
Brian tersenyum melihat apa yang iya cari tersimpan di lemari tempat penyimpanan kunci-kunci cadangan mansion yang tersimpan dengan rapi dan memudahkan iya menemukan benda yang iya butuhkan untuk bisa bertemu dengan seorang yang sedang sendirian di kamar atas tanpa ada orang yang menemani wanita itu.
Mhmhmhmhmhmhmhmhmh
Brian bersenandung kecil sambil memutar-mutar kunci yang ada di dalam genggaman tangan besarnya dan sesekali Brian menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa tidak ada orang lain selain dirinya.
Sampai di depan kamar Killa, Brian menoleh ke kiri dan kanan sebelum memutar kunci yang siap untuk membuka pintu kamar Killa. Brian yang merasa aman langsung memutar kunci pintu itu dan langsung memegang handel pintu kamar Killa.
Ceklek
Terdengar suara handel pintu berbunyi tanpa membangunkan Killa yang sedang tertidur pulas di ranjang king size itu tanpa mengunakan selimut yang menutupi tubuh mungil itu dan sehingga membuat bagian pusar Killa sedikit kelihatan karena baju tidur milik Killa sedikit tersingkap.
Brian tersenyum melihat wanita yang membuat iya sakit kepala beberapa jam lalu karena hilang bak di telan bumi dan kini wanita itu sedang tertidur pulas di ranjang king size itu dengan wajah teduh di mansion keluarga Wigunantara.
Tanpa pikir panjang Brian langsung naik ke atas ranjang king size itu untuk ikut bergabung dengan Killa yang sedang tertidur pulas dan Killa tidak sama sekali terganggu akan gerakan akibat Brian naik ke atas ranjang king size itu.
Cup
Brian memberikan kecupan manis di bibir mungil yang sedang tertidur pulas itu, dan saking pulas nya tidur Killa tidak terganggu sama sekali apa yang di lakukan oleh Brian terhadap dirinya.
"Sungguh menggemaskan."
Brian menarik selimut dengan perlahan dan ikut bergabung dengan selimut yang iya tarik untuk menutupi seluruh tubuh mungil Killa dan juga dirinya, dan tangan nakal Brian mulai meraba-raba tubuh mungil yang sedang tertidur pulas itu.
"Unghh."
Killa melenguh dengan mata yang masih terpejam rapat tatkala merasakan ada seseorang yang sedang bermain-main di dua benda kenyal miliknya dengan *******-***** ****** kenyal itu sehingga membuat iya merasa sakit di area benda kenyal miliknya.
__ADS_1
Ah
Brian yang sangat suka bermain-main di benda kenyal yang sangat pas di tangan besarnya dan tanpa sadar meremas benda itu dengan sangat kuat sehingga membuat sang embun berteriak sambil menyingkirkan tangan besar Brian dengan kasar.
Perlahan tapi pasti Killa mencoba membuka mata walau terasa teramat sangat berat karena hari baru menunjukkan pukul setengah dua dini hari dan di tambah dirinya benar-benar terasa begitu lelah entah kenapa beberapa hari ini iya merasa tubuhnya mudah lelah.
Deg
Killa yang melihat siapa yang sedang berada di satu ranjang dengan iya langsung membuka mata yang tadinya remang-remang kini mata bulat nan indah itu terbuka dengan lebar untuk memastikan bahwa iya tidak salah lihat.
Brian yang melihat mata bulat Killa sedang melotot melihat dirinya hanya memberikan senyuman begitu manis bahkan Brian langsung menindih tubuh mungil yang baru saja mengumpulkan nyawa sehabis tidur nyenyak nya di ganggu oleh Brian.
"Dasar keparatt, bajingann, brengsek."
Killa memaki Brian sambil memukul dada bidang Brian yang sedang mencium setiap jengkal wajah miliknya dengan satu tangan nakal Brian tak henti-henti bermain di dua benda kenyal itu secara bergantian membuat iya meringis tatkala Brian dengan sengaja meremas benda kenyal miliknya dengan kuat.
"Lepasin keparatt."
"Shut, tenang lah baby."
Aaaaahhhhh
Killa berteriak sejadi-jadinya dan membuat kamar yang kedap suara itu menggema tatkala Brian berhasil melepaskan piyama kebesaran di tubuh mungil miliknya sehingga hanya menyisakan pakaian yang menutupi bagian intim dirinya saja.
Hiks ... hiks
"S-saya mohon jangan lakukan itu lagi tuan." tangis Killa tersedu-sedu tatkala Brian mulai melepaskan kaitan bra miliknya yang berwarna pink muda itu.
__ADS_1
"Jangan memohon seperti itu baby."
Gleg
Brian yang melihat secara nyata akan dua benda kenyal milik Killa yang bertambah besar ukuran nya dari beberapa hari lalu dengan susah payah menelan saliva karena akan bentuk dua benda kenyal yang terpampang jelas di depan matanya.
Cup
"Kau akan menikmati nya baby."
Brian menyentuh benda yang senada dengan yang telah iya lempar asal ke lantai beberapa detik yang lalu dan menarik secara perlahan yang menutupi bagian intim Killa yang berusaha sekuat tenaga merapatkan kakinya agar Brian tidak bisa melepaskan benda yang teramat iya takuti akan terulang kembali.
"Menurut lah baby, jangan sampai satu mansion ini akan ku buat mereka melihat apa yang sedang kita lakukan bersama," ancam Brian yang mulai kesal melihat Killa yang terus saja berubah menahan tangganya agar tidak melepas benda berbentuk segitiga itu.
Brian yang mulai kesal menarik paksa pergelangan tangan mungil Killa dan langsung meletakkan tangan mungil Killa di atas kepala agar memudahkan iya membuka penghalang terakhir agar dirinya bisa menikmati tubuh mungil itu yang mulai sedikit tidak memberontak.
Tanpa berlama-lama Brian langsung menindih tubuh mungil Killa yang sudah tidak memakai apapun lagi. Brian langsung melebarkan kedua kaki Killa agar memudahkan miliknya bisa menerobos pertahanan Killa.
Ah
Killa meremas sprei sambil meringis tatkala miliknya terasa penuh akan milik Brian yang benar-benar sempurna masuk di bagian intim miliknya. "T-tuan, Killa berusaha menahan bobot tubuh Brian yang sedang berada di atas tubuhnya.
"Iya Baby, sebut namaku," racau Brian di atas tubuh mungil Killa sambil satu tangan nakal Brian tak henti-henti meremas benda kenyal itu secara bergantian.
Ah
"Kita sama-sama baby,"
__ADS_1
Bersambung
Maaf baru up 🙏