GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR

GADIS PEMUAS UNTUK SANG PRESDlR
31. Gadis Pemuas Untuk Sang Presdir


__ADS_3

Bug


"Aaawwh."


"P-papa!!"


Brian meringis tatkala sang papa dengan sengaja dan sekuat tenaga melempar bantal sofa yang begitu empuk dan sedikit keras mengenai wajah tampan miliknya. Iya yang mendapatkan serangan tiba-tiba dari sang papa membuat iya tak bisa mengelak dari serangan mendadak dari sang papa. "Ck, sudah tua ... tapi tenaga seperti preman pasar," batin Brian sambil menatap tidak suka terhadap sang papa yang sedang mengambil sesuatu dari nakas yang tidak jauh dari ruangan itu.


Belum sempat Brian ingin protes terhadap sang papa, Brian langsung ciut melihat sang papa bangkit dari duduk sambil memegang erat raket nyamuk di genggaman tangan yang sudah keriput itu.


"Jaga ucapan kamu Brian! jangan sampai papa menempelkan benda ini ke bibir kamu," ancam tuan Wigunantara sebelum berlalu dari ruangan itu untuk menuju ke ruang makan.


Brian yang mendengar ancaman sang papa sontak membekap bibir sexy milik nya. "Ck, menyebalkan sekali dua manusia tua ini," gumam Brian melihat kepergian sang papa tanpa dosa berlalu begitu saja dari ruangan itu.


Sementara itu nyonya Wigunantara yang melihat sang suami dan juga sang putra yang sedang berdebat tanpa menghentikan perdebatan itu berlalu begitu saja melewati dua pria yang beda usia itu untuk menuju ruang makan malam yang telah di siapkan oleh para koki keluar Wigunantara.


Deg


"Pria bajingann itu."


Killa yang sedang mengikuti langkah kaki nyonya Wigunantara menuju ruang makan seketika berhenti melangkah tatkala melihat kehadiran pria yang telah mengambil sesuatu yang begitu berharga dalam dirinya. Nyonya Wigunantara langsung menoleh tatkala kaki mungil itu berhenti melangkah mengikuti langkah kaki nya.


"Ada apa sayang?"


"P-pria tadi ... ma?"


"Oh itu Brian anak mama! tampan" kan, sebelas dua belas sama papanya," ungkap nyonya Wigunantara yang berpura-pura tidak tahu akan ekspresi wajah Killa yang sudah berubah seratus persen setelah mendengar siapa pria yang barusan iya tanya.


"Ayo sayang! kamu enggak usah mikirin mereka berdua, mereka itu sudah biasa seperti itu," ujar nyonya Wigunantara kembali melangkah menuju ruang makan.

__ADS_1


"Killa mau pulang!!"


Nyonya Wigunantara yang mendengar ucapan yang keluar dari bibir mungil yang sedang menatap dirinya begitu serius hanya mengulas senyum begitu manis akan ucapan yang iya dengar.


"Lebih baik kita makan dulu, mama sudah lapar loh sayang! apa kamu tega lihat mama kelaparan?" ujar nyonya Wigunantara dengan memelas menatap wajah Killa yang seperti enggan untuk mengikuti langkah kaki menuju ruang makan setelah tahu siapa pria yang sempat iya lihat di ruangan tengah tadi.


"Pantesan wanita ini bela-belain membawa diriku ke sini, rupanya pria bajingann itu bagian keluarga ini juga dan lebih parah lagi anaknya lagi. Huh nasib-nasib memang benar-benar menyediakan," batin Killa sambil melirik sekilas ke arah nyonya Wigunantara yang sedang memerintahkan pelayan untuk mengisi piring di atas meja.


"Papa!!"


Nyonya Wigunantara yang melihat kedatangan sang suami langsung menarik kursi yang akan di tempati oleh tuan Wigunantara yang tidak jauh dari iya duduki.


"Shitt!! Wanita tadi, ck ... ini semua gara-gara papa."


Brian langsung bergegas menuju ruang makan karena mengingat akan wanita yang sedang bersama sang mama. Brian yang tergesa-gesa hampir saja menabrak pelayan paruh baya yang sedang memantau para pelayan yang sedang mengisi piring yang di atas meja dan beruntung Brian masih bisa mengendalikan diri tidak menabrak wanita paruh baya itu yang merupakan kepala pelayan di mansion keluarga Wigunantara.


"Brian!!"


"Brian!!"


Hehehehe


"Maaf ma ... pa."


"Pantesan pintu maupun cctv apartemen tidak ada yang rusak sama sekali, rupanya mama dan papa pelakunya," gumam Brian mata tajam miliknya itu tidak lepas dari Killa yang hanya menundukkan kepala karena iya tidak berani menatap pria yang sedang menatap kearah dimana iya duduk.


"Sayang!!"


Nyonya Wigunantara bangkit dari tempat duduk kini iya beralih sebelah sang menantu yang tidak kunjung menyentuh makanan yang telah di siapkan oleh para pelayan tadi.

__ADS_1


"Kenapa tidak makan?" hm."


"Mungkin mau Brian suapin, ma."


Brian mengedipkan sebelah matanya menatap sang mama yang sedang melihat iya dengan tatapan kesal karena ulahnya entah kenapa hari ini iya sedikit berulah.


Nyonya Wigunantara mendelik ke arah di sang putra duduk yang semenjak melihat Killa Brian justru tidak bisa tenang ada saja yang membuat sang mama kesal luar biasa.


"Kan, mana tahu ma ... dianya mau Brian suapin."


"Brian!!"


"Ok ... ok, Brian diam."


"I-izinkan Killa pulang."


Killa menatap wajah nyonya Wigunantara dengan tatapan memelas yang sedang duduk di samping dirinya.


"Tidak akan sayang." nyonya Wigunantara.


"No, kamu tetap akan di sini." Brian


Tanpa sadar Brian langsung menatap tajam terhadap Killa yang mengutarakan keinginannya untuk keluarga dari mansion keluarga Wigunantara.


"Brian!!"


"Iya ... iya, ma, Brian diam."


"Kamu akan tetapi tinggal di mansion ini sayang, dan beberapa hari lagi kamu akan menikah di sini," ungkap nyonya Wigunantara sambil menangkup wajah Killa yang masih berusaha meminta izin agar iya bisa keluar dari mansion ini.

__ADS_1


Deg


"M-menikah." Killa.


__ADS_2