
Drrtt ... drrtt
Brian yang terganggu dengan deringan ponsel miliknya yang beberapa kali berbunyi di samping ranjang milik nya itu langsung meraih benda pipih itu dengan kesal lantaran menganggu tidur pulas nya, padahal sebelum-sebelumnya dirinya tak pernah bangun ketika matahari mulai terbit.
"Ck, mengganggu saja," umpan Brian sambil menggeser layar hijau di handphone miliknya sambil menggerutu tidak jelas dan tanpa melihat siapa yang sedang menghubungi dirinya.
"Maaf tuan ... mengganggu anda," ujar sang penelepon ketika panggilannya sudah di angkat oleh sang pemilik di sebrang sana. Yang tak lain adalah Haikal sang sekretaris nya yang telah menggangu tuan nya yang baru beberapa jam ter-tidur akibat kegiatan cukup menantang adrenalin nya beberapa jam yang lalu.
"Kau!!!" umpat Brian kesal melihat layar handphone miliknya siapa yang telah menghubungi dirinya saat-saat dirinya sedang menikmati tidur nya yang sedang di temani oleh seseorang yang baru beberapa jam yang lalu telah menyandang status sebagai wanita nya.
"Ada apa?" tanya Brian dengan ketus ketika dirinya di ganggu oleh sang sekretaris nya Haikal ... pagi-pagi begini. Sungguh luar dirinya kesal dengan sekretaris nya satu ini.
__ADS_1
"Saya hanya menanyakan! apa tuan perlu saya antar pakaian," jawab Haikal dengan begitu lembut terhadap tuan nya yang saat ini benar-benar luar biasa kesal terhadap dirinya saat ini.
Brian yang mendengar jawaban dari sang sekretaris nya itu, sesaat dirinya berpikir bahwa pakaian yang dirinya kenakan semalam tidak lagi bentuk pakaian yang layak jika di pakai kembali.
Ehem ... ehem
Brian berdehem sebelum dirinya memerintahkan sang sekretaris untuk mengantarkan pakaian untuk dirinya kenakan nanti
Tut ... tut
Panggilan langsung terputus secara sepihak dan belum juga sang sekretaris yang bisa diandalkan itu menjawab
__ADS_1
Setelah memutuskan panggilan telepon sepihak dengan sang sekretaris nya Haikal, Brian langsung memperhatikan wanita yang sedang tertidur pulas akibat pertempuran dirinya dengan wanita itu tadi malam dan entah jam berapa pertempuran itu berakhir. Brian yang mengingat kejadian beberapa jam yang lalu tampak tersenyum-senyum sendiri lantaran dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya begitu menikmati wanita yang sedang tertidur pulas itu.
"Kau hanya milik ku baby," gumam Brian setelah dirinya memberikan kecupan lembut di bibir tipis wanita yang sedang tertidur pulas di ranjang miliknya saat ini dan setelah itu dirinya langsung bangkit dari atas ranjang itu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sebelum dirinya pergi membersihkan dirinya, sesaat Brian memperhatikan wajah wanitanya yang benar-benar pulas tertidur di atas ranjang miliknya tanpa terganggu oleh dirinya yang sedang bicara dengan sang sekretaris nya beberapa menit yang lalu.
Yah ... setelah pertempuran antara dirinya dengan wanita yang dirinya wabah secara paksa yang dirinya temukan di jalan tak jauh dari tempat wanita itu kerja bahwa wanita yang sudah dirinya nikmati itu telah menjadi wanitanya satu-satunya.
Brian telah mengklaim bahwa wanita yang sedang tertidur pulas di ranjang miliknya saat ini tanpa sehelai benang pun telah menjadi wanitanya satu-satunya yang akan menemani hari-hari nya, bahkan Brian tidak peduli jika wanita itu menolak dirinya sebagai pria nya satu-satunya.
Bersambung
__ADS_1