GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
9. Gadis Pemuas Untuk Sang Presdir


__ADS_3

Brian yang mendengar umpatan-umpatan nama-nama hewan yang keluar dari bibir tipis gadis itu untuk dirinya tak menggubris sama sekali perkataan gadis ingusan yang saat ini dirinya paksa untuk melayani dirinya. Baby! ..." sudah kubilang jangan sampai diriku berbuat kasar terhadap dirimu," ungkap Brian menekankan setiap kata-kata nya lebih tepatnya memerintah gadis itu agar tidak membangkang terhadap dirinya.


Melihat gadis itu benar-benar tak bisa diam yang terus saja memberontak dengan terpaksa Brian sedikit melakukan kekerasan menggunakan dasi miliknya untuk mengikat kedua tangan mungil gadis itu agar tidak bisa lagi memberontak-rontak.


Melihat apa yang ada di genggaman telapak tangan kekar laki-laki itu seketika Killa langsung bergidik ngeri. Killa membayangkan akan nasibnya setelah pergelangan tangan mungil milik nya ketika sudah berhasil di ikat oleh laki-laki yang tidak dirinya kenali sama sekali yang secara tiba-tiba memaksa dirinya.


"A-anda i-ngin a-pa t-uan?" tanya Killa dengan suara bergetar dan gugup luar biasa ketika dirinya melihat senyuman yang di berikan oleh Brian untuk dirinya dan sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam. Sumpah membuat dirinya benar-benar takut.


Tanpa menjawab pertanyaan gadis itu, Brian langsung menarik tubuh mungil itu sehingga tak ada jarak untuk mereka berdua, dan dengan cepatnya Brian langsung meraih pergelangan tangan mungil milik Killa untuk dirinya ikat sebelum nya dirinya sudah menyiapkan dasi yang dirinya ambil dari rak khusus penyimpanan dasi-dasi miliknya tersebut.


"Dasar laki-laki bajingan!!! teriak Killa dengan berusaha melepaskan cengkraman tangan kekar milik Brian yang sedang berusaha mengikat kedua pergelangan tangan mungil milik nya.


Shuuttt ... shuuttt ,


"Jangan membuang-buang tenaga baby," seru Brian dengan senyuman begitu manis sambil membelai kedua pipi putih nan halus milik Killa yang tak henti-hentinya berteriak meminta tolong entah pada siapa dirinya memintak tolong yang jelas-jelas hanya mereka berdua saja di dalam kamar hotel itu.

__ADS_1


Cup.


Brian yang melihat gadis itu ingin memaki-maki dirinya untuk sekian kalinya langsung membungkam bibir tipis itu dengan ciuman, tidak mendapatkan respon akan ciuman itu dengan terpaksa Brian mengigit bibir tipis milik Killa agar membalas ciuman itu, tak butuh lama Killa langsung membuka mulutnya sehingga dengan mudah Brian langsung memasukkan lidahnya di dalam bibir Killa sehingga Brian menyesap dan membelit lidah nya dengan lidah gadis itu.


Tanpa melepaskan ciuman yang kian menuntut Brian langsung mendorong tubuh mungil gadis itu sehingga membuat mereka berdua langsung sama-sama berada di atas ranjang king size yang berukuran besar itu.


Eeerrmm ... eeerrmm ... eeerrmm


Killa berusaha mendorong tubuh kekar Brian agar melepaskan ciuman yang kian menuntut sehingga membuat dirinya benar-benar kehabisan oksigen.


Brian melepaskan beberapa detik ciuman yang kian menuntut itu agar gadis itu bisa menghirup oksigen, melihat gadis itu sudah bisa bernapas dengan baik ... Brian kembali melanjutkan ciuman yang sempat terhenti lantaran gadis itu menghirup oksigen.


Dengan tangan yang terikat memudahkan Brian melakukan apapun yang dirinya inginkan terhadap gadis yang di bawah tubuhnya saat ini.


Sambil ******* bibir tipis itu yang kian menuntut dan juga saling menukar salivanya Brian terus menelusuri tubuh mungil gadis yang sedang menggerak-gerakkan tubuhnya untuk melepaskan dirinya.

__ADS_1


Ah


Satu ******* lolos dari bibir tipis Killa saat Brian yang sedang *******-***** benda kenyal itu secara bergantian. Killa terus menggeleng-gelengkan kepalanya ketika Brian terus memainkan benda kenyal milik nya itu.


Merasa terganggu dengan penghalang yang gadis itu pakai, Brian langsung membuka kancing baju kemeja putih yang telah berantakan karena ulah dirinya.


Melihat Brian yang sedang membuka kancing baju kemeja miliknya Killa langsung menghentak-hentakan kakinya berusaha agar Brian tak lancang membuka pakaian yang dirinya kenakan itu.


"T-tuan, s-saya mohon jangan lakukan itu," ujar Killa memohon dengan menangis tersedu-sedu meminta agar laki-laki itu tidak melanjutkan aksinya.


"Sudah terlanjur baby!" sahut Brian yang tak memperdulikan tangisan gadis itu yang begitu memilukan di dengar oleh telinga.


Berhasil membuka penghalang itu, kini Brian dengan susah payah menelan salivanya melihat benda kenyal itu secara langsung tanpa adanya penghalang sama sekali.


Hiks ... hiks ... hiks

__ADS_1


"T-tuan ... saya mohon jangan lakukan itu pada saya," tangis Killa kala Brian yang masih sedang *******-***** benda kenyal itu dengan penuh nafsu.


Bersambung


__ADS_2