GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
18. Gadis Pemuas Untuk Sang Presdir


__ADS_3

Setelah memastikan wanitanya duduk dengan nyaman yang hanya mengunakan lilitan handuk untuk menutupi tubuh mungil, Brian dengan cepat melangkahkan kaki jenjangnya menuju ke arah sumber suara sambil mengumpat seseorang yang berada di balik pintu kamar hotel tersebut yang begitu lancang mengganggu kegiatan dirinya.


Ceklek


Brian langsung membuka pintu kamar hotel itu sedikit kasar lantaran dirinya benar-benar kesal terhadap seseorang yang berada di balik pintu itu yang telah menganggu kegiatan dirinya bersama wanitanya.


"Berani sekali kalia ..." Brian tidak melanjutkan umpatan-umpatan yang akan keluar dari bibir sexy miliknya setelah melihat siapa orang yang telah mengetuk pintu kamar hotel yang dirinya tempati saat ini.


"Tuan ... maaf mengganggu waktu anda," ujar sang manajer hotel dengan secepat kilat sambil sedikit membungkuk memberikan hormat kepada pemilik hotel tersebut yang sedang menatap dirinya begitu tajam tanpa berkedip sedikit pun.


Tampak sekali wajah kesal yang di tunjukkan oleh Brian terhadap sang menajar yang sedang berdiri dengan di samping dirinya tampak dua wanita yang sedang membawakan makanan yang dirinya pesan beberapa menit yang lalu.


Ehem


Brian hanya berdehem menangapi ucapan dari sang menajar hotel tersebut yang mengantarkan makanan untuk dirinya dan juga wanita nya yang sedang menunggu dirinya di dalam kamar hotel tersebut.


"Letakkan saja makanan itu di situ ... dan kalian boleh pergi," ujar Brian menyuruh sang manajer hotel dan dua wanita yang telah membawakan makanan untuk dirinya dan juga wanitanya.


"Baik tuan," jawab sang menajar hotel membungkuk memberikan hormat sebelum dirinya dan juga dua wanita itu meninggal area kamar hotel yang di tempati oleh pemiliknya tersebut.

__ADS_1


Sementara itu di dalam kamar hotel, Killa begitu berbinar menatap benda pipih yang tergeletak tak jauh dari tempat duduknya seakan-akan benda tersebut sedang menantang dirinya untuk meraih benda tersebut untuk meminta bantuan kepada sang sahabatnya yaitu Reza.


Tidak mau membuang kesempatan emas untuk tidak meraih benda pipih itu dengan gerakan cepat Killa langsung meraih dan langsung menekan nomor sang sahabatnya Reza.


Drttt ... drttt ... drttt


Tidak butuh lama panggilan langsung di jawab oleh seseorang yang ada di seberang telepon tersebut.


Reza yang memang tipe orang nya yang tidak suka basa basi langsung mengeser tombol hijau untuk mengetahui siapa yang telah menghubungi dirinya yang tidak terdaftar di kontak Handphone miliknya itu.


"Halo ... Reza disini," jawab Reza ketika dirinya sudah mengeser tombol hijau untuk menjawab panggilan tersebut.


"Yah tuhan ... loh kemana saja Kill? di hubungi susah banget dan enggak kasih kabar lagi tuh sama gue," celoteh Reza ketika sang sahabat tiba-tiba menghubungi dirinya dengan nomor handphone yang berbeda.


Killa tidak menjawab pertanyaan yang beruntun dari sahabatnya, saat ini dirinya hanya ingin keluar dari kamar hotel ini dan tentunya atas bantuan dari sang sahabatnya yang saat ini tak henti-hentinya berceloteh tentang keadaan kenapa tidak ada kabar beberapa hari ini.


"Tanya-tanya nya nanti saja Za ... loh harus tolongin gue keluar dari sini," potong Killa dengan suara bergetar lantaran dirinya saat ini sedang di tatap oleh sang memilik benda pipih itu dengan tatapan tajam dan itu membuat Killa dengan susah payah menelan salivanya.


"Tolongin loh keluar dari man ... " Reza tidak melanjutkan ucapannya karena sambungan telepon langsung terputus secara sepihak. Ck, dasar tidak sopan ni anak, minta tolong tapi seenaknya jidatnya mematikan sambungan telepon nya. Gerutu Reza melihat layar handphone miliknya sudah mati.

__ADS_1


Tak putus asa Reza berusaha mencoba menghubungi nomor yang digunakan sahabatnya untuk menghubungi nomor handphone miliknya. Ck, dimatikan segala lagi Handphone nya gerutu Reza sambil mencoba menghubungi nomor itu kembali, akan tetapi nomor handphone sahabatnya itu mendadak tidak bisa di hubungi lagi.


Brian yang melihat wajah wanitanya begitu ketakutan seakan-akan telah melakukan kejahatan yang tidak bisa di maafkan, Brian mencoba menampilkan ekspresi wajah yang bisa saja bahkan dirinya menampilkan senyum yang begitu manis sambil mendorong meja kecil yang berisi makanan untuk mereka berdua.


"Makanannya sudah datang."


Brian tersenyum menatap wanitanya yang sedang duduk manis di tepi ranjang miliknya saat ini sedang ekspresi wajah yang tidak biasanya.


"memang benar-benar menggoda," gumam Brian sambil mendorong meja kecil itu.


Killa yang mendengar suara pria tampan yang sedang mendorong meja kecil yang berisi makanan itu langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


Melihat ekspresi wajah pria itu yang sepertinya tidak mengetahui apa yang telah dirinya lakukan beberapa saat lalu wanita itu langsung merasa lebih nyaman dari pada beberapa menit yang lalu.


"Huh ... mudah-mudahan dirinya tidak tahu ... apa yang telah aku lakukan" gumam Killa sambil berpura-pura memperbaiki letak lilitan handuk yang saat ini masih melekat di tubuh mungil nya.


Brian langsung mengambilkan makanan untuk wanitanya agar segera mengisi perutnya sebelum dirinya mengantarkan wanitanya ke apartemen milik nya nanti sebelum dirinya pergi ke office.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2