
Mendengar apa yang di ungkapkan oleh laki-laki yang berada di depan dirinya sampai saat ini yang mencekal pergelangan tangan mungil milik nya, Killa langsung menyentak dengan kasar tangan kekar milik laki-laki itu tanpa merasa takut untuk saat ini.
Brian langsung berbalik badan untuk melihat wajah gadis ingusan itu yang berani sekali menyentak tangan miliknya secara paksa.
"Kau," ujar Brian mencengkram erat dagu gadis itu sehingga membuat dirinya meringis karena cengkraman itu sedikit terasa sakit.
Dengan menahan sakit, Killa berusaha mengungkapkan unek-unek dalam hatinya. Kalau anda memang benar-benar laki-laki kaya ... kenapa anda membawa saya ke sini tuan? ungkap Killa dengan emosi sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan kekar milik Brian di dagunya.
"Karena diriku ingin melampiaskan ..." belum sempat Brian meneruskan ucapannya pintu lift sudah terbuka ... Brian yang melihat pintu lift sudah terbuka lebar langsung menyeret tangan mungil milik Killa yang sejak tadi berusaha untuk melepaskan genggaman tangan itu.
Baru satu langkah keluar dari dalam lift ... dengan sigap Killa langsung bersimpuh di kaki Brian memohon agar dirinya dibebaskan oleh laki-laki itu.
Brian yang kala itu sedang fokus melangkahkan kakinya menuju kamar hotel itu langsung terkejut atas apa yang dilakukan oleh gadis itu secara tiba-tiba langsung bersimpuh di bawah kakinya.
__ADS_1
"Tuan ... saya mohon izinkan saya pergi dari tempat ini! saya berjanji tidak akan melaporkan anda pada polisi," kata Killa memohon mengatupkan kedua tangan mungil itu di depan dadanya sambil menangis tersedu-sedu.
Bukannya menanggapi ucapan gadis yang sedang memohon pada dirinya saat ini, tanpa aba-aba Brian langsung mengangkat tubuh mungil gadis itu seperti karung beras tanpa memperdulikan badan kekar miliknya menjadi pelampiasan kemarahan gadis itu yang membabi-buta melayangkan pukulan pada badan kekar miliknya.
"Tolong ... tolong ... tolong,".
Sejadi-jadinya Killa berteriak meminta tolong ... entah pada siapa dirinya meminta tolong yang jelas-jelas yang ada di lantai paling atas saat ini hanyalah mereka berdua saja. Sungguh Killa benar-benar khawatir akan nyawanya yang akan dihabisi secara tragis. Membayangkan itu saja membuat dirinya bergidik ngeri.
"Sudah kukatakan padamu ... jangan pernah memohon pada diriku," karena hal itu tidak akan pernah terjadi!" ujar Brian sambil mendorong pintu kamar itu yang sudah dirinya buka.
"Dasar gadis pembangkang," kau ingin bermain-main dengan diriku rupanya!" kesal Brian langsung mengejar Killa yang Tampa sedang kebingungan mencari jalan keluar saat ini.
"Kau!!" teriak Brian dengan melangkahkan kakinya dengan cepat untuk mengejar Killa yang tampak kepanikan itu.
__ADS_1
Killa yang melihat Brian yang sedang mendekati dirinya saat ini langsung panik pasalnya lift itu tak kunjung terbuka, ayolah ... kenapa lift nya lama sekali terbuka! gumam Killa sambil sesekali dirinya menoleh ke arah Brian yang sedang mendekati dirinya.
Ting
Killa yang melihat pintu lift sudah terbuka lebar dirinya begitu cepat masuk ke dalam lift ... tapi sayangnya Killa kala cepat dari Brian. Dengan sigap Brian langsung menarik tubuh mungil Killa sehingga tak ada jarak diantara mereka berdua.
"Kau benar-benar keras kepala rupanya baby," gumam Brian sambil memberikan gigitan kecil di telinga Killa ... dan itu membuat tubuh Killa menegang atas apa yang dilakukan oleh Brian terhadap dirinya saat ini.
Dengan sekuat tenaga Killa langsung mendorong dada bidang Brian agar menjauhi dirinya yang sesuka hatinya melakukan itu terhadap dirinya.
Brian yang mendapatkan penolakan dari Killa langsung mempererat pelukannya sambil menekan tombol lift untuk menuju ke lantai atas kembali.
"Kau ingin diriku bermain kasar baby," ungkap Brian sambil mencium aroma rambut panjang milik Killa yang terurai panjang itu.
__ADS_1
"Jika iya ... aku siap!"
Bersambung