GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
35. Gadis Pemuas untuk sang presdir


__ADS_3

"Apa kamu tidak lelah? se-malam "man sudah berolahraga, apa masih kurang juga?" tanya nyonya Wigunantara menyindir sang putra yang berlalu begitu saja dari hadapan dirinya dan itu sangat membuat nyonya Wigunantara begitu kesal melihat akan tingkah laku sang putranya itu yang seenak dengkulnya.


Brian yang mendengar ocehan sang mama sontak berbalik badan menatap wajah sang mama yang membuat iya salah tingkah akan tatapan yang di berikan oleh sang mama. Sungguh, Brian tidak tahu mau menjawab apa atas pertanyaan yang di berikan oleh sang mama. "Mampus kamu Brian ... Brian, mama kamu tahu apa yang telah kamu lakukan se-malam bersama wanita yang berada di lantai atas itu," Brian membatin tatkala melihat senyuman tipis yang diberikan oleh sang mama terhadap dirinya dan itu membuat kecurigaan sang mama terhadap iya makin benar saja tidak ada sama sekali iya mengelak akan tuduhan sang mama.


"Ma-mama bicara apa? Brian tidak mengerti maksud mama?" tanya Brian tampak begitu gugup karena tidak bisa menjawab apa yang di tanyakan oleh sang mama.


"Dasar kamu pura-pura bodoh atau pelupa."


Yang tadinya Brian yang berlalu begitu saja melewati sang mama, kini justru nyonya Wigunantara berlalu begitu saja meninggalkan sang putra yang dengan wajah pura-pura tidak mengerti akan maksud sang mama.


Brian menatap sang mama yang meniti tangga menuju lantai atas itu dengan langkah sangat kehati-hatian untuk menemui wanita yang sudah iya paksa melayani nafsunya.


"Terserah apa kata mama saja."


Brian yang melihat sang mama yang sudah memasuki kamar Killa, Brian langsung melangkah ke ruang yang akan iya tuju untuk berolahraga beberapa menit agar tubuhnya lebih terasa segar.


Di kamar Killa


"Non ... mbak bantu untuk ke kamar mandi nya yah," tawar pelayan yang sudah sigap untuk membantu calon nona muda dari keluarga Wigunantara yang sangat jelas sedang menahan sesuatu di tubuhnya agar terlihat baik-baik saja.


Killa yang berusaha untuk baik-baik saja di depan pelayan yang menawarkan bantuan untuk membantu dirinya menuju ke kamar mandi justru iya tolak secara halus karena iya tidak mau apa yang terjadi pada dirinya saat ini di ketahui oleh pelayan yang berdiri tak jauh dari ranjang king size itu.


"Terima kasih mbak, Killa bisa kok sendiri ke kamar mandi," sahut Killa sambil meringis tatkala bagian intim miliknya benar-benar terasa begitu perih. "Pria bejjatt bajingann, setelah merasakan tubuhku seenaknya saja meninggalkan ku dengan keadaan seperti ini," batin Killa meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan menimpa dirinya dan juga di tinggalkan dalam keadaan tanpa sehelai benang sama sekali.

__ADS_1


"Kamu kenapa malah diam saja tidak membantunya," teriak nyonya Wigunantara dengan suara begitu nyaring dan Tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu kamar Killa terlebih dahulu.


Dua orang yang beda usia itu langsung menoleh ke arah sumber suara yang kian mendekati mereka ber-dua dan itu jelas membuat Killa benar-benar di buat merasa tidak memiliki harga diri lagi karena ketangkap basah oleh sang nyonya Wigunantara yang sedang melihat iya hanya mengunakan lilitan selimut tebal menutupi tubuh polosnya. "Ya tuhan, kenapa mesti kesini di saat aku sedang seperti ini," batin Killa meratapi nasibnya yang begitu memalukan melihat di mana nyonya Wigunantara menghampiri dirinya.


Nyonya Wigunantara menatap sekilas wajah pelayan itu, dan setelah itu nyonya Wigunantara langsung membantu Killa berjalan ke kamar mandi.


"Kenapa kamu diam saja sayang? "kan ada mbak di sini yang bisa bantu kamu ke kamar mandi," tanya nyonya Wigunantara dengan suara begitu lembut sambil membuka handel pintu agar Killa segera membersihkan diri.


Killa yang mendengar omelan nyonya Wigunantara hanya memberikan senyuman teduh terhadap sang nyonya Wigunantara, dan sejujurnya Killa tidak mau merepotkan siapa-siapa di mansion ini karena iya tahu akan posisi dirinya di mansion keluarga Wigunantara.


"Nanti kalau sudah selesai, panggil mama atau mbak yah sayang ... untuk bantu kamu," ujar nyonya Wigunantara sebelum menutup pintu kamar mandi itu.


"I-iya ma."


"Iya, tapi lain kali saya tidak mau hal seperti ini terjadi lagi," jawab nyonya Wigunantara menatap wajah sang pelayan itu.


"Baik nyonya."


Sambil menunggu Killa membersihkan diri, nyonya Wigunantara menyuruh pelayan itu menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh Killa.


Tak berselang lama, terdengar suara pintu terbuka dan pelayan pun langsung menghampiri Killa yang sedang berjalan yang sangat hati-hati.


Nyonya Wigunantara menatap Killa yang sedang berjalan bersama pelayan dengan langkah begitu pelan dan itu membuat nyonya Wigunantara ingin sekali menjambak rambut sang putra karena telah menyiksa anak gadis orang.

__ADS_1


"Sayang, mama turun dulu yah ... nanti kamu sama mbak nya turun ke bawah yah," ujar nyonya Wigunantara bangkit dari sofa yang tak jauh dari di mana Killa berdiri dengan lilitan handuk di tubuh mungil putih itu yang sudah selesai mandi.


"I-iya mama."


Nyonya Wigunantara yang telah ke luar dari kamar itu dengan segera Killa menuju walk in closet untuk berganti pakaian. "Mbak di sini saja ... Killa bisa kok sendirian," tolak Killa secara halus ketika melihat pelayan itu mengikuti langkah kaki iya menuju ke wal in closet.


"Biarkan mbak bantu nona, nanti nyonya bisa memecat mbak jika tidak melakukan pekerjaan yang nyonya tugaskan," sahut pelayan yang mengambil pakaian yang sebelumnya yang sudah iya siapkan untuk Killa pakai.


"Kan, nyonya tidak ada di sini mbak," jawab Killa melirik pintu kamar yang tertutup rapat yang tidak jauh dari wal in closet di kamar nya.


"Tetap saja mbak takut non."


Selesai berpakaian rapi, Killa langsung di antar pelayan ke ruang makan yang sudah berkumpul para anggota keluarga Wigunantara di sana menunggu kedatangan Killa.


"Wah, ternyata lebih cantik aslinya dari pada di lihat di layar ponsel," puji Jimmy sepupu Brian yang tidak berkedip sama sekali melihat wanita yang begitu anggun sedang melangkah dengan baju yang menutupi mata kaki mungil itu.


Brian yang mendengar pujian dari sepupunya langsung memberikan tatapan tajam yang di balas dengan senyuman yang begitu menggoda oleh Jimmy dan itu membuat Brian kesal sehingga dengan sekuat tenaga Brian melempar muka tampan sepupu nya dengan menggunakan Napkin yang ada di atas pangkuannya. Ck, dasar mata jelalatan.


Killa yang melihat ruang makan yang sudah di penuhi oleh anggota keluarga Wigunantara membuat iya gugup luar biasa karena saat ini semua mata yang ada di ruang makan itu tertuju di mana iya sedang melangkah mendekati mereka semua.


"Kenapa mereka semua menatap seperti itu? apa ada yang aneh dengan penampilan ku? ah memalukan sekali diriku yang berpenampilan seperti ini," gumam Killa dalam hati yang mengira semua anggota keluarga Wigunantara yang sedang di ruang makan melihat cara iya berpakaiannya, padahal anggota keluarga Wigunantara yang baru datang dini hari di kediaman keluarga Wigunantara itu saat ini begitu terkejut ketika melihat calon nona muda di keluarga Wigunantara yang ternyata begitu sok-sok begitu mungil ternyata.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2