
☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Gina meraba tubuh adrian,dia memberikan sentuhan ringan dengan menyabuni tubuh adrian . Adrian menahan nafas nya sebentar,dia tidak menyangka kalau gina akan melakukan hal itu.
"hentikan na....aku ngak mau mengingkari janji ku pada mu,aku ngak mau dibilang pria tidak bisa memegang janji nya " ucap adrian dengan suara serak yang tertahan karena sesuatu
Gina semakin tersenyum puas,dia merasa senang karena adrian merupakan pria yang selalu menjaga janji nya. Dia semakin menyukai adrian dan ingin segera menjadi istri adrian,gina yang sudah dibelakangi oleh adrian. Dia menyabuni punggung adrian dengan perlahan,membuat adrian memejamkan mata nya.
Apalagi gina memeluk tubuh adrian dari belakang dengan sabun yang cukup banyak ditubuh mereka,menggesekan dada nya di punggung kekar itu membuat adrian menggeram dengan keras.
"aku berikan satu kesempatan untuk mu,calon suami ku. Kau bisa melakukannya,lupa kan janji itu dulu. Kau bisa mencicipi ku saat ini " bisik gina membuat adrian berbalik dan menatap wajah gina yang sudah bersemu merah
"kau yang menggoda ku hhmm,kau juga yang minta " ucap adrian yang kini sudah meraup bibir manis gina dan meremas salah satu dada milik gina yang menantang sedari tadi
__ADS_1
Lenguhan dan de sa han menggema didalam kamar mandi itu,tidak butuh waktu lama. Adrian sudah menunggingi gina dan bermain dari belakang,gina merasakan miliknya terasa sakit karena milik adrian terbilang cukup besar untuk nya.
Hanya beberapa menit saja,kedua nya sudah keluar bersama. Mereka sudah memakai handuk yang melilit ditubuh masing-masing,senyuman lebar tersemat di bibir kedua nya. Mereka benar-benar seperti pengantin baru saja,setelah memakai pakaian bersama. Mereka menemui kedua orang tua nya yang sedang sarapan,gina dan adrian melakukannya dengan cepat tanpa jeda.
Wajah kedua nya sudah memerah karena malu,mama adrian menyadari nya. Dia hanya tersenyum tipis melihat wajah kedua nya,mama nya adrian yakin kalau kedua nya memang sudah memilki rasa cinta yang dalam.
"maaf ma....aku bangun kesiangan,jadi ngak bisa bantu mama buat sarapan " ucap gina dengan rasa malu
Gina tau kalau dirumah kedua orang tua nya ngak ada pelayan ,hanya dua penjaga rumah saja. Karena dari semalam gina tidak melihat seorang pelayan didapur,makanya dia bisa menyimpulkan kalau mama adrian yang memasak semua makanan mereka.
Setelah selesai sarapan,mereka semua bergegas ke hotel yang tak jauh dari rumah kedua orang tua adrian . Mereka akan mengantar vara dan alvaro ke bandara karena mereka akan tinggal di luar negeri selama nya,akan berjalan-jalan kesini saat liburan atau kedua orang tua nya lah yang Bergantian ke sana .
Sesàmpainya di depan lobi hotel,terlihat keluarga alvaro sudah menunggu disana. Tidak terlihat pasangan pengantin itu disana,gina-adrian juga kedua orang tua adrian mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
"pagi.....apa akan berangkat sekarang ?" sapa mama adrian dengan sopan
"pagi besan,kami masih nunggu pasangan pengantin dari tadi" jawab mama nya alvaro
"iya....ngak tau apa,kalau mereka lagi ditunggui . Apa ngak bisa ngak ngapa-ngapain tadi malam " ucap sherly dengan kesal, karena dia mendengar dengan jelas suara ******* yang keluar dari depan pintu karena pintu kamar mereka tidak terlalu rapat tertutup nya.
Mendengar hal itu ,membuat gina juga adrian merasa kesal. Adrian ingin sekali membalas ucapan sherly, tapi tangannya digenggam oleh gina. Gina tau apa yang dirasakan oleh adrian, makanya dia hanya tersenyum saat tatapan mereka bertemu .
"Hmmm....biasalah,masih pengantin baru. Masih kemaruk-kemaruknya, jadi mungkin mereka bercinta sampai pagi " ucap gina dengan senyuman dibibir nya
Mama nya alvaro merasa malu dengan sikap keponakan nya itu,dia bersyukur karena gina mengatakan hal yang baik . Kemudian mama alvaro pun menganggukan kepala nya, dia menatap ke arah gina dengan rasa terima kasih.
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘