh luar biasa cakaran gadis itu pada lengan kekar miliknya padahal kuku-kuku jari gadis itu tidak terlalu panjang. Entah kenapa luar biasa terasa perihnya.


Untuk sesaat Brian langsung memejamkan matanya akibat cakaran dari gadis yang masih di bawah tubuh kekar miliknya. Sungguh kau luar biasa ... baby!.


Perlahan-lahan Brian mulai menggerakkan tubuhnya saat melihat gadis yang di bawah tubuh kekar miliknya sudah mulai tenang. Tahan sebentar baby ... kalau kau masih merasa sakit! kau boleh melakukan apa saja terhadap diriku! tapi jangan meminta diriku untuk berhenti, kau mengerti kan," ujar Brian mulai menggerakkan tubuhnya.


"Aaarrgghh!!!" jerit Killa kala merasakan sesuatu yang memaksa masuk ke bagian dirinya secara paksa sambil ke-dua tangan mungil memegang ke-dua sisi lengan kekar milik laki-laki yang sedang berada di atas tubuhnya saat ini.

__ADS_1


Untuk mengalihkan rasa sakit terhadap gadis itu, Brian ******* bibir tipis itu dengan lembut agar gadis itu bisa tenang dan agar gadis itu tidak menangis lagi. Brian ******* bibir tipis itu dan juga saling menukar salivanya satu dengan yang lainnya, ciuman yang tadinya begitu lembut kini menjadi sedikit lebih menuntut karena tak mendapatkan balasan dari gadis itu terpaksa Brian mengigit bibir tipis itu untuk membalas ciuman dari dirinya.


"Eeerrmm," jerit Killa tertahan sambil memukul-mukul dada bidang kekar milik Brian yang sedang ******* bibir milik nya membuat dirinya kehabisan oksigen.


Brian yang menyadari gadis yang sedang dirinya nikmati yang memiliki bibir tipis nan lembut itu hampir kehabisan oksigen dengan cepat dirinya langsung melepaskan ciuman panas itu.


Sejenak Brian memperhatikan wajah gadis yang sedang menghirup oksigen yang begitu dalam, beberapa menit kemudian Brian kembali melanjutkan kegiatan nya yang sempat tertunda akibat ciuman panas yang dirinya lakukan.


"T-tuan,"ujar Killa dengan suara bergetar hebat merasakan sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya akibat gerakan yang dilakukan oleh laki-laki yang masih di atas tubuhnya saat ini.


Entah ke berapa kali Brian mencapai puncak kenikmatan bersama gadis itu membuat gadis yang sedang berada di bawah tubuh kekar miliknya itu sudah tidak sadarkan diri.


Brian yang melihat gadis itu benar-benar badan yang terkulai lemas, perlahan-lahan dirinya mulai mengeluarkan miliknya secara hati-hati agar gadis itu tidak kesakitan karena dirinya.


" Euugghh," lenguh Killa beberapa detik kala dirinya merasakan sesuatu yang keluar dari dalam dirinya dan berikutnya dirinya kembali melanjutkan ke mimpi indah nya tersebut.

__ADS_1


Cup ... cup


Brian memberikan kecupan begitu lembut di ke-dua mata indah nan hitam pekat itu secara bergantian dan terakhir dirinya mengecup bibir tipis nan lembut itu untuk beberapa detik.


"Terima kasih ... baby," ungkap Brian sambil mengambil sesuatu untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.


Brian yang memposisikan tubuhnya dengan gadis itu langsung tersenyum lebar melihat hasil karya nya yang begitu indah di tubuh mungil gadis yang sedang terlelap karena kelelahan akibat dirinya.


Cup ... cup


"Good night ... baby,".


Setelah memberikan kecupan manis di bibir tipis nan lembut itu, tak lama Brian menyusul gadis itu ke alam mimpi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2