
Alice gelisah memikirkan ucapan Dona. Dia tidak menyangka jika orang sebaik Dona akan tiada sebelum waktunya. Padahal Alice ingin sekali membahagiakannya. Alice ingin membantunya. Kalau pada akhirnya dia tiada. Buat apa Alice memperjuangkan rumah tangganya?! Semuanya akan sia-sia.
Yang Alice inginkan adalah, Meliza ketahuan bersalah sedangkan Deniz Daniswara bisa kembali lagi pada Dona. Kalau seperti ini?! Apa Alice harus berjuang demi mereka?! Buat apa?!
"Alice," panggil Dona membuyarkan lamunannya.
"Iya, ada apa, Nyonya Dona?" Sahut Alice, malas.
"Kenapa diam saja? Bicaralah, Dhana sudah terlelap." Pinta Dona sambil menatap lekat mata orang yang baru di kenalnya.
"Tidak apa-apa, hanya saja ..., Aku tidak menyangka jika Anda akan tiada," ucap Alice dengan mata berkaca-kaca. "Selama hidup, baru kali ini aku memiliki sahabat wanita. Biasanya aku enggan akrab dengan mereka, aku sadar, aku wanita ular. Orang sepertiku tidak pantas jadi sahabat manusia. Tapi Anda! Baru Anda yang mau menerima segala kondisi hidup saya. Saya sangat bahagia. Tapi kenapa Anda akan tiada? Aku berharap ini cuma mimpi Nyonya Dona." Jelas Alice membuat Dona tersenyum dan mengusap pelan, wajah wanita dihadapannya.
"Jangan terlalu formal Alice. Panggil Dona saja. Ok, soal kematian, dokter sudah memastikannya. Sebelum bertemu Meliza, aku bahagia tinggal bersama Deniz meski pernikahan kita karna perjodohan. Kita memiliki putra yang tampan bak pangeran. Tapi sejak Meliza datang. Semuanya berubah. Dia sangat mencintai Deniz, mungkin sejak lama mereka sudah berteman. Meliza tidak mau kehilangannya. Meliza sangat mencintainya. Bahkan Moza yang dulunya kekasih Deniz tiba-tiba menghilang di hari pernikahannya juga karna kedatangan Meliza. Karna kesal, Deniz menikah denganku karna keinginan dari orangtuanya. Entah kenapa setelah hilang bersama Moza, Meliza datang kembali. Mungkin karna dia tidak terima dengan pernikahanku. Dia menjebakku bersama pria lain. Aku dibuat mabuk olehnya. Tanpa sadar aku melakukan kesalahan dengan bercinta bersama orang suruhannya. Saat itu Deniz langsung melihatnya. Dia marah besar. Dia menuduh aku telah berselingkuh. Karna marah aku mengendarai mobil yang rem-nya sudah blong. Alhasil aku kecelakaan dan tidak bisa berjalan. Deniz kasihan dan akhirnya tetap mau menerimaku. Tapi sayang ...," jelas Dona dengan uraian airmata.
"Kenapa Nona Dona?!" Seru Alice penasaran
"Orang yang telah aku ajak bercinta mempunyai penyakit HIV AIDS. Aku tertular olehnya. Karna malu, aku tidak mau memberitahu suamiku. Aku takut dia akan menghinaku. Dia adalah lelaki terhormat. Kalau sampai orang lain tahu aku punya penyakit itu, dia akan malu. Aku mohon Alice, demi Aku dan demi putraku, jaga rahasiaku ini. Jadilah istri dari suamiku ...," pinta Dona membuat Alice terpaku. Tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya untuk menjalin hubungan cinta dengan seorang pria. Apalagi sampai menikah dengannya. Alice tidak sanggup membayangkannya. Dia sadar siapa dirinya. Lagipula, seandainya dia ingin menikah. Tentulah dengan orang yang belum berumah tangga. Alice sangat membenci ucapannya. Kalau tahu permintaan Dona akan seperti ini, Alice tidak akan datang dan lebih memilih tidur di hutan bersama burung pipit sahabatnya saja.
__ADS_1
"Jangan bercanda Nyonya Dona. Alice tidak suka mendengarnya." Tajam Alice membuat Dona kecewa.
"Aku serius Alice. Semua demi Dhana. Lagipula Aku juga tidak mencintai Deniz. Hubungan kita karna terpaksa. Soal Dhana kami tidak sengaja saat melakukannya. Deniz mabuk saat itu. Dia kecewa berat karna ditinggalkan oleh kekasihnya, Moza." Jelas Dona dengan harapan Alice menyetujui ucapannya.
"Tidak!! Tujuanku datang kemari karna tulus ingin membantumu Nyonya Dona. Tidak ada maksud lain. Aku ingin mempersatukan kalian. Kalau itu tidak akan membuatmu bahagia, Aku tidak akan melakukannya. Sekarang sudah saatnya Aku pergi. Besok kita bertemu lagi dan membongkar kejahatan Meliza. Selamat tinggal ...,"
"Tunggu! Bukankah kau sudah berjanji padaku Alice. Kau akan membantuku, kalau kau tidak mau menikah dengan suamiku, maka Meliza yang akan jadi istrinya. Lalu bagaimana dengan Dhana?! Aku tidak mau dia punya Mama jahat seperti dirinya." Protes Dona berusaha melindungi putranya.
"Alice tunggu!! Baiklah. Aku tidak akan memaksamu. Sekarang jangan pergi, tetaplah dirumahku dan bantulah aku. Apa yang harus kami lakukan?" Mohon Dona, takut jika Alice akan pergi meninggalkan dirinya. Dia tidak mau satu-satunya orang yang bisa bisa menolongnya, kabur darinya.
Setelah terdiam cukup lama, Alice menghampirinya. Dengan cepat Dona langsung memeluknya. "Maafkan Aku Alice. Anggaplah Aku seperti kakakmu sendiri." Lirih Dona sambil menciumi pipinya. "Apapun keadaanmu, Aku akan selalu menerimamu. Menjadi manusia ular bukanlah pilihan hidupmu. Kau hanya korban dari keserakahan nenek moyangmu. Sekarang tenangkan dirimu dan jadilah adikku. Paham?" Ucap Dona, membuat Alice terharu dan balas memeluk tubuh lemahnya.
"Tapi aku harus pergi kak Dona, sebentar lagi pagi. Kalau Aku tidak pergi. Aku bisa ketahuan. Bukankah ada CCTV di kamar ini," jelas Alice membuat Dona tertawa.
"Kau lupa ya? Kau kan bisa berubah jadi ular kecil dan bersembunyi."
__ADS_1
"Tapi aku butuh makan kak Dona."
"Tenanglah, kau cukup berdiri di depan pintu. Bilang saja akan main dengan Dhana. Setelah masuk rumah. Kau bisa dapat makanan. Aku yang akan mengaturnya. Ok," jelas Dona membuat Alice kebingungan.
"Baiklah." Jawabnya meskipun tak paham.
"Maafkan aku Alice. Bagaimanapun caranya, kau harus bisa jadi Mamanya Dhana. Orang jahat seperti Meliza pasti akan menyiksa Dhana saat aku sudah tiada. Aku akan membuatmu menikah dengan Deniz. Meski dengan cara yang tidak benar. Maafkan aku Alice. Semua demi Dhana." Bathin Dona. Kekeh dengan niatnya.
πππππππππ
tekan love dan jempol ya ...
πππππππππ
Terima kasih ...
TBC.
__ADS_1