GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
19. Gadis Pemuas Untuk Sang Presdir


__ADS_3

Prraang


Killa yang begitu nikmat menyantap makanan yang hampir habis itu langsung terkejut mendongak sambil mengelus dadanya dan menatap pria tampan itu yang sedang menginjak-injak benda pipih yang puluhan juta harga nya yang sempat dirinya gunakan beberapa detik yang lalu kini benda itu tidak lagi berbentuk akibat ulah manusia yang terlihat menahan emosi nya saat ini.


"Dasar sekretaris tidak berguna ... bisa-bisa nya benda yang sudah tidak bisa di gunakan lagi ada di sini," maki-maki Brian yang melupakan emosi terhadap benda yang tidak bersalah sama sekali itu yang tidak lagi berbentuk akibat ulah dirinya yang melampiaskan rasa kesalnya tehadap benda tersebut karena dirinya tak mau menyakiti wanitanya.


Gleg


Killa yang mendengar makian serta luapan emosi yang keluar dari bibir sexy pria tampan itu langsung menelan salivanya dengan susah payah akibat makian itu sebenarnya tertuju untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, iya berusaha untuk tidak terlihat panik setelah mendengar makian itu sebenarnya tertuju pada dirinya.


"Cih ... rupanya dia tahu kalau diriku menggunakan handphone miliknya," gumam Killa sambil berusaha untuk tetap fokus menikmati makanan yang hanya tinggal beberapa sendok lagi untuk dirinya habisin.


Brian melihat dengan ekor matanya melihat wajah wanitanya yang sedang berusaha untuk tidak terlihat panik setelah dirinya menginjak-injak benda pipih itu dan serta memaki-maki sang sekretaris nya yang tidak tahu menahu soal handphone miliknya yang sebenarnya berfungsi dengan sangat baik. Ck, bisa-bisanya dia sok-sok tidak bersalah.

__ADS_1


Emosi Brian kian bertambah tatkala kalah bunyi ketukan pintu kamar hotel itu kembali terdengar yang lebih besar terdengar suara nya sebelum beberapa menit yang lalu dan ketukkan kali ini tak ada jeda sama sekali dah hal itu membuat Brian sangat-sangat kesal akan bunyi ketukan pintu kamar hotel tersebut seakan-akan tidak ada takut-takut nya terhadap seseorang yang berada di dalam kamar tersebut.


"Hm kasian sekali ... siapa lagi orang yang akan terkena amukan pria gila itu," gumam Killa dalam hati sambil melihat punggung tegap itu kian menjauh dari hadapan dirinya untuk melihat siapa orang yang berada di balik pintu kamar hotel itu.


Kepergian Brian dari ruangan itu di manfaatkan oleh Killa untuk merapikan peralatan bekas makan dirinya sendiri karena pria yang membawakan makanan untuk dirinya sama sekali tidak menyentuh makanan tersebut. Akan tetapi, dirinya tetap merapikan makanan yang di berantakan oleh pria tampan sedikit gila itu ketika mengambilkan makanan untuk dirinya benar-benar terlihat sedikit berantakan.


Sambil merapikan peralatan makanan serta yang tidak disentuh sama sekali, wanita yang hanya mengenakan lilitan handuk untuk menutupi tubuh mungil itu sesekali mata indah nan hitam pekat itu melihat ke arah pintu untuk menajamkan pendengarannya apa yang sedang di bicarakan oleh pria tampan itu yang tak kunjung menutup pintu kamar hotel itu kembali, kerana sejujurnya dirinya sedikit was-was karena takut pria tampan itu membawa orang lain masuk ke dalam kamar hotel tersebut, mengingat dirinya hanya mengunakan lilitan handuk untuk menutupi tubuh mungil sebelum mendapatkan pakaian untuk dirinya kenakan.


Killa yang was-was di dalam kamar hotel saat ini, dan lain halnya yang terjadi di luar kamar hotel. Brian benar-benar melupakan kekesalan nya terhadap sang sekretaris nya Haikal yang pasrah mendengar ocehan yang tak henti-hentinya yang keluar dari bibir sexy pria tampan yang tak lain adalah Presdir nya itu yang tampak sekali sedang kesal terhadap dirinya.


Haikal yang mendengar ocehan itu sudah biasa, dan saat ini dirinya hanya menunggu waktu Presdir itu lelah sendiri nantinya mengoceh terhadap dirinya. Dan benar saja detik berikutnya terdengar suara pintu yang ditutup dengan menggunakan tenaga dalam. Dan bersamaan dengan itu Killa maupun Haikal langsung mengusap dada mereka masing-masing akibat bunyi yang berhasil mengejutkan jantung mereka secara bersamaan dengan suara keras pintu yang ditutup dengan menggunakan tenaga dalam tersebut.


"Yah tuhan ... tuh orang kenapa lagi, lama-lama beranda di sisi pria gila itu diriku bisa mati berdiri kena serangan jantung," gumam Killa sambil melihat ke arah pintu yang sudah tertutup rapat dan bersamaan dengan itu dirinya juga mendapat satu baper beg yang di berikan oleh Brian terhadap dirinya secara tiba-tiba saja pria itu berikan.

__ADS_1


"Cepatlah pakai pakaian itu ... karena diriku tidak bisa berlama-lama berada di sini," perintah Brian menyuruh wanitanya untuk segera berganti pakaian.


Sementara Brian menyuruh wanitanya untuk berganti pakaian, lain halnya yang di luar kamar hotel saat ini, Haikal mencerna ucapan yang keluar dari bibir sexy Presdir nya beberapa detik yang lalu.


"Apa dia bilang tadi ... mengukur badan wanita penjaga butik yang di sana? Cih menyebalkan sekali tuh orang," gerutu Haikal berlalu dari depan kamar hotel itu menuju ke lantai bawah untuk menunggu pasangan yang baru saja melalui malam yang begitu indah. Pikir Haikal sambil membayangkan kegiatan malam yang telah di lalui oleh tuan nya.


Di dalam kamar hotel,


Brian yang selesai mengenakan pakaian yang di bawakan oleh sang sekretaris nya beberapa detik yang lalu langsung menoleh ke arah dimana wanitanya yang sudah selesai mengenakan pakaian yang kebesaran di tubuh mungil. Brian yang melihat itu langsung menarik sudut bibirnya karena melihat pilihan yang dirinya pilihkan untuk wanitanya benar-benar tidak salah.


Brian mendekati di mana wanitanya berdiri sambil terus menatap wajah wanitanya tanpa berkedip dan hal itu membuat jantung wanita yang di tatap saat ini benar-benar berdetak karena dirinya di hampiri oleh pria sedikit gila itu. Pikiran wanita itu sudah kemana-mana jujur saat ini dirinya takut akan di pindahkan entah kemana lagi setelah keluar dari kamar hotel ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2