GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
36. Gadis Pemuas Untuk Sang Presdir


__ADS_3

Nyonya Wigunantara yang melihat Killa yang kian memperlambat melangkah langsung bangkit dari tempat duduk dan langsung menghampiri Killa yang semakin menundukkan kepala karena tatapan pasang mata yang tertuju kepadanya dan tanpa terkecuali Brian yang tampak acuh akan kehadiran wanita cantik bertubuh mungil itu.


Ayo sayang, nyonya Wigunantara langsung menuntun Killa menuju meja makan yang telah di penuhi dengan hidangan yang begitu menggunggah selera. "Kalian bisa tidak jangan menatap anak ku seperti itu karena hanya membuat dirinya takut saja," ujar nyonya Wigunantara yang tak habis pikir kenapa semua keluarganya menatap Killa seperti ingin menguliti tubuh mungil Killa yang sedari tadi hanya diam saja.


"Kamu seperti tidak tahu saja kebiasaan keluarga kita sayang ... mereka 'kan memang suka mengusik bila ada anggota baru datang di keluarga Wigunantara," ujar tuan Wigunantara menatap satu persatu anggota keluarganya itu.


"Mari kita makan, kalau seperti ini terus kapan kelar makannya," tegur tuan Wigunantara terhadap seluruh anggota keluarga Wigunantara yang tampak acuh terhadap makanan yang sudah tersedia diatas meja makan karena kedatangan anggota baru.


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya nyonya Wigunantara yang menatap Killa yang hanya diam tanpa menyentuh makanan yang sudah tersedia di atas meja makan yang begitu menggugah selera itu.


"Ayam goreng saja ma."


Suara yang keluar dari bibir mungil itu nyaris tak terdengar, dan beruntung saja yang duduk di samping Killa adalah nyonya Wigunantara sehingga tidak perlu bertanya untuk ke dua kalinya.


Killa yang baru saja beberapa detik menikmati makanan yang jarang iya nikmati itu seketika terhenti mengunyah tatkala seseorang yang sedari tadi tak pernah mengalihkan pandangan di mana iya menampakkan diri dan bergabung dengan keluarga ini.


Ehem ... ehem

__ADS_1


"Hai cantik, boleh diriku tanya sesuatu?" di mana kau bertemu dengan pria itu?" tanya Jimmy sambil berpangku tangan sambil mengedipkan mata yang tak sabar menunggu jawaban yang akan keluar dari bibir mungil Killa.


Belum juga Killa menjawab boleh, tapi yang bertanya sudah terlebih dahulu mengajukan pertanyaan sehingga membuat Killa benar-benar bingung ingin menjawab apa, dan tidak mungkin iya memberitahu yang sesungguhnya bisa-bisa akan membuat dirinya diperlukan di hadapan keluarga Wigunantara dan di tambah semua mata langsung tertuju ke arah di mana iya duduk. Agaknya semua yang sedang menikmati hidangan itu juga penasaran akan pertemuan mereka berdua, mengingat bahwa Brian yang tak pernah dekat dengan wanita manapun.


Brian yang sedang menikmati makanan itu sontak langsung menoleh ke arah sumber suara dan langsung menatap tajam seseorang yang sudah cengengesan mendapatkan tatapan maut dari dirinya.


"Anak kecil dilarang ikut campur orang dewasa," ujar Brian memberikan tatapan tajam terhadap sepupu nya yang terlihat menunjukkan wajah masam karena tidak mendapatkan jawaban yang iya inginkan.


"Huh, dasar pelit," omel Jimmy yang masih bisa di dengar dengan jelas oleh Brian yang tidak jauh duduk dari sang sepupu yang memiliki sifat kepo sepanjang rel kereta api itu.


"Huh, dia laki-laki atau perempuan sebenarnya! cerewet sekali dia," batin Killa melirik dengan ekor mata melihat laki-laki tampan yang sejak tadi selalu saja senyum-senyum tak jelas.


"Sudah-sudah cepat habiskan makannya, sebentar lagi desainernya datang, kalau seperti ini terus bisa-bisa tidak akan jadi pakaian seragam untuk keluarga Wigunantara," omel nyonya Wigunantara yang sudah tampak kesal dengan tingkah saudaranya itu.


Setelah mendapatkan Omelan dari nyonya Wigunantara barulah suasana di meja makan sedikit tenang dan tak berselang lama bel mansion berbunyi bertanda yang di tunggu sudah datang untuk melaksanakan tugasnya sebagai merancang busana untuk keluarga Wigunantara.


Setelah mendapatkan laporan dari pelayan mansion nyonya Wigunantara langsung beralih menatap Killa yang tampak belum selesai menghabiskan makanan miliknya. Mungkin lantaran baru bergabung dengan keluarga Wigunantara sehingga membuat Killa sedikit malu-malu untuk makan yang iya biasa lakukan sebelumnya.

__ADS_1


"Jimmi!!" apa yang kamu tunggu lagi? cepat temui desainer itu agar bisa mengukur badan Kamu yang seperti kuda Nil itu," ledek nyonya Wigunantara terhadap sang ponakan yang seperti enggan untuk meninggalkan ruangan makan itu lantaran asyik mengoda calon kakak iparnya itu.


"Ibu!!"


Jimmy mendengus kesal lantaran mendengar kata-kata yang sudah lama tidak iya dengar akan ledekan dari sang ibu yang tiba-tiba saja mengeluarkan jurus andalan ketika iya ngeyel.


"Makanya kamu di suruh jangan ngeyel, sana cepat susul kakak kamu ... kamu saja lagi yang belum di ukur," omel nyonya Wigunantara yang mengusir sang keponakan yang luar biasa bandelnya.


Tak lama kepergian Jimmy, akhirnya Killa selesai juga acara maka dan langsung menyusul anggota keluarga yang tampak sudah selesai mengukur badan mereka masing-masing.


"Pakaian untuk wanita itu rancang sederhana saja."


Dari tadi hanya melihat dan diam saja, seketika seluruh anggota keluarga Wigunantara langsung menatap Brian dengan sulit di artikan.


"Mengapa lihat Brian seperti itu?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2