GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
24. Gadis Pemuas Untuk Sang Presdir


__ADS_3

Dengan perasaan takut dan was-was akan suara yang kian terdengar dengan jelas ditelinga nya membuat Killa juga merasa penasaran siapa yang berada di balik pintu kokoh itu.


"Apa ada orang lain selain pria itu yang tinggal di apartemen ini," gumam Killa dalam hati sambil mendekati pintu apartemen itu untuk memastikan akan sumber suara yang kian terdengar.


Tidak mau penasaran kian menjadi-jadi Killa sedikit mempercepat kaki mungil itu agar segera sampai di pintu kokoh apartemen itu. Sedikit takut dan tangan terus saja bertambah gemetaran untuk melihat melalui lubang kecil yang ada di pintu apartemen itu untuk melihat seseorang yang berada di balik pintu apartemen tersebut.


Melihat apa yang ada di balik pintu apartemen saat ini benar-benar membuat kakinya terasa sangat berat untuk di gerakkan. Bagaimana tidak, lima pria berbadan besar dan tinggi sedang berusaha membuka pintu kokoh apartemen dan sehingga membuat pikiran akan di bunuh secara naas seketika terlintas di benak Killa.


"Si-siapa mereka-mereka itu?"


Tidak mau mati dengan cara mengenaskan, Killa memaksakan kaki melangkah menuju kamar untuk bersembunyi dari pria berbadan besar dan tinggi yang sedang berusaha membuka pintu kokoh apartemen.


Sampai di kamar Killa langsung menelusuri sekeliling kamar itu mencari tempat sekiranya bisa untuk dirinya bersembunyi dari orang-orang yang berniat jahat Terutama pada dirinya.


Mata bulat Killa langsung tertuju lemari yang berukuran besar yang berada di dalam kamar itu untuk dirinya bersembunyi dari orang-orang yang berniat jahat akan dirinya.


"Yah tuhan, semoga aku aman bersembunyi di dalam sini," tak henti-henti Killa berdoa agar selamat dari orang-orang yang berniat jahat terhadap dirinya. Sungguh, seumur-umur baru kali ini dirinya merasa terancam akan keselamatan dirinya.


Tak berselang lama setelah Killa bersembunyi di dalam lemari, terdengar suara pintu terbuka dan bersamaan dengan itu dengar langkah kaki masuk yang kira-kira berapa orang saja.


Yah, setelah pintu kokoh apartemen itu berhasil di buka oleh beberapa orang yang berbadan besar dan tinggi. Yang sebelumnya sudah meminta izin kepada pihak-pihak yang terkait pengelola apartemen di mana Brian tinggal.


Baru saja pintu di dorong oleh salah satu pria berbadan besar itu, nyonya Wigunantara langsung menerobos masuk ke apartemen meninggalkan suami serta beberapa orang yang dirinya perintahkan untuk membuka pintu apartemen Brian.

__ADS_1


Berhasil masuk apartemen Brian, nyonya Wigunantara langsung menghadang pintu apartemen itu dari orang-orang yang tadinya dirinya perintahkan untuk membuka pintu apartemen Brian.


"Sayang!"


Tuan Wigunantara yang melihat apa yang dilakukan oleh pemilik hatinya itu yang sedang menghadang para pengawal sekaligus yang membantu mereka untuk membuka pintu apartemen milik Brian sedikit terkejut akan tindakan sang istri.


"Tidak, sayang! hanya istri mu saja yang boleh masuk ke dalam dan kalian di luar saja termasuk suamiku yang tercinta" ujar nyonya Wigunantara dengan tersenyum begitu lebar karena tidak sabar menemui seseorang yang sedang di kurung oleh putranya Brian.


"Tapi, say ..."


Brak


Belum sempat tuan Wigunantara melanjutkan ucapannya terdengar suara pintu ditutup dengan tenaga dalam oleh sang istri. Huh, untung saja diriku tidak memiliki riwayat penyakit jantung," gumam tuan Wigunantara mengelus-elus dadanya yang berdetak kencang ulah sang istri.


"Baik tuan," jawab ke lima pria berbadan besar dan tinggi itu secara bersamaan.


Di dalam apartemen Brian.


Nyonya Wigunantara menelusuri setiap sudut apartemen milik Brian yang terlihat bersih dan juga rapi walau Brian jarang sekali tinggal di apartemen itu jika tidak ada yang terlalu mendesak.


"Ternyata pandai juga membersihkan tanpa maid."


Pandangan nyonya Wigunantara langsung tertuju kamar pribadi milik Brian, setelah dirinya menelusuri setiap sudut apartemen milik Brian yang memang benar-benar nyaman dan bersih.

__ADS_1


Ceklek


Wajah nyonya Wigunantara langsung berubah setelah membuka pintu kamar pribadi milik sang putranya karena tidak menemukan keberadaan seseorang yang sedang dicarinya tidak berada di dalam kamar saat ini.


"Kemana wanita itu?"


"Ck, kenapa aku bisa lupa mengunci pintu tadi," Killa merutuki keteledoran dirinya yang lupa untuk mengunci pintu kamar apartemen itu sebelum bersembunyi.


"Sayang!!"


Killa yang sedang merutuki keteledoran dirinya langsung terdiam sejenak untuk menajamkan pendengaran telinga untuk mendengar teriakkan yang menggema di dalam kamar itu karena suara wanita yang sedang berteriak memanggil dengan sebutan sayang.


"Apa? sayang!"


"Pria bajingann ... bangsat ... Keparat."


Mendengar wanita yang tak henti-henti memanggil dengan sebutan sayang membuat Killa terasa sesak napas akan teriakan yang belum juga berhenti menggema di dalam kamar itu.


"Sudah memiliki istri! masih saja meniduri ku," gumam Killa menangis sih nasib yang menimpa dirinya yang benar-benar membuat hati dan juga pikiran saat ini sakit yang teramat sakit.


Killa yang larut dengan kesedihan yang di rasakan tak mengetahui akan suara tangisan yang keluar dari bibir tipis itu sampai terdengar oleh telinga nyonya Wigunantara yang sedang memeriksa kamar itu.


Mendengar suara itu membuat senyum nyonya Wigunantara langsung berubah yang tadinya sempat seperti jeruk nipis kini berubah 180 derajat akan suara tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2