GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
34. Gadis Pemuas untuk sang presdir


__ADS_3

Entah ke-berapa kali Brian melepaskan pelepasan di tubuh mungil Killa sehingga membuat Killa benar-benar terkulai lemas di bawah tubuh kekar Brian yang masih belum juga menyudahi penyatuan di antara mereka ber-dua. Dan pelepasan sekian kali-nya barulah Brian ambruk di samping tubuh mungil Killa yang sudah tidak ada pergerakan sama sekali akibat gempuran mendadak yang Brian lakukan.


Cup


"Terima kasih baby."


Brian mencium kening Killa untuk beberapa detik dan setelah itu beralih ke bibir mungil Killa yang sudah menjadi candu untuk Brian yang tidak bisa sama sekali kalau tidak mendaratkan ciuman di bibir mungil itu.


Brian yang benar-benar sudah merasa lelah akibat penyatuan mereka entah berapa ronde dirinya menggempur Killa langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka ber-dua yang masih tanpa sehelai benang sama sekali.


Brian melingkarkan tangan besarnya ke perut Killa sambil memejamkan mata untuk menyusul Killa yang sudah terlebih dahulu ke alam mimpi karena sudah kelelahan akibat Brian yang benar-benar menggempur Killa tanpa istirahat.


Brian maupun Killa yang masih tampak begitu pulas di ranjang king size itu dengan selimut tebal menutupi tubuh mereka yang tanpa benang sehelai pun tampak tidak ada tanda-tanda mereka akan segera bangun walaupun waktu sudah menunjukkan waktu nya untuk serapan pagi.


Dan sementara itu di ruang lain tepatnya di ruang dapur tampak para pelayan sedang sibuk menyiapkan serapan untuk keluarga Wigunantara yang di bantu langsung oleh nyonya Wigunantara yang ikut serta menyiapkan serapan untuk keluarga Wigunantara.


"Sup ayam nya sudah siap bi? tanya nyonya Wigunantara yang sedang mengaduk makanan yang iya buat khusus untuk Killa serapan nantinya.


"Sudah nya."


"Makasih bi."


"Bi, tolong perintahkan salah satu pelayan untuk bangunin Killa di kamarnya yah bi," pinta nyonya Wigunantara meminta bantuan kepada kepala pelayan mansion agar menyuruh salah satu pelayan untuk membangunkan Killa di kamarnya.


"Baik nyonya."


Salah satu pelayan yang di perintahkan oleh kepala pelayan mansion itu langsung menuju ke lantai atas di mana kamar Killa berada.

__ADS_1


Tok ... tok ... tok


"Non, Non Killa," panggil pelayan itu dengan suara begitu lembut dan sambil mengetuk pintu kamar Killa yang masih belum mendapatkan tanda-tanda sang penghuni kamar menyahut dari dalam kamar akan panggilan dari dirinya.


"Pulas banget Non Killa tidurnya," gumam pelayan itu sambil mengetuk pintu kamar Killa untuk sekian kali-nya.


Brian yang terganggu dengan suara ketukan pintu kamar perlahan-lahan mulai membuka mata walau terasa teramat berat tapi iya berusaha membuka mata.


"Ckckckckck."


"Menganggu tidur orang saja," umpat Brian sambil menatap ke arah dinding yang di sana terdapat jam dinding yang berukuran besar.


Sebelum beranjak dari ranjang king size itu Brian mengecup bibir mungil itu yang masih belum sama sekali menunjukkan tanda-tanda sang pemilik kamar itu membuka mata.


Brian tersenyum sumbang tatkala mengingat kembali akan wajah keterkejutan wanita yang sudah iya gempur entah berapa ronde.


"Ck, awas saja nanti," gerutu Brian sambil meraih pakaian yang sempat iya buang asal ke lantai sebelum menggempur Killa habis habisan.


Ceklek


"Non Killa, apa sudah bangun no -" belum sempat pelayan itu menerus ucapkan nya pintu kamar Killa sudah keluar seseorang yang membuat pelayan itu cukup takut akan mendapatkan tatapan tajam dari tuan muda keluarga Wigunantara itu.


"Ma-maaf tuan muda," ujar pelayan yang ditugaskan untuk membangunkan Killa tampak gugup ketika melihat yang membuka pintu kamar Killa adalah Brian.


"Ck, menganggu saja."


Brian hanya menatap sekilas wajah pelayan yang tadinya mengetuk pintu kamar Killa dan setelah itu Brian berlalu begitu saja tanpa mengucapkan satu kata pun.

__ADS_1


Melihat Brian yang sudah hilang dari pandangan nya, pelayan itu pun langsung masuk ke kamar dalam kamar Killa untuk melaksanakan tugas yang di perintahkan oleh kepala pelayan mansion.


Melihat pakaian yang berceceran di lantai membuat pelayan itu merasa tidak tega untuk membangunkan Killa dari tidur nyenyak itu dan iya juga takut nona muda itu merasa malu karena dirinya mengetahui apa yang sudah terjadi antara nona muda mereka bersama dengan tuan muda Brian.


"Ah, aku rasanya tidak tega membangunkannya," gumam pelayan itu sambil membuka tirai di kamar Killa.


"Non, Nona Killa," panggil pelayan itu sambil menyentuh lengan Killa yang berada di dalam selimut tebal itu.


Killa yang merasa ada seseorang yang menyentuh tubuh nya mulai perlahan-lahan membuka mata karena merasa tidur nyenyak nya tergantung.


"Unghh."


Killa melenguh dengan membuka mata dan samar-samar iya melihat seseorang yang sedang berada di samping ranjang king size itu sambil melihat ke arah dirinya. "Apa mbak itu tahu pria itu keluar dari kamar ini? dan apa dia tahu apa yang telah kami lakukan se-malam? aaaaahhhhh dasar pria keparatt," maki Killa benar-benar merasa teramat sangat memalukan dirinya karena ketahuan telah melakukan perbuatan yang tak senonoh.


Sementara di luar kamar Killa, nyonya Wigunantara yang melihat sang putra yang hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada menuruni tangga dengan langkah kaki panjang nyonya Wigunantara menghampiri sang putra yang ingin pergi menuju ruang olahraga.


"Brian!!"


Kamu jangan sok-sok pamer yah di mansion ini, dan nih lagi kenapa kamu hanya pakai beginian di dalam mansion ini," tanya nyonya Wigunantara menatap horor wajah sang putra yang begitu santai hanya mengenakan celana pendek yang begitu membentuk bagian bawah sang putra.


"Hehehehe."


"buru-buru tadi ma."


Enteng sekali jawaban yang di berikan Brian terhadap sang mama, dan itu benar-benar membuat nyonya Wigunantara ingin sekali memberikan satu pukulan di kepala sang putra nya agar sedikit waras.


"Ck, dasar tidak tahu malu."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2