
Killa yang mendengar jawaban yang keluar dari bibir sexy pria tampan itu langsung mengepalkan tangannya mungil dengan sangat kuat karena pria tampan itu tidak mengizinkan dirinya untuk pulang. Sungguh rasanya saat ini jika memiliki keberanian yang luar biasa besar dirinya ingin sekali mencekik leher pria tampan yang sedang menatap dirinya dengan intens sampai tak bernapas lagi. Ck, dasar pria gila pemaksa.
"Pria brengsek," umpat Killa tak henti-hentinya dirinya mengumpat pria tampan itu dalam hati nya saja karena dirinya tak berani mengumpat pria tampan itu secara langsung yang saat ini sedang membantu dirinya memberikan dirinya.
"Lebih baik dirimu mandi air dingin saja, berendam di dalam Bathtub dengan Air hangat seperti ini membuat otak kamu bergeser dari tempatnya," ujar Brian dengan ketus dirinya benar-benar tidak suka ketika wanitanya mengucapkan kalimat seperti itu.
"Jangan harap," batin Brian untuk sesaat dirinya menatap wajah menyedihkan dari wanitanya yang sedang memasang wajah se-sedih mungkin di hadapan dirinya agar hati nya luluh melihat wajah itu. Tapi sayangnya Brian sama sekali tidak tersentuh akan wajah menyedihkan dari wanitanya itu. Hu sungguh wanita keras kepala.
Brian langsung mengangkat tubuh mungil wanitanya untuk berdiri di bawah guyuran shower agar otak wanitanya bisa berpikir sebelum dirinya mengucapkan kata-kata yang tidak dirinya inginkan.
"Malang sekali nasibku," gumam Killa ketika dirinya di perlakukan sesuka hati pria tampan yang sedang berdiri di bawah guyuran shower bersama dirinya.
Killa Hanya pasrah ketika pria tampan itu yang sibuk membolak-balik tubuhnya di bawah guyuran shower untuk membersihkan tubuh mungilnya itu dari busa sabun tanpa sedikitpun dirinya membantu pria tampan itu yang memang benar-benar fokus menatap tubuh mungil nya saat ini.
"Huh, dasar pria mesum," gumam Killa dalam hati nya ketika melihat mata biru nan indah pria itu tanpa berkedip sedikit pun ketika melihat dirinya yang tanpa sehelai benangpun saat ini.
Brian yang tahu wanitanya sedang memperhatikan dirinya saat ini hanya menarik sudut bibirnya karena melihat wajah luar biasa kesal dari wanitanya saat ini.
Selesai membantu wanitanya membersihkan dirinya, Brian langsung meraih handuk yang tergantung di dinding kamar mandi itu untuk menutupi tubuh polos wanitanya.
Brian langsung mengangkat tubuh mungil wanitanya ala Bridal style menuju ranjang miliknya sambil menunggu kedatangan sang sekretaris nya Haikal.
Cup
__ADS_1
Setelah meletakkan tubuh mungil wanitanya di atas ranjang tak lupa Brian mendaratkan kecupan lembut di bibir wanitanya sebelum dirinya mengubungi sang sekretaris nya. Killa yang mendapatkan kecupan singkat dari pria tampan itu langsung terkejut luar biasa karena ulah pria tampan yang sesuka hatinya saja terhadap dirinya, Brian langsung meraih handphone miliknya yang ada di atas nakas yang tak jauh dari ranjang miliknya. Sambil menghubungi sekretaris nya Brian menarik sudut bibirnya karena melihat wajah kesal dari wanitanya kerena ulah dirinya.
Drttt ... drttt ... drttt
"Ck, membeli pakaian atau menjahit pakaian," kesal Brian ketika menghubungi sekretaris nya Haikal yang tak kunjung menjawab panggilan dari dirinya.
Beberapa detik panggilan telepon akhirnya di jawab juga dari seberang sana.
Haikal yang tahu akan mendapatkan kata-kata mutiara dari sang Presdir nya langsung loud-speaker panggilan tersebut karena tidak mau telinga nya merasakan sensasi yang luar biasa nantinya.
"Halo tuan," jawab Haikal gugup ketika dirinya sudah menggeser layar hijau di handphone miliknya.
"Huh, dari mana saja dirimu ... baru di angkat telepon dari ku," bentak Brian setelah beberapa detik panggilan dari dirinya baru di angkat oleh sang sekretaris nya Haikal.
"S-saya sedang di butik t-tuan," jawab Haikal dengan suara sangat gugup lantaran seseorang wanita yang yang saat ini sedang menatap dirinya dan mendengarkan pembicaraan nya dengan sang Presdir nya yang begitu serius menatap dirinya.
lya, wanita paruh baya itu merupakan memiliki butik sekaligus orang tua dari seorang Brian Wigunantara.
"Jam berapa kau mau mengantar pakaian nya? apa tahun depan?" celoteh Brian terhadap sang sekretaris Haikal yang saat ini hanya diam mendengarkan celoteh dari sang Presdir nya.
Tut ... tut ... tut
Sambungan telepon langsung mati sepihak oleh Brian yang saat ini luar biasa sedang kesal terhadap sang sekretaris Haikal karena tak biasa sekretaris nya itu lamban seperti sekarang ini.
__ADS_1
Selesai memberikan sang sekretaris nya kata-kata mutiara, Brian langsung menekan nomor seseorang untuk mengantarkan makanan untuk wanitanya dan juga dirinya.
Tak butuh lama panggilan langsung di jawab oleh seseorang yang berada di seberang telepon tersebut.
"Antar makanan ke kamar ku," perintah Brian terhadap seseorang yang sedang bicara dengan dirinya.
"Baik tuan," jawab seseorang yang merupakan manajer hotel tersebut.
Selesai dengan benda pipih itu beberapa menit, Brian menarik sudut bibirnya karena melihat wanitanya sedang berusaha menggapai benda untuk menutupi tubuh mungil nya.
Killa yang mendengarkan pembicaraan antara pria itu dengan seseorang yang berada di sambungan telepon itu dirinya berusaha mencari sesuatu yang bisa menutupi setengah tubuh polosnya yang seperti nya saat ini menjadi tontonan pria tampan itu yang sama sekali tidak mengalihkan pandangan nya saat ini terhadap dirinya.
"Memang benar-benar pria mesum bajingan," gumam Killa dalam hati nya yang luar biasa kesal melihat tatapan mata yang di berikan oleh pria tampan yang sudah menikmati tubuh nya.
Sementara itu di lain tempat tepatnya di butik, Haikal kini sedang di interogasi oleh sang nyonya Wigunantara yang sedang menekan dirinya untuk bicara jujur soal pakaian wanita yang dirinya beli.
"Haikal," panggil nyonya Wigunantara menatap tajam kearah sekretaris anaknya itu yang dirinya sudah anggap seperti anak nya sendiri.
"l ... iya Bu," jawab Haikal dengan gugup lantaran dirinya benar-benar takut salah bicara untuk soal ini.
"Katakan siapa wanita malang itu? apa Brian telah memaksa wanita itu?" tanya nyonya Wigunantara dengar suara yang begitu tegas, kerena mengingat putranya yang luar biasa pemaksa.
"lya".
__ADS_1
"A-apa".
Bersambung