
Brian yang begitu suka dengan aroma tubuh wanitanya tak berhenti sampai disitu, Brian terus menghirup aroma tubuh wanitanya sedalam-dalamnya yang telah menjadi candu baginya ketika pertama kali dirinya mencium wangi tubuh mungil milik wanitanya yang saat ini sedang berusaha untuk lepas dari pelukan yang dirinya lakukan.
"Lepasin ... dasar pria bajingan, brengsek!!" teriak Killa berusaha melepaskan tangan kekar pria yang sedang begitu sesuka hatinya memeluk tubuh mungil nya tanpa aba-aba. Sungguh dirinya benar-benar terkejut bahkan jantung nya seperti mau berpindah dari tempatnya ketika mendapat tangan kekar pria itu yang tiba-tiba sedang mengusap perut datar miliknya.
"Biarkan seperti ini sebentar baby," ujar Brian menenggelamkan wajahnya di leher wanitanya yang telah menjadi tempat favorit dirinya.
"Brengsek,".
Bukannya marah mendengarkan ucapan dan makian yang keluar dari bibir tipis wanitanya itu, Brian tetap melakukan apa yang dirinya inginkan terhadap wanitanya saat ini yang membuat dirinya benar-benar nyaman ketika melakukan hal-hal seperti saat ini.
Shuuttt,
Jangan teriak-teriak baby ... sudah ku katakan pada dirimu, nanti tenggorokan mu bisa sakit.
"Apa ini lapar baby?" tanya Brian yang masih menghirup aroma tubuh wanitanya dan jangan lupakan tangan kekar milik nya saat ini sedang mengusap perut datar milik wanitanya yang sedang berusaha melepaskan tangan kekar milik nya dengan sekuat tenaga nya.
"Biar diriku saja yang memesan makanan untuk kita baby ... dirimu tidak perlu repot-repot untuk pergi ke bawah," ungkap Brian yang masih mengelus-elus perut datar wanitanya itu.
Setelah merasa puas menghirup aroma tubuh wanitanya, tanpa menunggu jawaban dari wanitanya Brian langsung mengangkat tubuh mungil wanitanya ala Bridal style untuk membawa wanitanya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum sang sekretaris nya datang membawakan pakaian untuk mereka.
"Aaarrgghh," jerit Killa mengema di dalam kamar itu ketika dirinya tanpa aba-aba di angkat oleh pria tampan yang hanya mengenakan lilitan handuk untuk menutupi tubuh bawahnya saja.
Dengan refleks Killa langsung melingkarkan kedua tangan mungil nya di leher pria yang sedang mengangkat tubuh mungil dengan wajah dingin nya.
__ADS_1
Sesampainya di kamar mandi Brian langsung menurunkan badan mungil wanitanya dengan hati-hati agar tubuh langsing itu tidak kesakitan akibat dirinya.
Sementara itu Killa hanya memperhatikan pria tampan itu yang sedang mengisi Bathtub dengan Air hangat untuk dirinya membersihkan dirinya. Dirinya tak curiga dengan pria itu yang sedang senyum-senyum sendiri seperti kerasukan mahluk tak kasat mata.
Setelah beberapa menit mengisi Bathtub itu dengan air hangat, Brian menghampiri wanitanya yang tampak sekali sedang menahan sakit di area sensitifnya dengan satu tangan mungil milik nya menahan bobot tubuhnya di sisi bathtub itu.
"A ... anda jangan macam-macam sama saya tuan," bentak Killa dengan suara bergetar lantaran dirinya benar-benar takut jika pria tampan itu mengulangi perbuatannya beberapa jam yang lalu.
Brian tetap fokus untuk membantu wanitanya untuk membersihkan dirinya tanpa mendengar ucapan yang keluar dari bibir tipis dari wanitanya yang sedang menatap dirinya dengan tatapan setajam silet saat ini.
Shuuttt,
"Tenanglah baby, diriku tidak akan berbuat macam-macam pada dirimu, Jadi jangan seperti itu ekspresi wajah itu kalau tidak ingin diriku menghabisi dirimu seperti beberapa jam yang lalu," ancam Brian yang sedang fokus membuka satu persatu kancing baju yang dikenakan oleh wanitanya.
Dan satu lagi jangan pernah mengenakan pakaian seperti ini jika di hadapan pria lain baby ... jika tidak ingin dirimu di terkam oleh binatang buas. Dan hanya diriku saja yang boleh melihat ini tutur Brian setelah melepas apa yang telah di kenakan oleh wanitanya.
Killa yang sempat terhipnotis oleh ketampanan pria yang sedang sibuk membuka satu persatu kancing baju yang dirinya kenakan langsung menjerit dengan suara keras sehingga membuat telinga Brian terasa begitu sakit mendengar teriakkan dari wanitanya itu.
"Ck, sudah ku katakan ... jangan teriak-teriak," ujar Brian dengan kesal sambil mengusap-usap telinga nya yang terasa sakit akibat teriakan dari wanitanya itu.
Bagaimana tidak menjerit dengan suara begitu nyaring, pria tampan itu dengan sesuka hatinya menyentuh dirinya yang telah menjadi hobinya ketika melihat tubuh mungil wanitanya dirinya tak bisa mengendalikan diri ketika melihat benda kenyal yang begitu menggoda dirinya.
Terhipnotis dengan ketampanan pria itu membuat dirinya lengah sehingga tak menyadari ketika pria tampan itu *******-***** benda kenyal miliknya secara bergantian dengan tangan kekar milik pria tampan itu.
__ADS_1
Tak tahan melihat bibir wanitanya yang begitu menggoda dirinya Brian langsung ******* bibir tipis itu dengan penuh gairah sehingga membuat wanitanya kesulitan untuk bernapas.
Brian yang menyadari wanitanya hampir kehabisan oksigen dengan cepat dirinya langsung melepaskan ciuman itu walaupun dirinya tak rela melepas ciuman yang baru saja beberapa detik yang dirinya lakukan.
Terlepas dari ciuman yang pria itu lakukan terhadap dirinya, Killa langsung menghirup oksigen sedalam-dalamnya setelah bibir sexy pria tampan itu lepas dari bibir tipis miliknya itu.
Merasa sudah cukup baik dengan pernapasan nya, Killa langsung menatap tajam melihat wajah pria yang tanpa dosa sedang menatap dirinya dengan begitu manis yang dirinya perlihatkan terhadap wanitanya yang saat ini sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.
Lagi dan lagi wanita itu terkejut atas apa yang di lakukan oleh pria itu yang sedang mengangkat tubuh mungil itu masuk ke dalam bathtub yang sudah terisi penuh oleh air hangat tersebut.
"Menurut saja baby ... jika kau seperti ini terus diriku tidak yakin untuk tidak melakukan yang telah kita lakukan beberapa jam yang lalu," ancam Brian terhadap wanitanya yang sedari tadi tak henti-hentinya memberontak terhadap dirinya yang sedang membantu wanitanya untuk membersihkan dirinya.
Killa yang mendengar suara dingin pria itu seketika dirinya langsung bungkam dan bulu kuduk nya seketika merinding lantaran dirinya takut jika pria itu melakukan kegiatan mereka beberapa jam yang lalu.
Melihat wanitanya tak Berkutik lagi membuat Brian tersenyum tipis melihat ketakutan di wajah cantik wanitanya saat ini.
Shuuttt,
Mulut ini jangan selalu mengumpat diriku baby!!.
"Gara-gara dirimu ... diriku jadi mandi dua kali pagi ini," ujar Brian yang sedang fokus memberikan sabun di punggung telanjang wanitanya itu.
"S-saya mau pulang t-tuan," mohon Killa dengan menahan tangan kekar milik pria itu yang sedang fokus membersihkan dirinya.
__ADS_1
"No baby!!".
Bersambung